Tampilkan postingan dengan label Mungkin Anda Perlu Tau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mungkin Anda Perlu Tau. Tampilkan semua postingan

Kamis, November 29, 2012

Gunung yang Berjalan

14 abad lampau seluruh manusia menyangka gunung itu diam tidak bergerak. Namun dalam Al Qur’an disebutkan gunung itu bergerak.

------------------------------------------------
وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَة ً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْء ٍ إِنَّه ُُ خَبِير ٌ بِمَا تَفْعَلُونَ 

Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan.(Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. An-Naml: 88)
------------------------------------------------


Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi.

Gambar Gerakan Gunung / Benua 

Sabtu, November 17, 2012

Cobaan Ada 2 Jenis

Cobaan itu ada dua jenis yaitu cobaan musibah dan cobaan kenikmatan.


Cobaan musibah adalah cobaan dari Allah SWT untuk menguji seberapa taat dan ikhlas kita untuk menerima cobaan tersebut.

Dan cobaan musibah bisa berupa musibah alam, kerabat saudara meninggalkan dunia ini, memperoleh celaka dan lain sebagainya.

Kamis, November 15, 2012

Keutamaan Bulan Muharram dan Hari Asyura

Muharram adalah bulan di mana umat Islam mengawali tahun kalender Hijriah berdasarkan peredaran bulan. Muharram menjadi salah satu dari empat bulan suci yang tersebut dalam Al-Quran. "Jumlah bulan menurut Allah adalah dua belas bulan, tersebut dalam Kitab Allah pada hari Dia menciptakan langit dan bumi. Di antara kedua belas bulan itu ada empat bulan yang disucikan."

Keempat bulan itu adalah, Zulqaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab. Semua ahli tafsir Al-Quran sepakat dengan hal ini karena Rasululullah Saw dalam haji kesempatan haji terakhirnya
mendeklarasikan, "Satu tahun terdiri dari dua belas bulan, empat di antaranya adalah bulan suci. Tiga di antaranya berurutan yaitu Zulqaidah, Zulhijjah, Muharram dan ke empat adalah bulan Rajab."

Jumat, November 02, 2012

Hukum Bunga Bank

Saudara-saudaraku se-Iman, Allah Ta’ala mengutus Nabi Muhammad SAW dengan membawa petunjuk dan agama yang benar. Beliau SAW, memberikan kabar gembira (Basyiran), menyampaikan peringatan (Nadhiiran), menyampaikan risalah, menunaikan amanah, menasehati umat serta memberikan petunjuk yang terang benderang kepada umat manusia. Seorang yang mengaku dirinya beriman kepada Alloh Ta’ala dan RasulNya, wajib menerima, tunduk dan patuh kepada Syariat yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Jumat, September 07, 2012

Hukum Menggambar Dalam Islam

[Hadits-hadits tentang masalah menggambar dalam Islam telah kami bawakan sebagiannya di sini, silakan dibaca terlebih dahulu. Dan karena banyaknya pembagian yang akan kami sebutkan nantinya, maka butuh kami ingatkan kepada pembaca sekalian agar memperhatikan betul setiap bagian dan harus pandai memisahkan antara  pembagian yang satu dengan yang lainnya agar tidak timbul kesalahpahaman dalam memahami apa yang kami tulis]
Sebelum kita mulai pembahasan mengenai hukum gambar bernyawa, maka terlebih dahulu kita harus mengetahui sebab diharamkannya gambar bernyawa dalam syariat Islam. Maka kami katakan:
Ada dua perkara yang menjadi sebab diharamkannya gambar bernyawa:
1.    Karena dia disembah selain Allah.

Istighfar – Kelebihan Yang Tidak Dipandang

Kubuka jendela pagi dan dosa pun menghampiri
Suara jerit hati kuingkari
Nafsu jiwa yang membuncah
Menutupi mata hati
Seperti terlupa bahwa nafaskan terhenti

Selalu sahaja kita dianjurkan untuk beristighfar jika melakukan sesuatu kesalahan. Cukuplah sekadar lafaz Astaghfirullah, dan kemudian kita melalui kehidupan seperti biasa. Itulah hakikatnya makna yang tersirat istighfar bagi orang-orang yang lalai. Hanya sekadar lafaz tanpa mendalami makna Istighfar tersebut. Ma maqna Istighfar? Yakni memohon keampunan daripada Allah Azza Wajalla dan ia dilakukan bagi pembersihan dari segala dosa dan kesalahan. Sesungguhnya, keampunan itu adalah untuk memelihara diri daripada keburukan dosa-dosa yang dilakukan.
Menurut segolongan ulama, “Setiap doa yang memohon keampunan Allah, maka ia adalah istighfar”
Firman Allah SWT dalam surah al-Baqarah ayat 199:
“Dan kamu mohonlah keampunan daripada Allah, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Tahukah kita akan keajaiban disebalik istighfar itu?

Ramalan Bintang Menurut Pandangan Islam


Menurut Dr. Yusuf Qardhawi, cendekiawan muslim asal Qatar, ramalan bintang adalah ilmu rekaan yang menghubung-hubungkan pergerakan bintang dalam sistem tata surya dengan sesuatu yang akan terjadi kemudian di kehidupan manusia. Menurut Islam, bintang-bintang itu adalah sebagian dari makhluk Allah SWT yang tunduk akan sunnah-Nya.

