![]() |
| Gambar dari sini |
Tampilkan postingan dengan label Cerita Islam Di Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Islam Di Dunia. Tampilkan semua postingan
Kamis, November 29, 2012
Meneladani Pemimpin Antikorupsi: Umar bin Abdul Aziz
Labels:
Cerita Islam Di Dunia,
Inspirasi,
Sejarah Islam
Jumat, November 23, 2012
Gerakan 20 November 1979 : Pendudukan Ka'bah oleh Orang Bersenjata
Gerakan Juhaiman Al Utaibi
Pada 32 tahun lalu, tepatnya tanggal 20 November 1979 di Makkah terjadi sebuah peristiwa menggemparkan dunia. Ketika itu sekelompok pemuda Arab merebut Masjidil Haram dengan kekuatan senjata dan mengklaim bahwa Masjid Suci berada di bawah kendali mereka. Mereka menyandera para jamaah Masjidil Haram, membunuh polisi yang melawan, serta mengelilingi masjid dengan sistem pertahanan militer. Gerakan ini dipimpin oleh seorang putra gurun NEJD, yaitu Juhaiman Al Utaibi.
Selasa, November 13, 2012
Nabi ‘Isa Islam VS Nabi ‘Isa Kristian (a.k.a. Tuhan Yesus)
(a) ‘Isa versi Islam
(b) ‘Isa versi Kristian
‘Isa versi Islam merupakan seorang manusia 100%. Baginda hanya merupakan seorang nabi. Baginda tidak dibunuh dan disalib. Al-Quran telah menjelaskan hal ini dengan nyata:
“Dan kerana ucapan mereka : ‘Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, ‘Isa anak Maryam, Rasul Allah’, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya…” ( Surah An-Nissa: 157)‘Isa versi Kristian adalah manusia/tuhan Yesus yang telah mati dibunuh oleh orang-orang Yahudi. Kitab Injil ada memberitakan hal ini:
Minggu, November 11, 2012
Kemerdekaan RI: Anugerah Allah Melalui Jihad Pahlawan dan Pejuang Islam
“Kalaulah suatu penduduk Negeri beriman dan bertakwa kepada Allah, niscaya kami akan membuka kan berkah buat mereka dari langit dan dari bumi…” (Al-A’raf 96)
67 tahun yang lalu
Indonesia memerdekakan diri pada hari Jum’at, hari paling mulia dalam
Islam, bertepatan pada bulan Ramadhan, bulan paling mulia dalam Islam.
Tak diragukan lagi, sangat jelas artinya bahwa kemerdekaan adalah
anugerah dari Allah SWT. Demikianlah, maka disebut dalam muqaddimah UUD
1945 bahwa atas berkat rahmat Allah telah sampailah Indonesia kepada
gerbang kemerdekaan.
Labels:
Cerita Islam Di Dunia
Islam Datang Dalam Keadaan Asing
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ
“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)
Hadits ini adalah salah satu di antara tanda-tanda kenabian karena mengandung pengabaran tentang sesuatu yang akan terjadi. Dimana Nabi shallallahu alaihi wasallam mengabarkan bahwa sebagaimana Islam awalnya datang dalam keadaan asing di kalangan kaum musyrikin Makkah, maka demikian pula dia akan kembali menjadi asing bahkan di kalangan penganut agama Islam itu sendiri.
Hadits ini adalah salah satu di antara tanda-tanda kenabian karena mengandung pengabaran tentang sesuatu yang akan terjadi. Dimana Nabi shallallahu alaihi wasallam mengabarkan bahwa sebagaimana Islam awalnya datang dalam keadaan asing di kalangan kaum musyrikin Makkah, maka demikian pula dia akan kembali menjadi asing bahkan di kalangan penganut agama Islam itu sendiri.
Labels:
Cerita Islam Di Dunia
Rabu, September 19, 2012
Bukti Terjadinya Mukjizat Nabi Musa
Bukti Terjadinya Mukjizat Nabi Musa yang dimaksud adalah yang
membelah laut merah sehingga pengikut Nabi Musa dari kalangan bani
Israil selamat dari kejaran pasukan Fir'aun. Kejadian ini memang sangat
tidak masuk diakal kalau kita pandang dari persepsi akal pikiran
manusia, tapi kalau Allah berkehendak, siapa yang bisa menolaknya?
Arkeolog yang bernama Ron Wyatt pada akhir 1988 silam mengaku bahwa dia telah menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur kuno didasar laut merah. Menurutnya, besar kemungkinan itu adalah bangkai kereta tempur sang Pharaoh (Fir'aun) yang tenggelam saat digunakan untuk mengejar Musa dan pengikutnya.
