lanjutan dari part 1, 2, & 3
3. Yahudi Menunggangi Ilmu Pengetahuan
Pada 28 November 1859 seorang naturalis Yahudi yang kita kenal dengan nama Charles Darwin, menerbitkan sebuah buku berju
dul
berjudul "On the Origin of Species by Means of Natural Selection, or
The Preservation of Favoured Races in the Struggle for Life" yang
disingkat "The Origin of Species". Buku yang membeberkan teori bahwa
organisme secara bertahap berkembang melalui sebuah proses yang disebut
sebagai "seleksi alam" ini terjual habis dalam waktu singkat. Banyak
ilmuwan yang kemudian menganut teori ini karena dianggap sebagai jawaban
atas berbagai teka-teki dalam ilmu biologi, sehingga mereka mengganggap
teori ini merupakan dasar ilmu hayat (biologi), dan tanpa teori ini,
ilmu biologi tak akan berkembang. Namun Gereja Kristen Ortodoks mengecam
karena dianggap klenik.
Pada 1871, naturalis Yahudi yang lahir
di Shrewsbury, Inggris, pada 12 Desember 1809 itu menerbitkan buku yang
lebih menghebohkan lagi; "The Descent of Man, and election in Relation
to Sex dan The Expression of the Emotions in Man and Animals", karena
dalam buku ini naturalis yang meninggal pada 1882 itu memaparkan Teori
Evolusi yang mengklaim bahwa manusia modern saat ini merupakan evolusi
dari kera yang berlangsung selama ribuan tahun!
Sejak "The
Descent of Man" diterbitkan hingga abad 20, masyarakat dunia terguncang
karena teori ini mematahkan ajaran Islam bahwa manusia di Bumi sejak
dulu hingga sekarang merupakan keturunan Nabi Adam as yang diciptakan
Allah dari tanah, dan Siti Hawa yang diciptakan Allah dari tulang rusuk
Nabi Adam as. Dunia Kristen pun terguncang sama parahnya karena mereka
pun percaya manusia merupakan keturunan Adam dan Eva yang diturunkan
Allah ke Bumi karena melanggar larangan-Nya. Namun, serangkaian penemuan
ilmiah kemudian membuktikan bahwa teori ini tidak benar. Darwin sengaja
memunculkan Teori Evolusi karena dia Yahudi, dan dia tahu persis tujuan
rasnya untuk menguasai dunia.
Konspirasi antara Darwin dan
rasnya untuk menggoyahkan keimanan umat Islam dan Kristen dapat dilacak
dari butir ke-9 Protokol Zionis yang berbunyi; "Yahudi akan mendirikan
kerajaan diktator dengan membuat dan melaksanakan undang-undang yang
tegas, yaitu undang-undang yang akan membunuh tanpa pengampunan. Yahudi
akan merusak moral pemuda-pemuda bukan Yahudi dengan menanamkan
teori-teori palsu dan ilmu-ilmu yang batil".
Konspirasi Darwin
dengan rasnya juga dapat dilacak pada program ketiga dari 10 program
yang hingga kini masih dijalankan Freemasonry yang disebut "Parokim".
Program ketiga itu terdiri dari tiga butir, dan butir ketiganya
menyatakan begini; "Membangkitkan khurafat dan menyiarkan teori Sigmund
Freud dan Charles Darwin, sehingga antara antara ilmu pengetahuan dan
agama bersaing, kalah mengalahkan".
Yang mungkin dapat membuat
Anda sangat marah adalah, banyak kalangan percaya bahwa Teori Evolusi
dimunculkan Darwin karena ia faham banar ajaran Talmud, kitab suci kaum
Yahudi yang merupakan penyelewengan dari Kitab Taurat yang diturunkan
Allah SWT kepada Nabi Musa As. Apalagi karena ia termasuk keluarga besar
Freemason.
Dalam Kerihoth 6b dan Yebamoth 61a, Talmud
mengajarkan begini; "Hanya orang-orang Yahudi yang manusia, sedangkan
orang-orang non Yahudi bukanlah manusia, melainkan binatang". Dalam
Ezekiel 34:31, Talmud mengajarkan begini; "Engkau disebut manusia
(Adam), tetapi 'Goyyim' (orang non-Yahudi) tidak disebut sebagai
manusia". Dan dalam Yebamoth 98a kitab Talmud mengajarkan begini; "Semua
anak keturunan orang kafir tergolong sama dengan binatang".
Yahudi menganggap manusia di luar ras mereka sebagai bukan manusia,
karena hanya ras mereka lah yang diciptakan Tuhan di Bumi ini, dan
mereka merupakan satu-satunya ras keturunan nabi Ibrahim as, sehingga
untuk menguatkan klaim tersebut, dimunculkannya Teori Evolusi sebagai
bukti bahwa asal usul manusia non Yahudi memang berasal dari binatang.
Tepatnya kera.