Kamis, September 06, 2012

Kemusyrikan

Syirik, adalah kata yang digunakan untuk kemusyrikan yang di dalam bahasa Arabnya bermakna "menyekutukan". Dalam Al-Qur'an, melakukan kemusyrikan adalah menyekutukan sesuatu, seseorang, atau konsep dengan Allah dan menganggapnya sama dengan Allah.
Dalam penterjemahan Al-Qur'an, kemusyrikan dijelaskan sebagai menyekutukan Allah atau bertuhan selain kepada Allah.
Tetapi dalam artinya yang lebih luas, kemusyrikan berarti menganut prinsip-prinsip dan nilai-nilai, atau gaya hidup tertentu yang bertentangan dengan pengajaran Al-Qur'an. Orang yang berbuat begitu dengan demikian telah menetapkan prinsip-prinsip tersebut sebagai sekutu Allah. Orang tersebut bisa siapa saja; nenek moyang, para pendiri ideologi, dan para pengikutnya. Karenanya dalam arti yang luas, kemusyrikan berarti mengikuti cara hidup yang berbeda dari apa yang digariskan oleh Al-Qur'an; bisa jadi orang atheis, orang nasrani, atau orang yahudi. Orang tersebut bisa saja beragama Islam dan sholat lima waktu, puasa dan mematuhi hukum Islam. Tetapi kalau orang itu memiliki pendirian yang bertentangan dengan Al-Qur'an, tetap saja dia musyrik sebab dengan begitu, dia menerima keberadaan aturan selain aturan Allah.
Kemusyrikan tidak mengharuskan pengingkaran mutlak dari keberadaan Allah. Tetapi orang-orang musyrik itu menyangkal disebut musyrik; bahkan sampai hari Kiamat sekalipun, seperti yang tertulis pada ayat di bawah ini:
Dan ingatlah pada hari di mana mereka Kami kumpulkan semuanya, kemudian Kami bertanya kepada orang-orang yang mempersekutukan Tuhan: "Mana dia berhala-berhala sembahanmu itu yang dahulu kamu katakan sekutu Kami?. Mereka terpojok sehingga tidak dapat berdalih lagi kecuali mengatakan: "Demi Allah, Tuhan Kami! Kami tidak mempersekutukan Tuhan". Lihat! Betapa mereka telah membohongi diri sendiri! Betapa berhala-berhala pujaan mereka itu telah lenyap.Al-An'am:22-24
Seorang musyrik tidak perlu membuat pernyataan seperti: "Saya dengan ini mengakui tuhan selain Allah". Tanpa berkata begitupun, seseorang bisa terjerumus kepada kemusyrikan karena kemusyrikan adanya di dalam hati dan terungkap lewat ucapan dan perbuatan. Menurut Al-Qur'an, lebih mencintai sesuatu atau seseorang daripada apa yang telah digariskan oleh Allah adalah kemusyrikan
Karenanya jelaslah bahwa kemusyrikan adalah beralihnya rasa cinta dari cinta kepada Allah menjadi cinta kepada hal lain. Kecintaan yang kuat terhadap para pujaan dijelaskan dalam ayat di bawah ini:
Dan di antara manusia itu ada yang mempertuhan sesuatu yang lain daripada Allah sebagai tuhan-tandingan; dicintainya seperti mencintai Allah. Orang yang beriman hanya lebih mencintai Allah semata. Seandainya orang yang zalim itu dapat memikirkan ketika mereka melihat siksaan nanti di hari kiamat, sungguh seluruh daya dan kekuatan hanya kepunyaan Allah. Dan sungguh-sungguh Allah Maha dahsyat siksa-Nya.Al-Baqarah:165
Ayat tersebut menjelaskan bahwa "cinta" yang diberikan kepada orang yang salah, menjadi dasar bagi bertuhan selain Allah dan juga kemusyrikan. Tidak seperti orang beriman, orang kafir tidak pernah dapat memiliki hubungan dekat dengan Pencipta mereka. Mereka mencintai diri sendiri atau orang lain. Mereka membagi cinta mereka diantara ayah, anak, kerabat, saudara, istri, suami, kekasih, dan orang-orang di sekeliling mereka. Sebagaimana halnya cinta kepada manusia, orang kafir juga mencintai benda mati seperti uang, rumah, mobil, kedudukan, gengsi,...
Padahal pemilik dari semua itu adalah Allah, karenanya hanya Allah yang pantas untuk dicintai dan menjadi curahan dari kesetiaan yang kita miliki. Mencintai hal lain selain Allah adalah menyekutukan Allah.
Dalam ayat lain dijelaskan bahwa orang kafir meninggalkan Allah dan memperkuat ikatan dengan berhala-berhala mereka:
Ibrahim mengatakan kepada kaumnya: "Yang kalian sembah selain dari Allah itu, hanyalah berhala-berhala, karena terbawa oleh rasa kasih sayang terhadap penyembah-penyembah berhala di antara kalian dalam masyarakat kehidupan kalian di dunia, bukan karena dalil-dalil atas sahnya penyembahan itu sendiri. Nanti di hari kiamat, keadaan jadi sebaliknya, sebagian kalian mengutuk yang lain, bahkan sebagian lagi mengutuk yang lain pula. Namun tempat kembali kalian semuanya, toh ke neraka juga, tanpa ada yang menolong kalian.Al-Ankabut:25
Nafsu terhadap wanita adalah contoh paling jelas dari menyekutukan Allah dalam hal cinta. Wanita yang dimaksud bisa siapapun; pasangan hidup, pacar, atau bahkan kepada wanita yang seseorang tertarik secara persaudaraan. Akibatnya, jika cinta yang dirasakan pada seorang wanita membuat seseorang berpaling dari Allah dan membuatnya memandang wanita itu sama atau bahkan lebih dari Allah, yang biasanya terungkap dengan ucapan: "Engkau adalah segala-galanya bagiku, aku tidak bisa hidup tanpamu", maka dengan demikian orang itu telah menyekutukan Allah. Sikap mental semacam itu dianggap sebagai hal biasa di masyarakat; tetapi pada dasarnya memiliki akibat yang membahayakan. Firman Allah:
Yang mereka seru selain Allah itu hanyalah benda-benda mati Di kalangan orang Arab menjadi kebiasan mengumpamakan perempuan dengan benda mati, karena lemahnya, sedangkan berhala-berhala yang mereka sembah-sembah itu biasanya diberi nama dengan nama perempuan, misalnya: al Laata al Uzza dan Manah. Dengan seruan itu, mereka hanyalah menyeru setan-setan yang durhaka.An-Nisa:117
Hal yang sama juga berlaku bagi wanita. Cinta semacam ini tidak dapat diterima di hadapan Allah tetapi didukung di masyarakat yang terbukti dengan tingginya rating acara-acara televisi tentang "cinta", "romantisme" atau "perkencanan". Doktrin romantisme yang utamanya ditujukan kepada anak muda itu, memiliki efek yang merusak karena menghalangi perkembangan kesehatan mental dan kesadaran. Sebagai hasil dari doktrin ini, generasi yang kurang pemahaman, terperosok kepada ketidaksadaran total tentang apa arti hidup di dunia berdasarkan agama dan iman. Orang semacam itu terjerumus kepada hidup tanpa mengetahui apa arti cinta dan rasa takut kepada Allah itu sesungguhnya.
Alasan lain bagi seseorang untuk terjerumus kepada musyrik adalah rasa takut. Sama seperti halnya cinta, rasa takut hendaknya hanya diperuntukkan bagi Allah. Seseorang yang merasa atau menunjukkan takut kepada makhluk adalah musyrik. Firman Allah:
Allah berfirman: "Janganlah kamu menyembah dua Yang dimaksud denga kata "dua" di sini bukanlah jumalah dari bilangan 1+1. Ayat ini menunjukkan bahwa Allah itu satu. Yang menyimpang dari itu, adalah musyrik. Sedangkan angka yang mula-mula menyimpang dari satu adalah angka dua tuhan! Sebenarnya Allah itu adalah Tuhan Yang Maha Esa! Karena itu, hanya terhadap siksaan-Ku sajalah kamu takut". Dan kepunyaan-Nya-lah segalanya: baik yang ada di langit, maupun yang ada di bumi, begitu juga untuk Dialah ketaatan itu selama-lamanya. Mengapa kamu masih bertakwa kepada selain Allah?An-Nahl:51-52
Rasa takut orang kafir yang sangat besar kepada sesama manusia dijelaskan di dalam Al-Qur'an:
Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang pernah dikatakan kepada mereka Ditujukan kepada sekumpulan orang-orang muslim tetapi dalam kumpulan itu menyelinap orang-orang munafik, dan orang-orang yang tua-tua. Mereka menghendaki peperangan, tetapi kalau sudah diumumkan perintah perang, mereka ketakutan:"Tahanlah tanganmu dari berperang, kerjakanlah shalat dan tunaikanlah zakat". Tetapi manakala diperintahkan kepada mereka, sekonyong-konyong segolongan manusia munafik di antara mereka takut kepada musuh, sama seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih takut lagi dari itu. Lalu mereka berkata: "Wahai Tuhan Kami! Mengapa Engkau perintahkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan sedikit waktu lagi?". Katakanlah!" "Kesenangan dunia ini hanya sedikit dan kebahagiaan akhirat itu lebih baik buat orang yang takwa. Dan kamu tidak akan dirugikan sedikitpun juga".An-Nisa:77
Terpisah dari cinta dan rasa takut, ada sikap lain yang dapat menjerusmuskan manusia kepada kemusyrikan.
Dasar dari kemusyrikan adalah kecenderungan kepada seseorang atau sesuatu yang lebih besar dari kecenderungan kepada Allah. Sebagai contoh, lebih cenderung kepada kerelaan manusia daripada kerelaan Allah, atau takutnya manusia kepada seseorang seperti takutnya kepada Allah, atau cintanya manusia kepada seseorang seperti halnya mencintai Allah, atau memberi persembahan kepada pujaan persembahan yang tidak dia berikan kepada Allah, atau berkorban dengan tujuan bukan mencapai keridhaan Allah.
Contoh-contoh yang diberikan di atas bukanlah penafsiran dangkal mengenai persembahan yang diberikan kepada pujaan atau patung. Orang kafir menganggap bahwa diri mereka tidak musyrik karena mereka tidak menyembah patung. Padahal, yang dinamakan berhala itu bukan hanya patung, tetapi hal-hal yang sifatnya dapat membelokkan pengabdian murni kita kepada Allah. Berhala juga berubah-ubah bentuknya, seiring dengan perubahan jaman.
Sesungguhnya akan kamu temukan orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.......Al-Maidah:82
Arahkanlah wawasanmu lurus-lurus dengan bertobat kepadaNya. Bertakwalah kepadaNya, kerjakanlah shalat dan janganlah kamu menjadi golongan orang-orang yang musyrik! Yaitu golongan orang-orang yang memecah belah agamanya menjadi beberapa aliran, tiap-tiap golongan merasa bangga dengan aliran yang ada pada mereka.Ar-Rum:31-32
Menurut ayat tersebut, salah satu dari ciri masyarakat bertuhan banyak, adalah cara pandang mereka terhadap agama; mereka menolak perintah yang diwahyukan oleh Allah dan membentuk kelompok agama yang mana satu kolompok merasa lebih baik dan memerangi kelompok lainnya. Perlu diingat bahwa penyimpangan yang kecil saja dari ajaran Al-Qur'an dapat berarti menambah atau merubah Al-Qur'an itu sendiri yang akibatnya menjadi sumber dari ajaran bertuhan banyak.
Dalam ayat di bawah ini dinyatakan bahwa tidak ada satu amalpun dari para penyembah berhala yang diterima oleh Allah:
Baik kepadamu maupun kepada Nabi sebelummu telah diwahyukan: "Jika engkau mempersekutukan Tuhan, akan terbuang percumalah segala amalmu dan pastilah engkau menjadi orang yang merugi!".Az-Zumar:65
Dan mereka meperuntukkan bagi Allah, satu bahagian dari hasil tanaman dan binatang ternak yang telah dikaruniakan Allah, lalu mereka bagi-bagikan semaunya sendiri: "Yang ini untuk Allah yang itu untuk berhala-berhala kami". Tetapi, bagian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala itu, tidak sampai kepada Allah. Dan sebaliknya, bagian yang diperuntukkan bagi Allah sampai kepada berhala-berhala mereka Orang musyrik menyediakan dari hasil tanaman dan binatang ternak mereka dua bagian: Satu bagian katanya untuk Allah dan bagian yang lain untuk berhala-berhala mereka. Bagian pertama mereka bagikan kepada fakir miskin dan amal sosial lainnya. Bagian kedua mereka bagikan kepada penjaga berhala-berhala itu. Jika bagian untuk berhala kekurangan, diambilkan dari bagian yang diperuntukkan kepada Allah, tetapi tidak boleh sebaliknya.. Betul-betul buruk peraturan mereka.Al-An'am:136
Seorang mukmin bisa saja berbuat dosa, tetapi tidak ada satu dosapun yang ditujukan untuk melawan Allah. Yang membuat kemusyrikan berbeda dari dosa lain adalah pengakuan bahwa ada tuhan lain selain Allah, dan dengan begitu berarti berbohong kepada Allah atas syahadat yang pernah diucapkan. Dengan demikian kemusyrikan adalah dosa terbesar karena tidak adanya penghormatan kepada Allah, Tuhan semesta alam.
Karenanya Allah menyebutkan dalam Al-Qur'an bahwa Dia akan mengampuni dosa apapun kecuali dosa syirik:
Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, tetapi Dia mengampuni dosa-dosa selain itu terhadap orang-orang yang dikehendaki-Nya. Siapa yang mempersekutukan Allah sesungguhnya dia telah membuat dosa yang sangat besar.An-Nisa:48
Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, yaitu mempersekutukan Dia dengan yang lain. Dia mengampuni dosa yang lain dari itu bagi orang-orang yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu, sesungguhnya ia telah sesat jalan sejauh-jauhnya.An-Nisa:116
Itulah sebabnya di dalam banyak ayat, Allah memperingatkan orang beriman untuk memerangi kemusyrikan supaya terhalang dari berbuat dosa besar ini. Al-Qur'an menjelaskan kemusyrikan secara terperinci:
Hai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis........At-Taubah:28
Pegang teguhlah semua yang diperintahkan Tuhan itu dengan setulus-tulusnya atas nama ibadah, tanpa menyekutukan apapun dengan Dia. Barangsiapa yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah, dia menghadapi kemusnahan, seolah-olah jatuh beserpihan dari langit, lalu disambar burung, atau hilang-lelas diterbangkan angin ke tempat yang jauh.Al-Hajj:31
Arahkanlah wawasanmu lurus-lurus kepada agama Allah, selaras dengan fitrah Fitrah: Ciptaan, kodrat jiwa, budi nurani. Maksudnya: bahwa rasa keagamaan, rasa pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa itu, adalah serasi dengan budi nurani manusia. Adapun manusia yang bertuhankan kepada yang lain-lain, adalah menyalahi sekali kodrat kejiwaannya sendiri kejiwaannya. Tidak ada sesuatu perobahan dalam ciptaan Allah tadi. Itulah agama yang lurus tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuiAr-Rum:30
Apakah engkau tidak perhatikan, bahwa kapal itu dapat berlayar di lautan karena Karunia Allah jua Karunia Allah di sini ialah Kodrat-Nya yang menundukkan lautan dan angin, supaya kapal-kapal layar dapat berlayar di lautan, untuk diperlihatkan-Nya kepadamu di antara tanda-tanda kekuasan-Nya. Dalam hal ini terdapat bukti-bukti kenyataan bagi semua orang yang sabar dan bersyukur.Luqman:31
Katakanlah kepada mereka hai Rasul: "Bahwasanya aku ini, adalah manusia seperti kamu juga. Namun kepadaku diwahyukan: "Bahwasanya Tuhanmu itu ialah Tuhan yang Maha Esa! Karena itu barangsiapa yang mengharapkan pertemuan dengan Tuhannya, hendaklah ia mengerjakan amal shalih, dan janganlah mempersekutukan seorangpun dengan Tuhan dalam peribadatan".Al-Kahfi:110
Hal apapun, baik itu makhluk hidup maupun benda mati, yang penyembah berhala anggap sebagai sekutu Allah, pada dasarnya sama sekali tidak mempunyai sifat ketuhanan.
Allah menyatakan di dalam Al-Qur'an bahwa sekutu-sekutu mereka itu sama sekali tidak dapat membahayakan ataupun memberi keuntungan kepada mereka. (Yunus:18), tidak dapat menciptakan apapun (Yunus:34, Al-A'raf:191), tidak dapat menolong siapapun bahkan diri sendiri (Al-A'raf:192), dan tidak dapat membimbing kepada jalan kebenaran (Yunus:35).
Kekuasaan, kemakmuran, dan kesejahteraan yang seseorang miliki adalah anugrah dari Allah yang dititipkan sebagai ujian. Karenanya takut kepada orang yang memiliki kekuasaan dan kemakmuran sama dengan menyekutukan Allah. Firman Allah:
Ingatlah, sesungguhnya semua Semua makhluk dalam kedudukannya menurut ketetapan Tuhan, ialah menyembah bukan yang disembah yang ada di langit dan di bumi ini dibawah kekuasaan Allah. Adapun orang-orang yang mencari sekutu selain dari pada Allah, untuk dijadikan pihak yang disembah, mereka tidak mengikuti suatu keyakinan, melainkan hanya prasangka belaka. Mereka hanya mengadu untung dengan kepalsuan.Yunus:66
Seseorang yang menyekutukan Allah akan menyesal pada akhirnya karena sekutu-sekutu ini akan menjerumuskan mereka kepada kesengsaraan abadi di akhirat kelak. Sekutu-sekutu ini pula yang membuat penyembah berhala memusuhi Allah. Karenanya pada hari Kiamat, keadaan para penyembah berhala ini dijelaskan sebagai berikut:
Dan ingatkanlah mereka akan suatu hari, di mana Kami mengumpulkan mereka semua Baik yang pernah berbuat kebaikan, maupun yang berdosa., lalu Kami katakan kepada mereka yang telah mempersekutukan Kami: "Diamilah tempat itu olehmu dan sekutu-sekutumu!" Lalu Kami pisah-pisahkan mereka. Berkatalah sekutu-sekutu mereka "Kamu sekali-kali tidak pernah menyembah kami". "Dan cukuplah Allah menjadi saksi antara kami dan kamu. Bahwa kami tidak tahu-menahu tentang penyembahanmu kepada kami itu". Di tempat perhisaban itulah masing-masing diri mengetahui berita acara dari apa yang telah dikerjakannya dahulu, dan mereka dikembalikan kepada Allah, Pelindung mereka yang sebenarnya. Dan selanjutnya sia-sialah angan-angan kosong Pembelaan berhala terhadap mereka di hadapan Tuhan yang pernah mereka harapkan.Yunus:28-30
Kemudian mereka ditanya: "Manakah berhala-berhala yang dahulu kamu persekutukan, di samping Allah itu?"Mereka menjawah: "Mereka telah meninggalkan kami dalam kesukaran. Sebenarnya kami dahulu tidak memuja apa-apa" Begitulah Allah membiarkan sesat orang-orang kafir.Al-Mukmin:73-74
Tetapi setelah mereka menghadapi Hukuman Kami, mereka berkata: "Kami hanya beriman kepada Allah saja dan kami menyangkal apa yang kami persekutukan dahulu!" Tetapi keimanan yang mereka dapatkan setelah menghadapi Hukuman Kami itu, tidaklah berguna. Demikianlah Hukum Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. Di situlah orang-orang kafir menjadi rugi.Al-Mukmin:84-85.