Menurutnya, selain menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur berkuda, Wyatt bersama krunya menemukan juga beberapa tulang manusia dan tulang kuda dilokasi yang sama.
Arkeolog yang bernama Ron Wyatt pada akhir 1988 silam mengaku bahwa dia telah menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur kuno didasar laut merah. Menurutnya, besar kemungkinan itu adalah bangkai kereta tempur sang Pharaoh (Fir'aun) yang tenggelam saat digunakan untuk mengejar Musa dan pengikutnya.
Menurutnya, selain menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur berkuda, Wyatt bersama krunya menemukan juga beberapa tulang manusia dan tulang kuda dilokasi yang sama.
Labels:
Cerita Islam Di Dunia,
Sejarah Islam
Selasa, September 18, 2012
Lawan Film IOM, Qatar Produksi Film Sirah Nabi Muhammad Berbiaya 4 Trilyun
Di tengah maraknya penolakan dunia Islam terhadap film Innocence of
Muslims (IOM), sebuah perusahaan bernama Al Noor Group Qatar membalas
film IOM ini dengan melanjutkan proyek mereka memproduksi film tentang
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam tiga episode dengan total
dana sebesar 450 juta Dollar (sekitar 4 triliyun Rupiah)
Kualitas film yang dibuat ini nantinya akan sekelas dengan film-film papan atas Hollywood, baik dari seni maupun gambarnya agar menjadi film yang terbesar dan paling mengesankan bagi masyarakat muslim dunia. Saat ini penggarapan film tersebut sedang dalam tahap akhir penyelesaian penulisan skenario.
Labels:
Cerita Islam Di Dunia
Selasa, September 04, 2012
Gelagat Muslim Rusia akan Menjadi Mayoritas
“Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan
golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang
yang sabar.” (QS Al- Baqarah 249)
Sudah sejak lama bisik-bisik ini terdengar santer. Bahkan menjadi gunjingan yang kadang menggelisahkan banyak pihak. Inilah sebuah isu yang maha dahsyat: suatu ketika nanti, kurang dari setengah abad kedepan Islam akan menjadi mayoritas di Rusia. Benarkan isu tersebut atau hanya isapan jempol semata?
Untuk memberikan gambaran bagaimana umat Islam di Rusia semakin banyak jumlahnya, tengoklah cerita seorang lawyer muslim kota Moskow di akhir musim dingin lalu. Menurutnya, umat Islam di ibukota Rusia ini makin hari makin banyak dan kini diperkirakan lebih dari 2 juta orang jumlahnya. Pada shalat hari raya Idul Fitri di sebuah masjid agung kota Moskow, masjid Prospek Mira misalnya, jamaahnya meluber sampai dekat stasiun metro yang bila jalan kaki dari masjid memerlukan waktu 10 menit.
“Shalat saat itu sudah seperti di Makkah ketika musim haji. Di jalan dan trotoar. Penuh sesak dan asal dapat tempat,” kenangnya.
Beberapa laporan riset yang dilakukan oleh Graeme Smith dan diterbitkan oleh ‘The Globe and Mail’ di Toronto menguatkan kenyataan di atas. Dalam observasinya di provinsi Ulyanivsk Oblast misalnya, terdapat kecenderungan penurunan jumlah penduduk secara keseluruhan, namun jumlah penduduk muslimnya khususnya yang berasal dari Tatar mengalami lonjakan mencapai 12%.
Bahkan, pengamat asal Amerika bernama Paul Globe memperkirakan Rusia akan menjadi negara berpenduduk mayoritas muslim mengingat sejauh ini populasinya telah meningkat sebanyak 40%, dimana 2,5 juta hingga 3,5 juta diantaranya berada di Moskow.
Bedanya dengan di negara-negara Barat pada umumnya, muslim di Rusia tergolong penduduk asli, bukan kaum pendatang (imigran).Islam telah datang dan menyebar di Rusia sejak lama dan berkembang di wilayah Volga tengah pada abad ke-16 yang disyiarkan oleh kaum Tatar dan Turki. Kemudian pada abad 18 dan 19, Rusia menaklukkan wilayah-wilayah di bagian selatan yang berpenduduk muslim dan dijadikan bagian dari negaranya. Daerah itu dikenal dengan nama seperti Dagestan, Chechnya, dan Kaukasus Utara.