Karena derajat goyim yang amat rendah, dalam
Baba Kamma 113a, Talmud bahkan mengajarkan begini kepada para Yahudi;
"Orang Yahudi diperbolehkan berdusta untuk menipu orang kafir". Sedang
dalam Zohar 168a, Talmud mengajarkan begini; "Orang yahudi harus selalu
berusaha untuk menipu orang-orang non-yahudi".
Dari berbagai
sumber rujukan diketahui, meski Darwin dikenal sebagai seorang
naturalis, namun dia tidak tercatat di lodge mana pun milik Freemasonry,
sehingga ia diyakini bukan anggota organisasi persaudaraan Yahudi
tertua di dunia itu. Namun demikian, dari ideologi yang dianutnya,
banyak yang meyakini bahwa Darwin mendapatkan ajaran-ajaran Masonik dari
kakek dan ayahnya, Erasmus Darwin dan Robert Darwin yang merupakan
anggota Freemason. Erasmus bahkan merupakan imam di loge Canongate,
Edinburg, Skotlandia.
Yang juga perlu dicatat dan dicermati
adalah, teori Evolusi bukan murni hasil buah fikiran Darwin, melainkan
buah fikiran Erasmus. Darwin hanya meneruskan dan memublikasikannya.
Naturalis merupakan satu dari begitu banyak aliran dalam filsafat yang
dicekoki Yahudi kepada para goyim agar mereka tersesat dari agama yang
dianut maupun dalam memahami banyak hal. Dalam banyak kasus,
aliran-aliran itu terbukti hanya memicu kontroversi, membuahkan
pro-kontra yang berkepanjangan, dan memicu munculnya aliran-aliran baru.
Freemason cs sengaja menyebar ideologi-ideologi agar goyim terpecah
belah dan mudah dihancurkan.
4. Yahudi memanipulasi fikiran manusia
Aliran naturalis lahir pada abad ke-17 dan mengalami perkembangan pada
abad ke-18. Aliran dalam ilmu filsafat ini lahir sebagai reaksi terhadap
aliran filsafat pendidikan Aristotalian-Thomistik. Secara definitif,
naturalisme berasal dari kata "nature" atau alam, dan aliran ini
merupakan teori yang menerima "nature" sebagai keseluruhan realitas.
Aliran ini didukung oleh tiga aliran besar, yaitu realisme, empirisme
dan rasionalisme. Namun demikian, pada dasarnya semua penganut naturalis
merupakan penganut realisme, meski tidak semua penganut realisme
merupakan penganut naturalisme. Bahkan Imam Barnadib menyebut, realisme
merupakan anak dari naturalisme. Karenanya, tak heran jika banyak
ide-ide pemikiran realisme sejalan dengan naturalisme.
Jika
Anda beranggapan bahwa filsafat yang juga dianut para tokoh dunia
seperti Plato (427 – 347 SM) dan Aristoteles (384 – 322 SM) ini
merupakan aliran yang "mendewakan" alam sebagai ciptaan Tuhan, Anda
keliru karena naturalisme merupakan aliran yang tidak menerima dan
mengakui bahwa alam yang indah dan menakjubkan ini, juga seluruh isinya,
merupakan ciptaan Tuhan. Aliran ini berpandangan, apa yang ada di jagat
raya terjadi dengan sendirinya melalui proses yang begitu panjang dan
lama (sesuai dengan Teori Evolusi).
Filsafat naturalis memiliki
pandangan yang mendekati aliran materialisme, doktrin lain yang juga
dimunculkan dan dikembangkan Yahudi untuk para goyim. Bahkan ilmuwan
muslim Harun Yahya mengatakan, Teori Evolusi dapat dianggap sebagai
pondasi filsafat yang menyesatkan sebagian besar manusia, yakni
materialisme.
Menurut Harun, filsafat materialisme merupakan
pemikiran yang mengandung sejumlah kepalsuan terkait dengan mengapa dan
bagaimana manusia muncul di muka Bumi.
"Materialisme
mengajarkan bahwa tidak ada sesuatu pun selain materi yang merupakan
esensi dari segala sesuatu, baik yang hidup maupun tak hidup. Berawal
dari pemikiran ini, materialisme mengingkari keberadaan Sang Maha
Pencipta, yaitu Allah. Dengan mereduksi segala sesuatu ke tingkat
materi, teori ini mengubah manusia menjadi makhluk yang hanya
berorientasi kepada materi dan berpaling dari nilai-nilai moral. Ini
adalah awal dari bencana besar yang menimpa hidup manusia," katanya.
Lebih jauh Harun Yahya mengatakan, kerusakan akibat ajaran materialisme
tidak hanya terbatas pada tingkat individu, melainkan juga mengarah
untuk meruntuhkan nilai-nilai dasar suatu negara dan masyarakat, dan
menciptakan sebuah masyarakat tanpa jiwa dan rasa sensitif, yang hanya
memperhatikan aspek materi. Anggota masyarakat yang demikian tidak akan
pernah memiliki idealisme seperti patriotisme, cinta bangsa, keadilan,
loyalitas, kejujuran, pengorbanan, kehormatan atau moral yang baik,
sehingga tatanan sosial yang dibangunnya pasti akan hancur dalam waktu
singkat.