Jumat, Agustus 31, 2012

Bolehkah Kencing Sambil Berdiri?

Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan seluruh kaum muslimin yang senantiasa berpegang teguh pada sunnah Beliau sampai hari Kiamat.
An-Nasa’i rahimahullah menyebutkan di dalam kitabnya, Sunan an-Nasa’i, hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwasanya ia bercerita:

مَنْ حَدَّثَكُمْ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَالَ قَائِمًا
فَلاَ تُصَدِّقُوْهُ، مَا كَانَ يَبُوْلُ إِلاَّ جَالِسًا

“Siapa saja yang bercerita kepada kalian bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam buang air kecil sambil berdiri, maka janganlah percaya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah ang air, kecuali dalam posisi duduk (jongkok).” (Diriwayatkan oleh an-Nasa’i, no. 29 dan dishohihkan oleh al-Albani dalam Silsilah ash-Shohiihah, no. 201)
Apa yang diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ini adalah nafi (menafikan perbuatan itu), dan ia mengatakan demikian berdasarkan pengetahuannya.
Adapaun hadits yang diriwayatkan oleh Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu adalah sebaliknya, yaitu itsbat (menetapkan adanya perbuatan itu) dan ia telah menegaskan apa yang diketahuinya.
Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

أَتَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُبَاطَةَ قَوْمٍ فَبَالَ قَائِمًا

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi Subath (tempat buang sampah) suatu kaum, lalu beliau buang air kecil sambil berdiri.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 226)
Pada permasalahan seperti ini, itsbat harus didahulukan dari nafi. Sebab, orang yang mengetahui lebih dapat diterima dari pada orang yang tidak mengetahui. Ucapan Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu harus didahulukan dan dijadikan acuan dalam masalah ini.
Al-Hafidz rahimahullah mengatakan, “Diriwayatkan secara shohih dari ‘Umar, ‘Ali, Zaid bin Tsabit dan selainnya, bahwasanya mereka buang air sambil berdiri. Yang demikian itu menunjukkan bahwa perbuatan ini boleh dilakukan tanpa adanya kemakruhan di dalamnya jika aman dari percikannya. Wallahu a’lam. (Fat-hul Baari, I/330)
Selain itu, tidak ada satu pun riwayat yang shohih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang larangan kencing sambil berdiri. Adapun hadits tentang larangan kencing sambil berdiri yakni hadits yang bunyinya

يَا عُمَرُ لاَ تَبُلْ قَائِمًا

“Hai ‘Umar, janganlah kamu buang air kecil sambil berdiri.”
adalah hadits dho’if. Hadits ini diriwayatkan oleh ‘Abdurrozzaq, no. 15924; Ibnu Majah, no. 308; al-Hakim, no. 661 dan selainnya. Meskipun zhohir sanad hadits ini shohih dan bahkan para perawinya tsiqoh, namun riwayatnya cacat karena ‘an’anah, sebagaimana dijelaskan oleh al-Albani dalam adh-Dho’iifah, no. 934)
Kesimpulan
Sebagaimana yang disampaikan oleh al-Hafidz rahimahullah, “Boleh buang air kecil sambil berdiri tanpa dimakruhkan jika aman dari cipratannya.”

Sumber.

Ketika Sedang Sholat Sunnah, Tiba-Tiba Iqomah Dikumandangkan

OLYMPUS DIGITAL CAMERASegala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan seluruh kaum muslimin yang senantiasa berpegang teguh pada sunnah Beliau sampai hari Kiamat.
Pembaca yang dirohmati Allah Ta’ala, sering kali seorang Muslim mengerjakan sholat sunnah Rowatib atau sholat Tahiyatul Masjid sebelum sholat berjama’ah dimulai. Namun tiba-tiba muadzin mengumandangkan iqomah. Apakah yang harus ia lakukan? Melanjutkan sholat sunnahnya hingga salam ataukah segera memutus sholat sunnahnya dan mengikuti sholat wajib? Berikut ini sebagian hadits yang berkaitan dengan masalah ini dan juga jawaban untuk pertanyaan di atas. Semoga bermanfaat.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

إِذَا أُقِيْمَتِ الصَّلاَةُ فَلاَ صَلاَةَ إِلاَّ الْمَكْتُوْبَةُ

“Jika iqomat sholat telah dikumandangkan, maka tidak ada sholat selain sholat wajib.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 710)
Diriwayatkan dari Ibnu Buhainah radhiyallahu ‘anhu, ia bercerita,

أُقِيْمَتْ صَلاَةُ الصُّبْحِ،
فَرَأَى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلاً يُصَلِّي وَالْمُؤَذِّنُ يُقِيْمُ،
فَقَالَ: أَتُصَلِّي الصُّبْحَ أَرْبَعًا

“Iqomat sholat Shubuh telah dikumandangkan, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang laki-laki sedang mengerjakan sholat sementara muadzin mengumandangkan iqomah. Maka beliau berkata, “Apakah kamu akan mengerjakan sholat Shubuh empat rokaat?” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 663 dan Muslim, no. 711. Lafadz di atas adalah lafadz Muslim)
Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Sarjis, ia bercerita,

دَخَلَ رَجُلٌ الْمَسْجِدَ وَرَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيْ صَلاَةِ الْغَدَاةِ،
فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ فِيْ جَانِبِ الْمَسْجِدِ،
ثُمَّ دَخَلَ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ،
فَلَمَّا سَلَّمَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: يَا فُلاَنُ بِأَيِّ الصَّلاَتَيْنِ اعْتَدَدْتَ؟
أَبِصَلاَتِكَ وَحْدَكَ أَمْ بِصَلاَتِكَ مَعَنَا؟

“Seorang laki-laki masuk ke dalam masjid sementara Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam sedang mengerjakan sholat Shubuh. Lalu ia sholat dua rokaat di samping (serambi) masjid, kemudian ikut sholat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika selesai mengerjakan sholat, Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda: “Wahai Fulan, sholat manakah yang kamu inginkan? Sholat sendiri atau sholat bersama kami?”

Apakah ini berarti ketika mendengarkan iqomah, kita harus langsung memutus sholat sunnah kita?

Syaikh Husain bin Audah al-Awaisyah hafizhahullah mengatakan bahwa hal ini tidak berarti setiap orang yang sedang mengerjakan sholat harus memutus sholatnya ketika mendengar iqomah. Karena hal ini berbeda antara imam yang satu dengan imam yang lainnya, antara orang yang satu dengan orang yang lainnya.

Mungkin saja, seseorang berada dalam suatu keadaan yang jika ia melanjutkan sholat sunnahnya sampai selesai, ia tetap akan mendapati takbirotul ihrom untuk sholat wajibnya, sehingga ia tidak perlu memutus sholat sunnahnya. Atau bisa pula ketika itu ia berada pada pertengahan sholatnya, namun ia yakin bahwa imamnya akan menunggunya sambil meluruskan shof dan menutup celah. Pada konsisi ini, dianjurkan baginya untuk menyempurnakan sholat sunnahnya dengan mempercepatnya dan tidak merusaknya.

Maka dalam kondisi ini dan kondisi itu, tidak perlu memutus sholatnya. Adapun jika orang yang sedang mengerjakan sholat itu memperkirakan bahwa ia akan terluput dari takbirotul ikrom karena ia baru saja memulai sholat sunnahnya, atau karena imamnya terburu-buru memulai takbir tanpa merapikan shof, maka ia harus bergegas mengikuti sholat wajib dan meninggalkan sholat sunnahnya.

Syaikh Husain bin Audah al-Awaisyah hafizhahullah mengatakan, “Demikianlah penjelasan yang saya dengar dari guru kami, al-Albani rahimahullah.” (Eksiklopedi Fiqih Praktis, penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi’i, hal. 306)

Sumber.

Fatwa ulama– Menyambung dan Menambah Rambut Wanita (Wig / Sanggul / Konde)

1.Pertanyaan :
Apa hukumnya wanita yang menyambung rambutnya dengan rambut tambahan (wig/ sanggul/ konde) ?

Jawaban :
Alhamdulillah, kaum wanita diharamkan/dilarang menyambung rambut mereka dengan rambut tambahan(wig/sanggul, red) atau dengan benda lainnya yang menyerupai rambut. Berdasarkan dalil-dalil yang melarang hal tersebut. (“Hadits Asma binti Abu Bakar radiyallahu ‘anha, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam melaknat wanita yang menyambung rambutnya (dengan rambut palsu/konde) dan wanita yang minta disambungkan rambutnya (Muttafaqun ‘alaihi)“, red)
Dan disisi Allah-lah seluruh kesuksesan dan semoga Allah memberikan sholawat dan salam atas Nabi kita (Shalallahu `alaihu wasallam) dan keluarganya dan sahabatnya.
Komite Tetap untuk Riset Islam Dan Fatawa Saudi Arabia, Ketua : Syaikh ‘Abdul ‘Aziz Ibn Abdullah Ibn Baz, Wakil : Syaikh ‘Abdur-Razaq ‘ Afifi, Anggota : Syaikh ‘ Abdullah Ibn Ghudayyan. Fataawa al-Lajnah ad-Daimah lil-Buhuts al-’Ilmiyyah Wal-Iftaa Saudi Arabia,- Jilid 5, Halaman 193, Pertanyaan nomor 10 dari fatwa No. 9850; Fatawa wa Ahkaam fi Sya’r an-Nisaa-
 
2.Pertanyaan :
Bagaimana hukum mengenai seorang perempuan yang memakai rambut palsu (wig/sanggul/konde) dalam rangka mempercantik dirinya untuk suaminya?

Jawaban :
Memang masing-masing pasangan harus mempercantik dirinya (si pria) atau dirinya (si wanita) untuk pasangannya, dalam rangka menyenangkan pasangannya dan memperkuat perasaan (kasih/cinta, red) diantara keduanya.
Bagaimanapun, hal ini harus dilakukan dengan cara yang tercakup dalam batas syariah sehingga tidaklah terlarang. Adapun memakai rambut palsu (wig/sanggul/konde, red) adalah model yang diprakarsai wanita-wanita non-Muslim dan menjadi cara yang ngetrend/populer dalam upaya untuk mereka mempercantik diri. Jika wanita muslimah memakai dan mempercantik dirinya dengan itu, sekalipun hanya untuk (didepan, red) suaminya, maka dia sedang meniru wanita-wanita kafir dan Nabi telah melarangnya. Beliau berkata (Barangsiapa menyerupai satu kaum maka ia termasuk golongan mereka.)
Terlebih lagi, hal tersebut sama artinya “menyambung rambut palsu atas seseorang“. Nabi (Shalallaahu `alaihi wassallam) telah melarang perbuatan tersebut dan mengutuk orang yang melakukannya. (“Hadits Asma binti Abu Bakar radiyallahu ‘anha, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam melaknat wanita yang menyambung rambutnya (dengan rambut palsu/sanggul/konde) dan wanita yang minta disambungkan rambutnya (Muttafaqun ‘alaihi)“, red)
Dan disisi Allah-lah seluruh kesuksesan dan semoga Allah memberikan sholawat dan salam atas Nabi kita (Shalallahu `alaihu wasallam) dan keluarganya dan sahabatnya. (aa)
Komite Tetap untuk Riset Islam Dan Fatawa Saudi Arabia, Fatawa Al-Mar’ah

3.Pertanyaan:
Apakah diperbolehkan untuk seorang perempuan untuk menggunakan rambut palsu guna mempercantik dirinya untuksuami nya? Apakah ini termasuk dari larangan menyambung rambut ke rambut seseorang?