Meskipun demikian, ada juga ahli demografi yang tidak sepenuhnya sependapat bahwa pada kisaran tahun 2050 mendatang Rusia akan didominasi oleh masyarakat yang beragama Islam. Menurutnya, proyeksi itu agak berlebihan karena mengabaikan faktor asimiliasi dan kawin campur antara umat Islam dan mereka yang beragama Ortodoks. Asimimilasi dan kawin campur semacam ini kemungkinannya bisa tinggi mengingat kebanyakan umat Islam di Rusia masih pada taraf muallaf dan kurang mempraktikkan agamanya dengan baik, ditambah kondusifnya Rusia sebagai melting pot berbagai bangsa.
Yang jelas, dengan mengambil gambaran pada beberapa tahun terakhir dapat dipastikan akan ada perubahan demografi di Rusia yang cukup substansial walaupun belum bisa dipastikan jumlah umat Islam akan melebihi mayoritas suku Rusia. Yang sangat mungkin akan terjadi adalah, umat Islam akan menjadi jauh lebih banyak dari yang ada saat ini sehingga terjadi perimbangan jumlah dengan kelompok mayoritas sekarang.
Sumber.
Sudah sejak lama bisik-bisik ini terdengar santer. Bahkan menjadi gunjingan yang kadang menggelisahkan banyak pihak. Inilah sebuah isu yang maha dahsyat: suatu ketika nanti, kurang dari setengah abad kedepan Islam akan menjadi mayoritas di Rusia. Benarkan isu tersebut atau hanya isapan jempol semata?
Untuk memberikan gambaran bagaimana umat Islam di Rusia semakin banyak jumlahnya, tengoklah cerita seorang lawyer muslim kota Moskow di akhir musim dingin lalu. Menurutnya, umat Islam di ibukota Rusia ini makin hari makin banyak dan kini diperkirakan lebih dari 2 juta orang jumlahnya. Pada shalat hari raya Idul Fitri di sebuah masjid agung kota Moskow, masjid Prospek Mira misalnya, jamaahnya meluber sampai dekat stasiun metro yang bila jalan kaki dari masjid memerlukan waktu 10 menit.
“Shalat saat itu sudah seperti di Makkah ketika musim haji. Di jalan dan trotoar. Penuh sesak dan asal dapat tempat,” kenangnya.
Beberapa laporan riset yang dilakukan oleh Graeme Smith dan diterbitkan oleh ‘The Globe and Mail’ di Toronto menguatkan kenyataan di atas. Dalam observasinya di provinsi Ulyanivsk Oblast misalnya, terdapat kecenderungan penurunan jumlah penduduk secara keseluruhan, namun jumlah penduduk muslimnya khususnya yang berasal dari Tatar mengalami lonjakan mencapai 12%.
Bahkan, pengamat asal Amerika bernama Paul Globe memperkirakan Rusia akan menjadi negara berpenduduk mayoritas muslim mengingat sejauh ini populasinya telah meningkat sebanyak 40%, dimana 2,5 juta hingga 3,5 juta diantaranya berada di Moskow.
Bedanya dengan di negara-negara Barat pada umumnya, muslim di Rusia tergolong penduduk asli, bukan kaum pendatang (imigran).Islam telah datang dan menyebar di Rusia sejak lama dan berkembang di wilayah Volga tengah pada abad ke-16 yang disyiarkan oleh kaum Tatar dan Turki. Kemudian pada abad 18 dan 19, Rusia menaklukkan wilayah-wilayah di bagian selatan yang berpenduduk muslim dan dijadikan bagian dari negaranya. Daerah itu dikenal dengan nama seperti Dagestan, Chechnya, dan Kaukasus Utara.
Meskipun demikian, ada juga ahli demografi yang tidak sepenuhnya sependapat bahwa pada kisaran tahun 2050 mendatang Rusia akan didominasi oleh masyarakat yang beragama Islam. Menurutnya, proyeksi itu agak berlebihan karena mengabaikan faktor asimiliasi dan kawin campur antara umat Islam dan mereka yang beragama Ortodoks. Asimimilasi dan kawin campur semacam ini kemungkinannya bisa tinggi mengingat kebanyakan umat Islam di Rusia masih pada taraf muallaf dan kurang mempraktikkan agamanya dengan baik, ditambah kondusifnya Rusia sebagai melting pot berbagai bangsa.