Harun meletakkan filsafat materialisme sebagaii salah
satu ancaman paling berat terhadap nilai-nilai yang mendasari tatanan
politik dan sosial suatu bangsa. Pasalnya, materialisme juga berperan
sebagai pendukung ideologi-ideologi anarkis dan bersifat memecah belah,
yang mengancam kelangsungan kehidupan negara dan bangsa. Komunisme
merupakan ideologi yang kelahirannya didukung filsafat materialisme,
karena selain tidak mengakui adanya Tuhan, komunisme juga menghancurkan
tatanan sakral seperti keluarga dan negara, dan menjadi ideologi
fundamental bagi segala bentuk gerakan separatis yang menolak struktur
kesatuan suatu negara. Dengan merujuk teori evolusi, komunisme berusaha
membenarkan diri dan menampilkan ideologinya sebagai sesuatu yang logis
dan benar. Karena itulah Karl Marx, pencetus komunisme, menganggap buku
"The Origin of Species" yang ditulis Darwin sebagai "Buku yang berisi
landasan sejarah alam bagi pandangan kami". Dan perlu diketahui, Karl
Marx adalah seorang Yahudi ateis asal Jerman. Ia juga anggota
Freemasonry dan seorang satanis.
"Bahaya Naturalis dan
Darwinisme" juga diakui Paus Leo III, pemimpin Katolik dunia. Pada 1884,
Paus mengeluarkan sebuah dekrit yang dikenal dengan nama "Humanus
Genus". Dalam dekrit itu, Paus menyampaikan sejumlah pernyataan penting
tentang Masonry dan aktivitas-aktivitasnya. Ia menulis:
"Pada
periode ini para pendukung setia setan tampaknya sedang menggabungkan
diri, dan berjuang dengan gelora yang padu, dipimpin atau dibantu oleh
asosiasi yang tersebar luas dan terorganisasi kuat yang disebut
Freemason. Tidak lagi merahasiakan tujuan-tujuan mereka, mereka sekarang
sedang bangkit dengan berani melawan Tuhan sendiri.
Karena
dari yang ditunjukkan dengan jelas oleh apa telah kami sebutkan di atas,
apa yang merupakan tujuan utama mereka mendesakkan diri ke depan mata
yakni, penggulingan total keseluruhan tatanan politik dan agama di dunia
yang dihasilkan ajaran Kristen, dan penggantian dengan sebuah tatanan
baru sesuai dengan gagasan mereka di mana pondasi dan hukum akan diambil
dari naturalisme saja".
Selain materialisme, naturalisme,
komunisme, Freemasonry cs juga menciptakan isme-isme yang lain, seperti
liberalisme, pluralisme, sekularisme, dan lain-lain. Pelajarilah mengapa
isme-isme itu dimunculkan agar fikiran Anda ter-refresh-kan karena para
ulama menganggap filsafat sebagai ilmu sesat karena ajaran yang
terkandung di dalamnya bertentangan dengan ajaran islam. Menurut Imam
Ghazali dalam salah satu bukunya, ajaran filsafat merupakan ajaran yang
mendorong orang menjadi kafir. Selain itu, umat Islam tidak memerlukan
filsafat karena Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan para
sahabatnya, tidak mengajarkan filsafat.
Ar-Roziy berkata dalam
kitab Aqsaamul Ladzdzat : "Saya telah menelaah buku-buku ilmu kalam dan
manhaj filsafat, tidaklah saya mendapatkan kepuasan padanya lalu saya
memandang manhaj yang paling benar adalah manhaj Al-Qur'an... "
Abu Hamidz Al-Ghozali berkata di awal kitabnya Al-Ihya : "Jika kamu
bertanya : 'Mengapa dalam pembagian ilmu tidak disebutkan ilmu kalam dan
filsafat dan mohon dijelaskan apakah keduanya itu tercela atau terpuji
?' Maka ketahuilah, hasil yang dimiliki ilmu kalam dalam pembatasan
dalil-dalil yang bermanfaat, telah dimiliki oleh Al-Qur'an dan Hadits
(Al-Akhbaar), dan semua yang keluar darinya adakalanya perdebatan yang
tercela dan ini termasuk kebid'ahan dan adakalanya kekacauan karena
kontradiksi kelompok-kelompok dan berpanjang lebar menukil
pendapat-pendapat yang kebanyakan adalah perkataan sia-sia dan ingauan
yang dicela oleh tabiat manusia dan ditolak oleh pendengaran dan
sebagiannya pembahasan yang sama sekali tidak berhubungan dengan agama
dan tidak ada sedikitpun terjadi di zaman pertama... ".
Demi
menguasai dunia, Freemason cs berusaha mengendalikan laju pertumbuhan
penduduk bangsa goyim. Maka serangkaian tindakan dan program keji pun
dilaksanakan di negara-negara di dunia. Ada yang tahu telah dan sedang
menjadi korban, tapi terlalu banyak yang tak menyadari akibat canggih
dan halusnya cara-cara yang mereka lakukan.