Jawaban :
Rambut palsu terlarang dan dikategorikan suatu model menyambung rambut ke rambut seseorang. Walaupun tidaklah sama persis, namun hal itu membuat rambut perempuan nampak lebih panjang dan menjadi mirip menyambung rambut. Nabi (Shalallaahu `alaihi wasallam) telah melaknat pekerja yang menyambung rambut demikian juga atas seseorang yang meminta disambungkan. (Hadits Asma binti Abu Bakar radiyallahu ‘anha, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam melaknat wanita yang menyambung rambutnya (dengan rambut palsu/konde) dan wanita yang minta disambungkan rambutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim dalam Shahih keduanya), red). Namun, jika seorang wanita tidak mempunyai rambut dikepalanya sama sekali, sebagai contoh, dia seorang yang botak, maka dia boleh menggunakan suatu rambut palsu untuk menutupi seluruh cacatnya, karena adanya pertimbangan diizinkan untuk menghilangkan cacat. Sebagai contoh, Nabi (Shalallaahu `alaihi wasallam) yang telah membolehkan seorang laki-laki yang mempunyai hidungnya terpotong dalam suatu pertempuran, untuk memakai hidung palsu emas. Kasusnya dapat lebih fleksibel dibanding itu. Yakni bisa juga meliputi permasalahan menjalani perawatan plastik (bedah plastik, red) untuk memperbaiki hidung yang kecil dan sebagainya. Bagaimanapun, proses mempercantik tidaklah sama halnya menghilangkan cacat. Jika masalahnya berkenaan penghilangan cacat, maka tidak ada kejelekan didalamnya, seperti ketika hidung bengkok dan perlu diluruskan atau menghilangkan tanda/tahi lalat. Tidak ada kejelekan dalam tindakan yang demikian. Akan tetapi, bukanlah termasuk menghilangkan cacat, seperti pembuatan tatoo (rajah) atau menghilangkan rambut alis mata, hal itu terlarang. (Allah melaknat wanita yang membuat tato, wanita yang minta dibuatkan tato, wanita yang mencabut alisnya, wanita yang minta dicabutkan alisnya, dan melaknat wanita yang mengikir giginya untuk tujuan memperindahnya, wanita yang merubah ciptaan Allah Azza wa Jalla.” (HR. Bukhari dan Muslim dari shahabat Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu), red). Penggunaan rambut palsu, walau dengan ijin dan persetujuan suami, adalah terlarang ijin atau persetujuan didalam berbagai hal yang Allah telah melarangnya. (aa) (Syaikh Ibn ‘Utsaimin, Fataawa Al-Mar’ah)

4.Pertanyaan :
Apa hukumnya jambul yang digunakan oleh sebagian wanita? Yaitu jambul rambut dari atas dahi yang dipintal beberapa helai kemudian dibiarkan terulur ke depan?

Jawaban:
Alhamdulillah, jika tujuan memakai jambul seperti itu untuk menyerupai wanita-wanita kafir dan sesat maka hukumnya jelas haram. Sebab tasyabbuh (meniru-niru) non muslim hukumnya haram. Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam : “Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka.”
Adapun jika tujuannya bukan untuk menyerupai mereka, namun hanya sebatas model yang sedang populer di kalangan wanita, maka menurut kami hal itu boleh, selama hal itu tergolong perhiasan yang dipakai untuk berhias diri di hadapan suami dan dapat menaikkan kedudukannya bila dipakai di hadapan teman-teman sebayanya. (Fatawa Lajnah Daimah V/181)

5.Pertanyaan :
Apa hukumnya wanita yang memendekkan rambutnya karena darurat, misalnya kaum wanita di kerajaan Inggris beranggapan bahwa mencuci rambut panjang adalah suatu hal yang sulit bagi mereka khususnya pada musim dingin, oleh karena itu mereka memendekkan rambut mereka.

Jawab:
Alhamdulillah, mereka dibolehkan memendekkan rambut sesuai kebutuhan jika kondisinya seperti yang diceritakan di atas tadi. Adapun jika mereka memotongnya dengan motif meniru wanita-wanita kafir tentu saja tidak dibolehkan. Berdasarkan hadits nabi yang berbunyi: “Barangsiapa menyerupai satu kaum maka ia termasuk golongan mereka.” (Fatawa Lajnah Daimah V/182)

6.Pertanyaan:
Isteriku mengeluh rambutnya banyak yang rontok dan telah dikatakan kepadanya untuk memendekkannya, hal ini akan mengurangi yang rontok (dari rambut). Apakah hal ini diperbolehkan ?

Jawaban :
Jika keadaannya seperti disebutkan, maka diperbolehkan (untuk memotong rambut menjadi pendek) karena hal ini akan mencegah kemudharatan lebih lanjut.
Dan disisi Allah-lah seluruh kesuksesan dan semoga Allah memberikan sholawat dan salam atas Nabi kita (Shalallahu `alaihu wasallam) dan keluarganya dan sahabatnya.
Komite Tetap untuk Riset Islam Dan Fatawa Saudi Arabia, Ketua : Syaikh ‘Abdul ‘Aziz Ibn Abdullah Ibn Baz, Wakil : Syaikh ‘Abdur-Razaq ‘ Afifi, Anggota : Syaikh ‘ Abdullah Ibn Ghudayyan, Anggota : Syaikh ‘ Abdullah Ibn Qu’ud. Fataawa al-Lajnah ad-Daimah lil-Buhuts al-’Ilmiyyah Wal-Iftaa Saudi Arabia,- Jilid 5, Halaman 182, Pertanyaan nomor 1 dari fatwa No. 6259; Fatawa wa Ahkaam fi Sya’r an-Nisaa- Pertanyaan 28, Halaman 33.

7.Pertanyaan :
Sebagian kaum wanita pergi ke salon untuk memperindah alis mata mereka. Lalu pekerja/perias salon itu mencukur atau menggunting sebagian bulu alisnya, bagaimanakah hukumnya?

Jawaban:
Alhamdulillah, menggunting bulu alis atau merapikannya dengan mencukur bagian-bagian tertentu untuk memperindah alis mata seperti yang dilakukan sebagian kaum wanita hukumnya haram. Karena hal itu termasuk mengubah ciptaan Allah dan mengikuti setan yang selalu memperdaya manusia supaya mengubah ciptaan Allah. Allah berfirman:
Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. [117] Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah syaitan yang durhaka, [118] yang dila`nati Allah dan syaitan itu mengatakan: “Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya), [119] dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (merubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merobahnya”. Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata. [QS An Nisaa: 116 - 119]
Diriwayatkan dalam Kitab Ash-Shahih (Al-Bukhari dan Muslim) dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu bahwa ia berkata: “Semoga Allah melaknat wanita-wanita yang mentatoo dirinya atau meminta ditattokan, yang mencukur bulu alisnya atau meminta dicukurkan, yang mengikir giginya supaya kelihatan indah dan mengubah ciptaan Allah.” Kemudian beliau berkata: “Mengapa aku tidak melaknat orang-orang yang telah dilaknat oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasaallam dalam Kitabullah, yakni firman Allah:
Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. [QS Al Hasyr: 7]. (Fatawa Lajnah Daimah V/179)

8.Pertanyaan :
Apa hukumnya wanita mengenakan sanggul/konde untuk berhias di hadapan suaminya?

Jawaban:
Alhamdulillah, suami maupun istri mesti berhias diri untuk pasangannya dengan perhiasan yang menambah rasa cinta dan memperkuat hubungan antara keduanya. Akan tetapi dalam koridor-koridor yang dibolehkan syariat Islam, bukan yang diharamkannya. Perhiasan yang disebut sanggul/konde itu pertama kali muncul dan populer di kalangan wanita non muslim yang mereka kenakan untuk berhias hingga menjadi ciri khas mereka. Memakainya untuk berhias meskipun di hadapan suaminya termasuk menyerupai wanita-wanita kafir. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam telah melarang hal itu. Beliau bersabda: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka.”
Dan juga sanggul tersebut digolongkan kepada hukum menyambung rambut, bahkan lebih berat dari itu. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam telah melarang hal tersebut dan melaknat pelakunya. (Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bahwa beliau bersabda : “Sesungguhnya Allah melaknat wanita-wanita yang menyambung rambutnya dan yang meminta disambungkan rambutnya, wanita-wanita yang bertatto dan yang meminta ditattokan untuknya.” HR Al-Bukhari no:5477). (Fatwa Lajnah Daimah V/191.)

Semir Rambut Selain Warna Hitam

Soal :
Apakah menyemir rambut yang beruban dengan selain warna hitam itu sunnah yang dianjurkan ataukah hanya sekedar boleh?
Jawab :
Ya, hukumnya sunnah yang dianjurkan karena Rasulullah Ssallallahu `alaihi wa sallam melihat jenggot ayah Abu Bakar sudah memutih, maka beliau mengatakan:
«غيروا هذا بشيء واجتنبوا السواد»
Rubahlah uban ini dengan sesuatu dan jauhilah warna hitam.”(1)
Maka merubah uban dengan selain warna hitam dengan daun pacar (hinna’), katam atau yang lainnya, hukumnya sunnah. Adapun dengan warna hitam maka dilarang dengan dalil perkataan Nabi shallallahu `alaihi wa sallam:
«يكون قوم في آخر الزمان يخضبون بالسواد كحواصل الحمام لا يريحون رائحة الجنة»
Akan datang di akhir zaman suatu kaum yang menyemir rambut mereka dengan warna hitam seperti perut burung, mereka tidak akan mencium bau surga.(2)”
Masalah lainnya, merubah dengan selain hitam yang menyerupai dan mengikuti orang kafir tidak boleh dan hendaknya dijauhi karena sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
«ومن تشبه بقوم فهو منهم»
Siapa yang menyerupai dengan suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka.”
(Al As’ilah Al Imaratiah, 6 Jumadil Awwal 1423 H)
(1) HR. Muslim 2/44 dan disebutkan Syaikh Muqbil Al Wadi’i rahimahullah di kitab Tahrim al Khidhab bis Sawad (Haramnya menyemir rambut dengan warna hitam) hal.42 sebagaimana terdapat dalam kitab Majmu`ah Rasail dan beliau membantah terhadap orang yang mengatakan bahwa perkataan ‘jauhi hitam’ itu mudraj.
(2)HR. Ahmad dan Abu Dawud sebagaimana di Silsilah Ash Shahihah Syaikh Al-Albani hal 41 jilid 3/446 dari hadist Ibnu Abbas dari jalan Abdul Karim Al Jazary dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas. Ibnul Jauzi telah keliru ketika beliau mengatakan bahwa Abdul Karim bukanlah Al Jazary tapi Ibnu Abi Mukhoriq, lalu dimasukkan ke Al-Maudhu`at. Yang benar hadits tersebut shahih, karena itu Syaikh Muqbil memasukkannya dalam kitab As-Shahihul Musnad)

Taubat (Tobat)

Allah berfirman dalam Hadits Qudsi : “Wahai anak Adam selama engkau masih berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, Aku ampuni engkau apa pun yang datang darimu dan aku tidak peduli. Wahai anak Adam walaupun dosa-dosamu mencapai batas langit kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku, Aku akan ampuni engkau dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, jika engkau mendatangi-Ku dengan sepenuh bumi dosa dan engkau tidak menyekutukan-Ku, maka Aku akan menemuimu dengan sepenuh itu pula ampunan.” (HR. Tirmidzi dan di Hasankan oleh beliau).