Yang jelas, dengan mengambil gambaran pada beberapa tahun terakhir dapat dipastikan akan ada perubahan demografi di Rusia yang cukup substansial walaupun belum bisa dipastikan jumlah umat Islam akan melebihi mayoritas suku Rusia. Yang sangat mungkin akan terjadi adalah, umat Islam akan menjadi jauh lebih banyak dari yang ada saat ini sehingga terjadi perimbangan jumlah dengan kelompok mayoritas sekarang.
Sumber.
Labels:
Cerita Islam Di Dunia,
Inspirasi
Kisah Mualaf Rusia Mendapat Hidayah Islam
Namaku E. Vekilov, 28 tahun dari Rusia.
Aku masuk Islam pada tahun 1998, tepatnya setahun setelah aku
menyelesaikan sekolah kedokteranku dengan spesifikasi bedah. Sekarang
ini aku tengah menyelesaikan program pasca sarjana dan lagi
mempersiapkan thesis gelar masterku. Langkahku menerima Islam sedikit
tidak lazim di kalangan masyarakat Rusia modern. Karena sudah kadung
berkembang luas di Rusia, adanya anggapan bahwa kebanyakan muslim itu
tidak berpendidikan dan terbelakang.
Bagiku justru, ilmu pengetahuanlah yang
membantuku menentukan pilihanku ini: sedikit lebih tahu tentang aneka
ragam struktur anatomi makhluk hidup benar-benar menunjukkan kebesaran
Sang Pencipta. Dengan seringnya melihat berbagai penyakit dan
penderitaan orang lain membuatku makin memaknai arti hidup ini. Dan aku
semakin diyakinkan dengan adanya takdir Tuhan pada seseorang bahwa
sepintar apapun dia, sekaya apapun dia dan sekeras apapun usahanya tetap
tidak mampu melawan takdir yang telah Tuhan tetapkan padanya.
Lantas, darimana kuperoleh gagasan
tentang Sang Pencipta ini? Sedangkan aku hidup di lingkungan yang
kebanyakan orang-orangnya berfaham atheis ini. Aku sendiri, dibesarkan
dalam keluarga yang notabene tidak beragama, kedua orangtuaku dan
nenekku tidak beragama. Sejak kecil aku tidak mendapat pendidikan
tentang agama akan tetapi samar-samar aku ingat dulu pernah merasa bahwa
Dia dzat yang Maha Besar yang menciptakan alam semesta ini.
Ketika remaja, aku banyak membaca
literature tentang agama, tetapi yang ada di Rusia kebanyakan tentang
faham atheis saja dan aku tidak menemukan hal yang bisa menarik
perhatianku. Kemudian, di awal tahun 90 an, aku memiliki Injil
Perjanjian Baru. Setelah mempelajarinya, aku malah makin tidak
mengerti. Aku tidak mengerti, bagaimana kedudukan Yesus sebenarnya,
bagaimana ia bisa jadi manusia dan jadi Tuhan sekaligus, bagaimana Tuhan
bisa mempunyai anak, mengapa harus ada trinitas dan mengapa Yesus
menanggung semua dosa manusia.
Aku telah
menanyakannya pada pendeta, tetapi ia terus saja menjawab bahwa Injil
itu mutlak diyakini kebenarannya bukannya ditelusuri masuk akal tidaknya
seperti buku-buku biasa lainnya. Dan bagaimana gereja bisa menentukan
mana yang sacral dan mana yang tidak. Karena antara gereja satu dengan
lainnya kadang berbeda. Hal lain yang mengganjalku adalah pengikut
gereja memerlukan perantara untuk berdoa kepada Tuhan, tidak bisa tidak,
menurut para pendeta. Belum lagi hal-hal tentang Yesus sang Penebus
Dosa, sakramen, tokoh atau orang-orang suci dan imejnya dan pelayanan
gereja yang rumit lainnya. Benar-benar tidak mudah untuk dipahami. Aku
memilih untuk tidak bergabung dengan hal-hal seruwet itu.
Kenudian, aku berupaya hidup mengikuti
arus yang ada. Menjalani rutinitas seperti biasanya meskipun kekosongan
jiwa terus menderaku. Ternyata lama kelamaan aku makin merasa makin
kehilangan arah dan makin tersesat saja. Dan tanpa kusangka-sangka, di
musim semi tahun 1998, aku bertemu salah seorang kolegaku. Seorang ahli
bedah juga yang telah bekerja selama 12 tahun di Mauritania (barat laut
Afrika) dan dalam rangka pulang kampong sebentar ke Rusia. Ternyata di
sana ia telah masuk Islam. Karena sering berkomunikasi dengannya secara
intens, aku sedikit demi sedikit mulai mengenal Islam. Bahkan kemudian,
ia secara khusus mencarikanku literature-literatur tentang Islam dalam
bahasa Rusia, menerangkannya padaku, membacakan Al Qur’an dan
menerjemahkannya juga.