Pintu Taubat Belum Ditutup
Setelah kita mengetahui pada edisi yang lalu bahwa kematian adalah suatu kepastian, tidak bisa dimajukan dan tidak bisa dimundurkan dan semua telah tertulis dalam catatan takdir, maka seorang yang beriman tentu akan mempersiapkan diri untuk menyambut datangnya kematian itu.
Untuk itu perbanyaklah bertaubat kepada Allah Subhanahu wata’ala, wahai saudaraku kaum muslimin dan beramallah! Minta ampunlah kepada Allah dari dosa- dosa yang telah lalu dengan bertekad untuk menempuh hidup baru di jalan Allah Ta’ala. Allah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang akan menerima taubat hamba-Nya sebesar apa pun dosanya. Dalam sebuah hadits Qudsi yang diriwayatkan dari Anas bin malik dikatakan:
قَالَ الله تَبَارَكَ وَتَعَالَى: يَا بْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ مِنْكَ وَلاَ أُبَالِيْ. يَا بْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغْتَ ذُنُوْبَكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ وَلاَ أُبَالِيْ. يَا بْنَ آدَمَ لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ اْلأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيْتَنِيْ لاَ تُشْرِكُ بِيْ شَيْئًا َلأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً. (رواه الترمذي وحسنه)
Allah berfirman: Wahai anak Adam selama engkau masih berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, Aku ampuni engkau apa pun yang datang darimu dan aku tidak peduli. Wahai anak Adam walaupun dosa-dosamu mencapai batas langit kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku, Aku akan ampuni engkau dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, jika engkau mendatangi-Ku dengan sepenuh bumi dosa dan engkau tidak menyekutukan-Ku, maka Aku akan menemuimu dengan sepenuh itu pula ampunan. (HR. Tirmidzi –dan beliau menghasankannya).
Bertaubatlah! Dan janganlah putus asa dari rahmat Allah. Rahmat dan ampunan Allah lebih luas dari dosa-dosamu, Allah senang dengan taubat hamba-Nya dan mengatakan dengan kasih sayang-Nya:
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِيْنَ أَسْرَفُوْا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لاَ تَقْنَطُوْا مِنْ رَحْمَةِ اللهِ إِنَّ اللهَ يَغْفِرُ الذُنُوْبَ جَمِيْعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ. ]الزمر: 53[
Katakanlah: “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian putus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (az-Zumar: 53)
Jika telah datang kematian dan kita belum sempat bertaubat, maka jangan kita salahkan kecuali diri kita sendiri. Jika Allah mengadzabnya di alam kubur, maka Allah mengadzabnya dengan keadilan. Jika Allah menghimpitkan bumi ke tubuhnya, sehingga tulang-tulang rusuknya saling bersilangan, maka Allah menyiksanya dengan keadilan-Nya. Dan jika mereka merasakan kesengsaraan di padang Mahsyar dan tidak mendapatkan naungan Allah -pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya- maka itu adalah akibat perbuatan mereka sendiri. Dan ketika mereka diadzab di neraka, itu adalah karena kesalahan mereka sendiri. Allah tetap Maha Adil dan tidak berbuat dhalim kepada makhluk-Nya. Allah Subhanahu wata'ala berfirman:
قَالَ لاَ تَخْتَصِمُوْا لَدَيَّ وَقَدْ قَدَّمْتُ إِلَيْكُمْ بِالْوَعِيْدِ. مَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ وَمَآ أَنَا بِظَلاَّمٍ لِلْعَبِيْدِ. ]ق: 28-29[
Janganlah kalian bertengkar di hadapan-Ku, padahal sesungguhnya Aku dulu telah memberikan ancaman kepada kalian. Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah, dan Aku sama sekali tidak berbuat dhalim (menganiaya) terhadap hamba-hamba-Ku.” (Qaf: 28-29)
Allah Subhanahu wata'ala telah menurunkan kitab-kitab-Nya dan mengutus para Rasul-Nya. Allah telah memperingatkan manusia dengan kematian, Allah telah memperingatkan untuk bertaubat sebelum ajalnya tiba. Dan Allah telah mewasiatkan kepada kita untuk bertaqwa kepada-Nya dan jangan sampai kita mati kecuali dalam keadaan bertaqwa.
Kebaikan dan rahmat Allah telah dicurahkan, jalan dan rambu-rambu telah digariskan. Apa yang bermanfaat bagi mereka dan yang bermudharat bagi mereka telah Allah jelaskan. Maka barangsiapa yang menghendaki kebaikan ikutilah jalan dan rambu-rambu itu. Sedangkan barangsiapa yang menolaknya, berarti enggan untuk mendapatkan kebaikan yang kekal dan memilih kebinasaan.
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَة أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ: كُلُّ أُمَتِيْ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ إِلاَّ مَنْ أَبَى. فَقَالُوْا: وَمَنْ يَأْبَى يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: مَنْ أَطَاعَنِيْ دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى. (أخرجه البخاري)
Dari Abu Hurairah Radiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Seluruh umatku akan masuk ke dalam surga, kecuali yang enggan. Para shahabat bertanya: “Siapakah yang enggan wahai Rasulullah”. Beliau menjawab: “Barangsiapa yang mentaatiku, maka ia akan masuk surga. Dan barangsiapa yang bermaksiat kepadaku, maka dialah yang enggan. (HR. Bukhari)
Dengan demikian orang-orang yang enggan untuk masuk surga adalah mereka yang memilih kebinasaan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
لَقَدْ تَرَكْتُكُمْ عَلَى مِثْلِ الْبَيْضَاءِ لَيْلُهَا كَنَهَارِهَا لاَ يَزِيْغَ عَنْهَا إِلاَّ هَالِكٌ. (أخرجه ابن أبي عاصم في السنة)
Telah kutinggalkan bagi kalian petunjuk yang nyata. Malamnya seperti siangnya sama (terangnya), tidaklah menyimpang setelahku kecuali dia akan binasa.” (HR. Ibnu ‘Ashim dalam kitab “As-Sunnah”-nya)
Hanya orang yang sombonglah yang engan untuk masuk surga. Hanya manusia yang kejilah yang mengingkari kenikmatan Allah dan tidak mensyukurinya.
Saat Pintu Taubat Akan Ditutup
Ingatlah wahai saudaraku, kematian terus mendekat hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun; hal itu berarti pintu taubat semakin dekat untuk ditutup.
عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رضي الله عنهما عَنِ النَّبِيِّ إِنَّ اللهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ. (رواه الترمذي وقال حديث حسن)
Dari Abi Abdurrahman bin Abdillah bin Umar bin Khathab (semoga Allah meridhai keduanya) dari Nabi beliau bersabda: “Sesunguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama nyawa belum berada di kerongkongannya. (HR. Tirmidzi dan beliau katakan haditsnya hasan).
Dan beliau Shallallahu ‘alaihi wassalam juga bersabda:
مَنْ تَابَ قَبْلَ أَنْ يَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا تَابَ اللهُ عَلَيْهِ. (رواه مسلم)
Barangsiapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari arah barat, niscaya Allah akan menerima taubatnya.” (HR. Muslim)
Barangsiapa yang terlalu yakin umurnya akan panjang, maka dia akan kecewa. Barangsiapa yang merasa akan terus hidup dan tidak akan mati pasti dia akan merugi. Dan barangsiapa yang ingin hidup seribu tahun lagi, maka dialah Yahudi yang cinta dunia dan takut mati.
Allah Subhanahu wata'ala berfirman:
...يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهِ مِنَ الْعَذَابِ أَنْ يُعَمَّرَ وَاللهُ بَصِيْرٌ بِمَا يَعْمَلُوْنَ. ]البقرة: 96[
Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (alBaqarah: 96).
Dengan iman dan amal shalih-lah seharusnya kita menyongsong kematian ini dengan tenang, hingga kita akan dipanggil oleh Allah dengan ucapan:
يَآ أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ]27[ ارْجِعِيْ إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَّةً مَرْضِيَّةً. ]الفجر: 27-28[
Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Rabb-mu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. (al-Fajr: 27-28).
Lebih rinci Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda dalam riwayat dari al- Bara’ bin ‘Azib: “Sesungguhnya seorang hamba yang mukmin apabila dia menghadap kematian dan meninggalkan dunia, turunlah para malaikat kepadanya, seakan-akan wajah-wajah mereka bagaikan matahari. Mereka membawa kain kafan dan kapur barus dari surga, dan duduk di hadapannya sepanjang mata memandang. Kemudian datanglah malaikat maut hingga dia duduk di sisi kepalanya seraya berkata: “Wahai ruh yang baik, keluarlah engkau kepada ampunan Allah dan keridhaan-Nya”.
Beliau Shallallahu'alaihi wasallam melanjutkan kisahnya: “Maka keluarlah ruh tersebut, mengalir bagaikan aliran air dari bibir ceret (tempat air minum). Kemudian malaikat maut pun mengambil ruh tersebut. Dan ketika mengambilnya dia tidak membiarkannya di tangannya, bahkan mereka langsung mengambil dan memasukannya ke dalam kafan dan kapur barus yang mereka bawa. Keluarlah dari jiwa tersebut wewangian yang lebih harum dari misik yang terbaik di muka bumi ini”.
Beliau Shallallahu'alaihi wasallam melanjutkan: “Kemudian mereka membawa naik ruh tersebut ke atas. Tidaklah melewati sekelompok malaikat, kecuali mereka berkata: “Ruh siapakah yang harum ini?” Mereka menjawab: “Fulan bin Fulan”. Mereka menyebutkan dengan sebaik-baik nama yang dia dipanggil dengan nama tersebut di dunia sampai berakhir di pintu langit. Dan mereka minta untuk dibukakan untuknya, maka dibuka-kanlah pintu langit untuknya. Seluruh penduduk langit dari kalangan malaikat yang didekatkan mengantarkan ruh tersebut ke langit yang berikutnya. Demikianlah seterusnya sampai berakhir pada langit yang di atasnya Allah beristiwa’. Allah pun berfirman: “Tulislah catatan hamba-Ku di ‘Illiyin….”
Adapun tentang orang kafir Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya ketika orang kafir akan mati, turun kepadanya malaikat-malaikat dari langit dengan wajah-wajah yang hitam. Mereka membawa kain kafan, dan duduk sejauh mata memandang. Kemudian datanglah malakul maut dari sisi kepalanya seraya berkata: “Wahai jiwa yang jelek keluarlah menuju kemurkaan Allah dan kemarahan-Nya. Maka berpencarlah ruh itu di seluruh jasadnya (menolak untuk keluar –pent.) Kemudian dicabutlah ruhnya seperti dicabutnya duri dari bulu- bulu wol yang basah. Setelah (ruh itu) diambil, tidak dibiarkan di tangannya sekejap mata pun, hingga diletakkannya di kafan tadi yang mengeluarkan bau yang paling busuk di muka bumi. Kemudian mereka naik membawa ruh tersebut. Tidaklah mereka melewati sekelompok malaikat kecuali mereka berkata: “Siapakah ruh yang jelek ini?” Mereka menjawab: “Fulan bin Fulan” dengan disebutkan sejelek-jelek nama yang dia dipanggil di dunia sampai berakhir ke akhir langit dunia dan meminta untuk dibukakan langit, tetapi tidak dibukakan untuknya. Lalu Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam membacakan ayat Alllah Subhanahu wata'ala:
...لاَ تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلاَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ... ]الأعراف: 40[
…sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum… (al-A’raaf: 40)
Kemudian Allah berfirman: “Tulislah catatannya di Sijjin di bumi yang paling rendah”. Kemudian dilemparkan ruhnya dengan satu lemparan, kemudian Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam membacakan ayat Allah Subhanahu wata'ala:
وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ... ]الحج: 31[
…Barangsiapa mempersekutukan Allah dengan sesuatu, maka ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh… (al-Hajj: 31)
Maka kembalilah ruhnya ke jasadnya. Kemudian datanglah dua malaikat mendudukannya seraya bertanya: “Siapakah Rabb-mu?”. Ia menjawab: “Haah… haah… aku tidak tahu”. Keduanya bertanya lagi: “Siapakah orang yang diutus kepadamu?” Ia menjawab: “Haah… haah… aku tidak tahu”. Maka dikatakan oleh penyeru dari langit: “Dia berdusta. Hamparkanlah hamparan dari neraka, dan bukakanlah pintu ke neraka”. Maka sampailah kepadanya hawa panas api neraka…. (HSR. Imam Ahmad , Abu Dawud, Hakim, Nasa’i, Ibnu Hibban, dan Ibnu Majah)

Apa itu Sijjin dan Illiyin

Sijjin dan Illiyyin adalah dua kitab yang disebutkan dalam al-Qur'an surah Al-Tatfif. Sijjin merupakan kitab yang mencatat segala perbuatan orang-orang durhaka (Al-Tatfif [83]:7-8), sedangkan Illiyyin merupakan kitab yang mencatat segala perbuatan orang-orang berbakti, yang disaksikan malaikat-malaikat yang didekatkan kepada Allah (At-Tatfif [83]:18-19).
Ibnu Katsir berpendapat Sijjin merupakan "tempat kembali dan tempat tinggal orang-orang buruk", dan Illiyin adalah "tempat kembali orang-orang baik". Sijjin adalah bumi ketujuh, yang di dalamnya terdapat roh orang-orang kafir’, lalu Illiyyin adalah langit ketujuh di atasnya terdapat roh orang-orang mukmin’.

Sumber.

Mukjizat Nabi Muhammad SAW

Disini akan diuraikan sedikit tentang mukjizat Rasulullah saw. Sebenarnya banyak sekali mukjizat Beliau, karena memang seluruh kehidupan beliau adalah menakjubkan.

1. Bulan Terbelah

"Telah hampir saat (qiamat) dan telah terbelah bulan." (Quran, 54:1)"

Berita tentang terbelahnya bulan pada jaman Nabi saw banyak diriwayatkan oleh para Shahabat, sehingga hadis tentang terbelahnya bulan adalah hadis Muthawatir.

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Masud: "Pada masa hidup Nabi saw, bulan terbelah dua dan melihat ini Nabi saw bersabda: "Saksikanlah!"
(Sahih Bukhari, juz 4 no 830)"

Diriwayatkan oleh Anas: "Ketika orang-orang Mekah meminta Rasulullah saw untuk menunjukkan mukjizat, maka Nabi menunjukkan bulan yang terbelah."
(Sahih Bukhari, juz 4 no 831)"

Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas: "Bulan terbelah menjadi dua pada masa hidup Nabi saw." (Sahih Bukhari, juz 4 no 832)"

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik: "Orang-orang Mekah meminta Nabi saw untuk menunjukkan sebuah mukjizat. Maka Beliau menunjukkan bulan yang terbelah menjadi dua bagian, sehingga gunung Hira' itu dapat mereka lihat diantara dua belahannya."
(Sahih Bukhari, juz 5 no 208)"

Diriwayatkan oleh 'Abdullah: "Diwaktu kami bersama-sama Rasulullah saw di Mina, maka terbelah bulan, lalu sebelahnya berlindung dibelakang gunung, maka sabda Rasulullah saw: "Saksikanlah!" Saksikanlah!"
(Sahih Bukhari, juz 5 no 209)"

Diriwayatkan oleh 'Abdullah bin 'Abbas: "Pada masa hidup Nabi saw bulan terbelah menjadi dua." (Sahih Bukhari, juz 5 no 210)"

Diriwayatkan oleh 'Abdullah: "Bulan terbelah menjadi dua." (Sahih Bukhari, juz 5 no 211)"

Lihat juga di : (Sahih Bukhari, juz 6 no 350) (Sahih Bukhari, juz 6 no 387) (Sahih Bukhari, juz 6 no 388) (Sahih Bukhari, juz 6 no 389) (Sahih Bukhari, juz 6 no 390) (Sahih Bukhari, juz 6 no 391) (Sahih Muslim, Kitab Sifat Al-Qiyamah wa'l Janna wa'n-Nar juz 039 no 6721) (Sahih Muslim, Kitab Sifat Al-Qiyamah wa'l Janna wa'n-Nar juz 039 no 6724) (Sahih Muslim, Kitab Sifat Al-Qiyamah wa'l Janna wa'n-Nar, juz 039 no 6725) (Sahih Muslim, Kitab Sifat Al-Qiyamah wa'l Janna wa'n-Nar, juz 039 no 6726) (Sahih Muslim, Kitab Sifat Al-Qiyamah wa'l Janna wa'n-Nar juz 039 no 6728) (Sahih Muslim, Kitab Sifat Al-Qiyamah wa'l Janna wa'n-Nar juz 039 no 6729) (Sahih Muslim, juz 039 no 6730)

2. Pohon kurma berbuah seketika

Diriwayatkan oleh Jabir:

Sewaktu Bapakku meninggal, ia masih mempunyai utang yang banyak. Kemudian, aku mendatangi Rasulullah saw untuk melaporkan kepada Beliau mengenai utang bapakku. Aku berkata kepada Rasulullah: Ya Rasulullah, bapakku telah meninggalkan banyak hutang. Aku sendiri sudah tidak mempunyai apa-apa lagi kecuali yang keluar dari pohon kurma. Akan tetapi pohon kurma itu sudah dua tahun tidak berbuah. Hal ini sengaja aku sampaikan kepada Rasulullah agar orang yang memiliki piutang tersebut tidak berbuat buruk kepadaku. Kemudian Rasulullah mengajakku pergi ke kebun kurma. Sesampainya disana beliau mengitari pohon kurmaku yang dilanjutkan dengan berdo'a. Setelah itu beliau duduk seraya berkata kepadaku, "Ambillah buahnya." Mendengar perintah Rasulullah saw tersebut, aku langsung memanjat pohon kurma untuk memetik buahnya yang tiba-tiba berbuah. Buah kurma itu kupetik sampai cukup jumlahnya untuk menutupi utang bapakku, bahkan sampai lebih. (Sahih Bukhari Juz 4 no 780)

3. Air memancar dari sela-sela jari Beliau saw

Diriwayatkan oleh 'Abdullah:

"Dalam pandangan kami mukjizat adalah anugerah Allah, tetapi dalam pandangan kalian mukjizat adalah peringatan. Suatu ketika kami menyertai Rasulullah saw dalam sebuah perjalanan dan kami nyaris kehabisan air. Nabi saw bersabda: "Bawalah kemari air yang tersisa!" orang-orang membawa kantung yang berisi sedikit air. Nabi saw memasukkan telapak tangannya kedalam kantung itu dan berkata, "Mendekatlah pada air yang diberkahi dan ini berkah dari Allah." Aku melihat air memancar dari sela-sela jemari tangan Rasulullah saw." (Sahih Bukhari, juz 5 no 779).

Diriwayatkan oleh Anas:

"Semangkuk air dibawa kehadapan Nabi saw di Al Zawra. Nabi saw memasukkan kedua telapak tangannya kedalam mangkok itu dan air memancar dari jari-jemarinya. Semua orang berwudhu dengan air itu. Qatadah berkata kepada Anas, "Berapa orang yang hadir pada waktu itu?" Anas menjawab, "Tiga ratus orang atau mendekati tiga ratus orang."
(Sahih Bukhari, juz 4 no 772).
Lihat juga : (Sahih Bukhari juz 4 no 777) (Sahih Bukhari juz 1 no 340)

4. Makanan Nabi Mengagungkan Nama Allah

Diriwayatkan oleh Abdullah:

"Sesungguhnya kami mendengar makanan yang dimakan Rasulullah saw mengagungkan nama Allah." (Sahih Bukhari, juz 5 no 779).

5. Hujan Lebat dan Banjir

Diriwayatkan oleh Anas:

Pernah lama Madinah tidak turun hujan, sehingga terjadilah kekeringan yang bersangatan. Pada suatu hari Jum'at ketika Rasulullah saw sedang berkotbah Jum'at, lalu berdirilah seorang Badui dan berkata: "Ya Rasulullah, telah rusak harta benda dan lapar segenap keluarga, doakanlah kepada Allah agar diturunkan hujan atas kita. Berkata Anas : Mendengar permintaan badui tersebut, Rasulullah mengangkat kedua tangannya kelangit (berdo'a). Sedang langit ketika itu bersih, tidak ada awan sedikitpun. Tiba-tiba berdatanganlah awan tebal sebesar-besar gunung. Sebelum Rasulullah saw turun dari mimbarnya, hujan turun dengan selebat-lebatnya, sehingga Rasulullah saw sendiri kehujanan, air mengalir melalui jenggot Beliau. Hujan tidak berhenti sampai Jum'at yang berikutnya, sehingga kota Madinah mengalami banjir besar, rumah-rumah sama terbenam. Maka datang Orang Badui berkata kepada Rasulullah saw: Ya Rasulullah, sudah tenggelam rumah-rumah, karam segala harta benda. Berdo'alah kepada Allah agar hujan diberhentikan diatas kota Madinah ini, agar hujan dialihkan ketempat yang lain yang masih kering. Rasulullah saw kemudian menengadahkan kedua tangannya ke langit berdo'a: Allahuma Hawaaliinaa Wa laa Alainaa (Artinya: Ya Allah turunkanlah hujan ditempat-tempat yang ada disekitar kami, jangan atas kami). Berkata Anas: Diwaktu berdo'a itu Rasulullah saw menunjuk dengan telunjuk beliau kepada awan-awan yang dilangit itu, seakan-akan Beliau mengisyaratkan daerah-daerah mana yang harus didatangi. Baru saja Rasulullah menunjuk begitu berhentilah hujan diatas kota Madinah.
(Sahih Bukhari, juz 8 no 115).

6. Sakit mata Ali sembuh dengan dengan hanya ditiup dan dido'akan oleh Rasulullah saw

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Kitab shahihnya, bahwa Rasulullah saw bersabda pada saat peristiwa penaklukkan Khaibar :

"Esok hari aku (Nabi saw) akan memberikan bendera kepada seorang yang akan diberikan kemenangan oleh Allah swt melalui tangannya, sedang ia mencintai Allah dan Rasulnya, dan Allah dan Rasulnya mencintainya".

Maka semua orangpun menghabiskan malam mereka seraya bertanya-tanya didalam hati, kepada siapa diantara mereka akan diberi bendera itu. Hingga memasuki pagi harinya masing-masing mereka masih mengharapkannya. Kemudian Rasulullah saw bertanya: "Kemana Ali?" lalu ada yang mengatakan kepada beliau bahwa Ali sedang sakit kedua matanya. Lantas Rasulullah saw meniup kedua mata Ali seraya berdoa untuk kesembuhannya. Sehingga sembuhlah kedua mata Ali seakan-akan tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Lalu Rasulullah saw memberikan bendera itu kepadanya. (Sahih Bukhari).

7. Dua Sahabat Nabi saw dibimbing oleh cahaya

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik:

Ada dua orang sahabat Nabi saw meninggalkan Nabi saw. Ditengah malam yang gelap gulita keduanya berjalan dengan ada dua sinar yang menerangi perjalanan keduanya yang ada di depannya. Tatkala keduanya berpisah diperempatan jalan, masing-masing setiap orang ditemani sebuah sinar yang membimbing mereka pulang ke rumah."
(Sahih Bukhari juz 1 no 454).

8. Mimbar menangis

Diriwayatkan oleh Ibn Umar:

Rasulullah saw naik keatas mimbar dan berkotbah. Sedang Rasulullah saw berkotbah, Rasulullah saw mendengar mimbar itu menangis seperti tangisan anak kecil, sehingga seakan-akan mimbar itu mau pecah. Lalu Rasulullah saw turun dari mimbar dan merangkul mimbar itu sehingga tangisnya berkurang sampai mimbar itu diam sama sekali. Rasulullah saw berkata: "Mimbar itu menangis mendengar ayat-ayat Allah dibacakan diatasnya."
(Sahih Bukhari juz 4 no 783).

9. Mayat seorang murtad tidak diterima oleh Bumi

Diriwayatkan daripada Anas bin Malik r.a katanya:

Di antara kami ada seorang lelaki dari Bani Najjar, dia telah membaca surah al-Baqarah dan surah Ali Imran serta selalu menulis untuk Rasulullah s.a.w, lalu dia melarikan diri untuk bersama-sama Ahli Kitab. Anas berkata: Ahli Kitab menyanjungnya. Mereka berkata: Lelaki ini telah menulis untuk Muhammad menyebabkan mereka mengkaguminya. Setelah beberapa ketika bersama-sama Ahli Kitab, lelaki tersebut meninggal dunia. Ahli Kitab menggali kubur dan mengkebumikannya. Bumi memuntahkannya ke permukaan. Mereka menggali lagi dan mengkebumikannya semula. Namun bumi tetap memuntahkan lelaki tersebut ke permukaan. Mereka menggali dan mengkebumikannya lagi. Bumi tetap memuntahkannya semula ke permukaan. Akhirnya mereka membiarkannya di permukaan bumi (Sahih Bukhari juz 4 no 814).

10. Srigala berbicara

(Sahih Bukhari Juz 3 no 517).

11. Isra' Miraj Nabi saw

Dari Anas bin Malik r.a katanya:

Rasulullah s.a.w bersabda: Aku telah dibawakan Buraq, yaitu seekor binatang yang berwarna putih, lebih besar dari himar tetapi lebih kecil dari bighal. Ia merendahkan tubuhnya sehingga perut buraq tersebut menyentuh bumi. Baginda bersabda lagi: Tanpa membuang waktu, aku menungganginya sehingga sampai ke Baitul Maqdis. Baginda bersabda lagi: Aku mengikatnya pada tiang masjid sebagaimana yang biasa dilakukan oleh para Nabi. Baginda bersabda lagi: Kemudian aku masuk ke dalam masjid dan mendirikan shalat dua rakaat. Setelah selesai aku keluar, tiba-tiba aku didatangi Jibril a.s. dengan semangkuk arak dan semangkuk susu. Aku memilih susu. Lalu Jibril a.s berkata: Engkau telah memilih fitrah. Lalu Jibril a.s membawaku naik ke langit. Ketika Jibril a.s meminta agar dibukakan pintu, kedengaran suara bertanya: Siapakah engkau? Dijawabnya: Jibril. Jibril a.s ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Jibril a.s menjawab: Muhammad. Jibril a.s ditanya lagi: Adakah dia telah diutus? Jibril a.s menjawab: Ya, dia telah diutus. Lalu dibukakan pintu kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Nabi Adam a.s, beliau menyambutku serta mendoakan aku dengan kebaikan. Seterusnya aku dibawa naik ke langit kedua. Jibril a.s meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi: Siapakah engkau? Dijawabnya: Jibril. Jibril a.s ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Jibril a.s menjawab: Muhammad. Jibril a.s ditanya lagi: Adakah dia telah diutus? Jibril a.s menjawab: Ya, dia telah diutus. Pintu pun dibukakan kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Isa bin Mariam dan Yahya bin Zakaria, mereka berdua menyambutku dan mendoakan aku dengan kebaikan. Aku dibawa lagi naik langit ketiga. Jibril a.s meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi: Siapakah engkau? Dijawabnya: Jibril. Jibril a.s ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Jibril a.s menjawab: Muhammad. Jibril a.s ditanya lagi: Adakah dia telah diutus? Jibril a.s menjawab: Ya, dia telah diutus. Pintu pun dibukakan kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Nabi Yusuf a.s ternyata dia telah dikaruniai kedudukan yang sangat tinggi. Dia menyambut aku dan mendoakan aku dengan kebaikan. Aku dibawa lagi naik ke langit keempat. Jibril a.s meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi: Siapakah engkau? Dijawabnya: Jibril. Jibril a.s ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Jibril a.s menjawab: Muhammad. Jibril a.s ditanya lagi: Adakah dia telah diutus? Jibril a.s menjawab: Ya, dia telah diutus. Pintu pun dibukakan kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Nabi Idris a.s dia terus menyambutku dan mendoakan aku dengan kebaikan. Allah s.w.t berfirman: Dan kami telah menganggkat ke tempat yang tinggi darjatnya. Aku dibawa lagi naik ke langit kelima. Jibril a.s meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi: Siapakah engkau? Dijawabnya: Jibril. Jibril a.s ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Jibril a.s menjawab: Muhammad. Jibril a.s ditanya lagi: Adakah dia telah diutus? Jibril a.s menjawab: Ya, dia telah diutus. Pintu pun dibukakan kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Nabi Harun a.s dia menyambutku dan mendoakan aku dengan kebaikan. Aku dibawa lagi naik ke langit keenam. Jibril a.s meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi: Siapakah engkau? Dijawabnya: Jibril. Jibril a.s ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Jibril a.s menjawab: Muhammad. Jibril a.s ditanya lagi: Adakah dia telah diutus? Jibril a.s menjawab: Ya, dia telah diutus. Pintu pun dibukakan kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Nabi Musa a.s dia menyambutku dan mendoakan aku dengan kebaikan. Aku dibawa lagi naik ke langit ketujuh. Jibril a.s meminta supaya dibukakan. Kedengaran suara bertanya lagi: Siapakah engkau? Dijawabnya: Jibril. Jibril a.s ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Jibril a.s menjawab: Muhammad. Jibril a.s ditanya lagi: Adakah dia telah diutus? Jibril a.s menjawab: Ya, dia telah diutus. Pintu pun dibukakan kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Nabi Ibrahim a.s dia sedang berada dalam keadaan menyandar di Baitul Makmur. Begitu luasnya setiap hari dimasuki tujuh puluh ribu malaikat, yang setelah keluar mereka tidak kembali masuk. Kemudian aku dibawa ke Sidratul Muntaha. Daun-daunnya besar umpama telinga gajah manakala buahnya pula sebesar tempayan. Baginda bersabda: Ketika perintah Allah memenuhi Sidratul Muntaha maka Sidratul Muntaha berubah. Tidak seorang pun dari makhluk Allah yang mampu menggambarkan keindahannya. Lalu Allah s.w.t memberikan wahyu kepada baginda dengan mewajibkan shalat lima puluh waktu sehari semalam. Tatakala baginda turun dan bertemu Nabi Musa a.s, dia bertanya: Apakah yang telah diwajibkan oleh Tuhanmu kepada umatmu? Baginda bersabda: Shalat lima puluh waktu. Nabi Musa a.s berkata: Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan karena umatmu tidak akan mampu melaksanakannya. Aku pernah mencoba Bani Israil dan memberitahu mereka. Baginda bersabda: Baginda kemudian kembali kepada Tuhan dan berkata: Wahai Tuhanku, berilah keringanan kepada umatku. Lalu Allah s.w.t mengurangi lima waktu shalat. Baginda kembali kepada Nabi Musa a.s dan berkata: Allah telah mengurangi lima waktu shalat dariku. Nabi Musa a.s berkata: Umatmu masih tidak mampu melaksanakannya. Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan lagi. Baginda bersabda: Aku pulang pergi antara Tuhan dan Nabi Musa a.s, sampai Allah s.w.t berfirman: Wahai Muhammad! Sesungguhnya aku fardukan hanyalah lima waktu sehari semalam. Setiap shalat fardu mendapat sepuluh kelipatan pahala, maka lima waktu shalat sama dengan lima puluh shalat. Barangsipa berniat untuk melakukan kebaikan tetapi tidak melakukannya, niscaya akan dicatat baginya satu kebaikan. Jika dia melaksanakannya, maka
dicatat sepuluh kebaikan baginya. Sebaliknya Barangsiapa yang berniat ingin melakukan kejahatan, tetapi tidak melakukannya, niscaya tidak sesuatu pun dicatat baginya. Seandainya dia mengerjakannya, maka dicatat sebagai satu kejahatan baginya. Baginda turun hingga sampai kepada Nabi Musa a.s, lalu aku memberitahu kepadanya. Dia masih lagi berkata: Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan. Baginda menyahut: Aku terlalu banyak berulang-ulang menghadap Tuhan, sehingga aku merasa malu kepadaNya.
(Sahih Bukhari 5 no 227).

12. Berhala-berhala runtuh dengan hanya ditunjuk oleh Rasulullah saw

Diriwayatkan daripada Abdullah bin Mas'ud r.a katanya:

Ketika Nabi s.a.w memasuki Mekah terdapat sebanyak tiga ratus enam puluh buah berhala di persekitaran Kaabah. Lalu Nabi s.a.w meruntuhkannya dengan menggunakan tongkat yang berada di tangannya seraya bersabda: Bermaksud: Telah datang kebenaran dan musnahlah kebatilan karena sesungguhnya kebatilan itu, adalah sesuatu yang pasti musnah. Bermaksud: Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan bermula dan tidak akan berulang. Ibnu Abu Umar menambah: Peristiwa itu terjadi pada masa pembukaan Kota Mekah.
(Sahih Bukhari, kitab Jihad)

13. Makanan sedikit dimakan banyak orang

Diriwayatkan daripada Jabir bin Abdullah r.a katanya:

Semasa parit Khandak digali, aku melihat keadaan Rasulullah s.a.w dalam keadaan sangat lapar. Maka akupun segera kembali ke rumahku dan bertanya kepada isteriku, apakah engkau mempunyai sesuatu (makanan)? Kerana aku melihat Rasulullah s.a.w tersangat lapar. Isteriku mengeluarkan sebuah beg yang berisi satu cupak gandum, dan kami mempunyai seekor anak kambing dan beberapa ekor ayam. Aku lalu menyembelihnya, manakala isteriku menumbuk gandum. Kami sama-sama selesai, kemudian aku memotong-motong anak kambing itu dan memasukkannya ke dalam kuali. Apabila aku hendak pergi memberitahu Rasulullah s.a.w, isteriku berpesan: Jangan engkau memalukanku kepada Rasulullah s.a.w dan orang-orang yang bersamanya. Aku kemudiannya menghampiri Rasulullah s.a.w dan berbisik kepada Baginda: Wahai Rasulullah! Kami telah menyembelih anak kambing kami dan isteriku pula menumbuk satu cupak gandum yang ada pada kami. Karena itu, kami menjemput baginda dan beberapa orang bersamamu. Tiba-tiba Rasulullah s.a.w berseru: Wahai ahli Khandak! Jabir telah membuat makanan untuk kamu. Maka kamu semua dipersilakan ke rumahnya. Rasulullah s.a.w kemudian bersabda kepadaku: Jangan engkau turunkan kualimu dan jangan engkau buat roti adonanmu sebelum aku datang. Aku pun datang bersama Rasulullah s.a.w mendahului orang lain. Aku menemui isteriku. Dia mendapatiku lalu berkata: Ini semua adalah karena kamu, aku berkata bahawa aku telah lakukan semua pesananmu itu. Isteriku mengeluarkan adonan roti tersebut, Rasulullah s.a.w meludahinya dan mendoakan keberkatannya. Kemudian Baginda menuju ke kuali kami lalu meludahinya dan mendoakan keberkatannya. Setelah itu Baginda bersabda: Sekarang panggillah pembuat roti untuk membantumu dan cedoklah dari kualimu, tapi jangan engkau turunkannya. Ternyata kaum muslimin yang datang adalah sebanyak seribu orang. Aku bersumpah demi Allah, mereka semua dapat memakannya sehingga kenyang dan pulang semuanya. Sementara itu kuali kami masih mendidih seperti sediakala. Demikian juga dengan adonan roti masih tetap seperti asalnya. Sebagaimana kata Ad-Dahhak: Masih tetap seperti asalnya.
(Sahih Bukhari, Muslim, kitab Minuman).

14. Sepotong hati kambing cukup untuk 130 orang

Diriwayatkan daripada Abdul Rahman bin Abu Bakar r.a katanya

Kami dengan sejumlah seratus tiga puluh orang sedang bersama Nabi s.a.w. Nabi s.a.w bertanya: Adakah salah seorang di antara kamu mempunyai makanan? Didapati ada seorang yang mempunyai kira-kira satu gantang gandum atau seumpamanya, lalu diadunkannya. Kemudian datang seorang lelaki tinggi dan kusut rambutnya membawa kambing-kambing untuk dijual. Nabi s.a.w bertanya: Adakah ianya untuk dijual atau dihadiahkan? Lelaki itu menjawab: Tidak! Bahkan ianya untuk dijual! Maka dibeli daripadanya seekor kambing. Setelah disembelih, Rasulullah s.a.w memerintahkan supaya diambil hatinya untuk dipanggang. Dia (Abdul Rahman bin Abu Bakar) berkata: Demi Allah! Setiap seratus tiga puluh orang itu, kesemuanya mendapat sepotong hati kambing daripada Rasulullah s.a.w. Jika orang itu ada bersama, maka Rasulullah s.a.w memberikannya. Jika sebaliknya, Rasulullah s.a.w menyimpan untuknya. Makanan itu dibagikan kepada dua talam. Kami makan dari kedua talam itu sehingga kenyang. Lebihan yang terdapat pada kedua talam tersebut dibawa ke atas unta atau mungkin juga riwayatnya begitu.
(Sahih Bukhari, Muslim, kitab Minuman).

15. Susu dan kencing unta menyembuhkan penyakit

Diriwayatkan daripada Anas bin Malik r.a katanya:

Sesungguhnya beberapa orang dari daerah Urainah datang ke Madinah untuk menemui Rasulullah s.a.w mereka telah mengidap sakit perut yang agak serius. Lalu Rasulullah s.a.w bersabda kepada mereka: Sekiranya kamu mau, keluarlah dan carilah unta sedekah, maka kamu minumlah susu dan air kencingnya. Lalu mereka meminumnya, dan ternyata mereka menjadi sehat. Kemudian mereka pergi kepada sekumpulan pengembala lalu mereka membunuh pengembala yang tidak berdosa itu dan mereka telah menjadi murtad (keluar dari Islam.) Mereka juga telah melarikan unta milik Rasulullah s.a.w, kemudian peristiwa itu diceritakan kepada Rasulullah s.a.w. Lalu baginda memerintahkan kepada para Sahabat agar menangkap mereka. Setelah ditangkap lalu mereka dihadapkan kepada baginda s.a.w. Maka Rasulullah s.a.w pun memotong tangan dan kaki serta mencungkil mata mereka. Kemudian baginda membiarkan mereka berada di al-Harrah (sebuah daerah di Madinah yang terkenal penuh dengan batu hitam) sehingga mereka meninggal dunia.
(Sahih Bukhari, Muslim, kitab qishas dan diyat).

16. Roti sedikit cukup untuk orang banyak

Diriwayatkan daripada Anas bin Malik r.a katanya:

Abu Talhah telah berkata kepada Ummu Sulaim: Aku mendengar suara Rasulullah s.a.w begitu lemah. Tahulah aku baginda dalam keadaan lapar. Apakah engkau mempunyai sesuatu? Ummu Sulaim menjawab: Ya! Kemudiannya dia menghasilkan beberapa buku roti dari gandum dan setelah itu, mengambil kain tudungnya dan membungkus roti itu dengan separuh kain tudung, lalu disisipkan di bawah bajuku, sedangkan yang separuh lagi diselendangkan kepadaku. Selepas itu pula dia menyuruhku pergi ke tempat Rasulullah s.a.w. Akupun berangkat membawa roti yang dibungkus kain tudung itu. Aku mendapatkan Rasulullah s.a.w yang sedang duduk di dalam masjid bersama orang-ramai dan berada di sisi mereka. Rasulullah s.a.w bertanya: Abu Talhah yang mengutusmu? Aku menjawab: Ya, benar! Rasulullah s.a.w bertanya lagi: Untuk makanan? Aku menjawab: Ya! Rasulullah s.a.w bersabda kepada orang-ramai yang bersama baginda: Bangunlah kamu sekalian! Rasulullah s.a.w lalu berangkat diiringi para sahabat dan aku berjalan di antara mereka untuk segera memberitahu Abu Talhah. Maka Abu Talhah berkata: Wahai Ummu Sulaim! Rasulullah s.a.w telah datang bersama orang yang ramai, padahal kita tidak mempunyai makanan yang mencukupi untuk mereka. Dia menjawab: Allah dan RasulNya lebih tahu. Lalu Abu Talhah menjemput Rasulullah s.a.w dan Rasulullah s.a.w pun masuk bersamanya. Rasulullah s.a.w bersabda: Bawakan ke sini apa yang ada di sisimu wahai Ummu Sulaim! Ummu Sulaim terus membawa roti tersebut kepada baginda kemudian memerah bekas lemaknya untuk dijadikan lauk dimakan dengan roti. Kemudian Rasulullah s.a.w mendoakan makanan itu. Setelah itu baginda bersabda: Izinkan sepuluh orang masuk! Abu Talhah memanggil sepuluh orang Sahabat. Mereka makan sehingga kenyang kemudian keluar. Rasulullah s.a.w menyambung: Biarkan sepuluh orang lagi masuk. Sepuluh orang berikutnya pun masuk dan makan sehingga kenyang lalu keluar. Rasulullah s.a.w kemudian bersabda lagi: Suruhlah sepuluh orang lagi masuk. Demikian berlaku terus-menerus sehingga semua orang dapat makan hingga kenyang, padahal jumlah mereka adalah lebih kurang tujuh puluh atau delapan puluh orang.
(Sahih Bukhari, Muslim, kitab Minuman).

17. Doa untuk Anas bin Malik

Diriwayatkan daripada Anas r.a daripada Ummu Sulaim katanya:

Wahai Rasulullah! Aku menjadikan Anas sebagai khadammu, tolonglah berdoa untuknya. Rasulullah s.a.w pun berdoa: Ya Allah, banyakkanlah harta dan anaknya dan berkatilah apa yang diberikan kepadanya.

Berkata Anas: "Demi Allah, harta bendaku memang banyak dan anak begitu juga anak dari anakku memang banyak sekali dan sekarang sudah berjumlah lebih dari 100 orang.
(Sahih Bukhari, Muslim, kitab kelebihan para sahabat).

18. Makanan yang dimakan tidak berkurang justru bertambah tiga kali lipat

Diriwayatkan daripada Abdul Rahman bin Abu Bakar r.a katanya

Mereka yang disebut Ashaab As-Suffah adalah orang-orang miskin. Rasulullah s.a.w pernah bersabda suatu ketika: Siapa mempunyai makanan untuk dua orang, dia hendaklah mengajak orang yang ketiga dan sesiapa mempunyai makanan untuk empat orang, dia hendaklah mengajak orang kelima, keenam atau seperti diriwayatkan dalam Hadis lain. Abu Bakar r.a datang dengan tiga orang. Nabi pula pergi dengan sepuluh orang dan Abu Bakar dengan tiga orang yaitu aku, ibu dan bapaku. Tetapi aku tidak pasti adakah dia berkata: Isteriku dan khadamku berada di antara rumah kami dan rumah Abu Bakar. Abdul Rahman berkata lagi: Abu Bakar makan malam bersama Nabi s.a.w dan terus berada di sana sehinggalah waktu Isyak. Selesai sembahyang, dia kembali ke tempat Nabi s.a.w lagi, sehinggalah Rasulullah s.a.w kelihatan mengantuk. Sesudah lewat malam, barulah dia pulang. Isterinya menyusulinya dengan pertanyaan: Apa yang menghalang dirimu untuk pulang menemui tetamumu? Abu Bakar berkata: Bukankah engkau telah menjamu mereka makan malam? Isterinya menjawab: Mereka tidak mau makan sebelum engkau pulang, padahal anak-anak sudah mempersilakan tetapi mereka tetap enggan. Akupun berundur untuk bersembunyi. Lalu terdengar Abu Bakar memanggil: Hai dungu! Diikuti dengan sumpah-serapah. Kemudian dia berkata kepada para tetamunya: Silakan makan! Barangkali makanan ini sudah tidak enak lagi. Kemudian dia bersumpah: Demi Allah, aku tidak akan makan makanan ini selamanya! Abdul Rahman meneruskan ceritanya: Demi Allah, kami tidak mengambil satupun kecuali sisanya bertambah lebih banyak lagi, sehinggalah apabila kami sudah merasa kenyang, makanan itu menjadi bertambah banyak daripada yang sedia ada. Abu Bakar memandangnya ternyata makanan itu tetap seperti sedia atau bahkan lebih banyak lagi. Dia berkata kepada isterinya: Wahai saudara perempuanku! Bani Firas apakah ini? Isterinya menjawab: Tidak! Demi cahaya mataku, sekarang ini makanan tersebut bertambah tiga kali ganda lebih banyak daripada sediakala. Lalu Abu Bakar makan dan berkata: Sumpahku tadi adalah dari syaitan. Dia makan satu suap, kemudian membawa makanan tersebut kepada Rasulullah s.a.w dan membiarkannya di sana hingga pagi hari. Pada waktu itu di antara kami (kaum muslimin) dengan suatu kaum akan dilangsungkan satu perjanjian. Apabila tiba waktunya, kamipun menjadikan dua belas orang sebagai ketua saksi, masing-masing mengepalai beberapa orang. Hanya Allah yang tahu berapa orangkah sebenarnya yang diutuskan bersama mereka. Cuma yang pastinya Rasulullah s.a.w memerintah agar dipanggilkan mereka kesemuanya. Lalu kesemuanya makan dari makanan yang dibawa oleh Abu Bakar atau sebagaimana yang diriwayatkan dalam riwayat yang lain.
(Sahih Bukhari, Muslim, Kitab Minuman).

19. Ingatan Abu Hurairah

Abu Hurairah mengeluh kepada Rasulullah saw bahwa dia terlalu pelupa. Lalu Rasulullah saw membentangkan kainnya diatas tanah, lalu memegang-megang kainnya dengan tangan beliau. Abu Hurairah disuruh Rasulullah memeluk kain itu. Sejak itu Abu hurairah tidak pernah lupa-lupa lagi. Dan beliau terkenal paling banyak menghafal hadis.
(Sahih Bukhari muslim).

20. Mukjizat Al Qur'an

Al qur'an merupakan mukjizat yang masih bisa kita saksikan sampai saat ini. Itulah mukjizat yang akan tetap eksis sampai akhir jaman.

Sumber tulisan: milis “bahasa-quran@yahoogroups.com“
Pengirim: "agus rasidi" rasidi@wicaksana.co.id

------------------

REFERENSI LAIN:

Judul Buku: Mukjizat Nabi Dan Rasul Menurut Perspektif Islam
Pengarang : Harun Arrasyid Hj. Tuskan
Penerbit : Zebra Editions Sdn Bhd
Genre : Agama
Mukasurat : 151 halaman
Cetakan Pertama : 2003
ISBN : 9832617022

Mukjizat dalam sejarah kerasulan dan kenabian mempunyai pengertian dan pengajaran yang penting kepada manusia. Para nabi dan rasul dikurniai mukjizat oleh Allah s.w.t bukan untuk dilihat mereka itu sebagai manusia luarbiasa, tetapi sebagai tanda kebesaran dan kekuasaan Allah Maha Pencipta. la bertujuan menyadarkan manusia supaya menerima ajaran-Nya yang dibawa oleh para nabi dan rasul.

Buku ini menguraikan makna atau pengertian mukjizat yang dimiliki oleh para nabi dan rasul sebagai senjata melawan golongan yang ingkar kepadaNya sekaligus membenarkan kekuasaan Allah. Setiap nabi dan rasul dikurniakan mukjizat mengikut keperluan dan situasi masyarakat yang dihadapi oleh mereka dalam suatu zaman seperti tongkat kepada nabi Musa a.s untuk melawan ahli sihir yang berdampingan dan Firaun. Nabi Muhammad s.a.w diberi beberapa mukjizat seperti Israk dan Mikraj, dan air yang keluar dari ujung jari baginda waktu tidak ada air dan lain-Iain.

Mukjizat terbesar yang dikurniakan kepada nabi Muhammad s.a.w ialah al- Qur'an, yang dapat disaksikan oleh semua manusia sehingga akhir zaman yang mengandung pelbagai kisah, panduan, fakta-fakta ilmiah, hikmah serta pengajaran untuk manusia. Meskipun al-Qur'an diturunkan sejak zaman nabi Muhammad s.a.w, kandungannya terus diakui kebenarannya sampai sekarang dan sepanjang masa.

Buku ini menyediakan satu perspektif mengenai mukjizat dalam pengertian yang luas.

Kandungan

1 APA ITU MUKJIZAT?
Alam dan manusia
Semua ciptaan Allah s.w.t.
Akal manusia singkat dan terhad
Mukjizat sebagai cabaran
Kelanjutan Risalah

2 MUKJIZAT AL-QURAN
Mukjizat hisiah tidak akan berulang
Perbedaan mukjizat para rasul
Peperangan antara Rumawi dan Persia
Al-Quranul Karim mukjizat universal
Bagaimana ia boleh berlaku

3 MUKJIZAT RASULULLAH S.A.W YANG LAINNYA
Nubuat tentang masa hadapan adalah mukjizat Rasulullah s.a.w
Tanda-tanda kecil hari kiamat telah muncul
Mikraj ke langit .
Mukjizat Nabi Muhammad s.a. w. dengan makhluk lainnya

4 PERSAKSIAN BENDA-BENDA LAIN
Bulan terbelah dua
Perhitungan zaman, berbeda
Air terpacut dari celah-celah jari Rasulullah s.a.w.
Batu kerikil bertasbih di hadapan Rasulullah s.a.w
Rintihan batang pokok kurma
Keberkatan di mana-mana
Mukjizat Nabi Muhammad s.a. w. tidak terbatas
Persaksian benda-benda Alam ke atas Kebenaran Nabi Muhammad s.a.w.

5 MUKJIZAT YANG BELUM TERJELMA
Risiko sebuah permintaan

Sumber.
Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template