Selain itu, ternyata ia juga mahir
berbahasa Arab. Dengan merendah, ia mengatakan di sela-sela kesibukannya
sebagai dokter, tanpa kenal lelah ia terus belajar bahasa Arab.
Meskipun awalnya sulit sekali. Walaupun kami hanya bertemu dalam waktu
yang tidak terlalu lama, apa yang disampaikannya padaku sungguh sangat
mengena di hatiku. Aku merasa inilah jalan hidup yang benar. Tanpa perlu
membuang-buang waktu lagi, aku mengutarakan keinginanku masuk Islam.
Di suatu hari yang cerah, kami ditemani
rekannya yang bernama Halid, datang ke mesjid di pusat kota. Di depan
seorang imam dan beberapa muslim lainnya, aku mengucapkan dua kalimat
syahadat. Sejak saat itulah, hidupku benar-benar berubah. Berubah dalam
arti yang baik. Dalam pencarianku yang panjang, akhirnya aku menemukan
Islam yang di dalamnya aku bisa menemukan ketenangan pikiran dan jiwa.
Ini benar-benar karunia yang besar dari Allah subhanahu wa ta’ala. Ada
hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Bahwa setiap anak dilahirkan dalam fitrahnya yaitu Islam, orang tuanyalah yang membuatnya jadi Kriten, Yahudi ataupun Majusi.”
Seiring dengan proses belajar menjadi
seorang muslim yang baik, maka kehidupan pribadi ku juga makin membaik.
Hal ini turut membawa pengaruh baik dalam lingkungan kerja dan
lingkungan keluargaku. Banyak yang terheran-heran dengan perubahanku
ini. Seorang pria muda yang bekerja di bidang dimana atmosfirnya
dipenuhi daya tarik materialistis, di samping erat terlibat dengan
sains, kok tiba-tiba menjadi seorang muslim. Sering ke masjid dan
menghadiri majelis taklim, tidak makan daging babi, berjenggot dan
melaksanakan shalat.
Jika seseorang hanya diberi dua pillihan:
masuk Kristen atau masuk Islam. Orang yang berakal sehat tidak akan
ragu-ragu dengan pilihannya, dan akan lebih memilih Islam dengan
ajarannya yang meyakini hanya ada satu Tuhan saja, yaitu Allah subhanahu
wa ta’ala dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagai Nabi
dan Rasul-Nya ketimbang Kristen dengan keruwetan theologinya.
Yang pasti, tidak semua yang ada di
sekitarku memahami dan mendukung pilihanku ini. Ada yang mengataiku gila
dan pengkhianat Russia. Ada juga yang menjulukiku ‘Wahhabi’ dan itu
mungkin hanya karena aku sekarang berjenggot.
Dibanding dengan pendahuluku sesama orang
Rusia, Lev Tolstoy, liku-liku yang kujalani setelah memeluk Islam
takkan ada apa-apanya. Tak banyak yang tau memang, kalo Lev Tolstoy,
cendekiawan dan penulis terkenal dari Rusia yang banyak berkontribusi
dalam karya sastra dan sejarah Rusia ternyata sudah memeluk Islam. Sejak
tahun 1870 an, ia lebih berkonsentrasi pada hal-hal seputar kematian,
dosa, hukuman dan perbaikan moral dalam karya-karyanya. Cara berpikirnya
seperti itu dianggap sangat tidak lazim oleh masyarakat Rusia saat itu.
Sehingga ia dikucilkan dan dianggap sebagai orang terkutuk. Kerabat dan
teman-teman dekatnya semua menjauh. Tokoh liberal menganggapnya gila.
Tokoh revolusioner dan radikal menganggapnya penuh mistis. Pemerintah
menganggapnya pemberontak yang berbahaya. Pihak gereja menganggapnya
sebagai pengikut aliran setan terlaknat. Ia akui semua itu berat
baginya, akan tetapi predikat muslim yang tertanam dalam hatinya cukup
sebagai pelipur lara. Ia berkata,
“Cukup lihat aku sebagai seorang muslim yang baik dan yang hanya bertuhankan Allah subhanahu wa ta’ala dan Muhammad adalah utusan-Nya, maka semua akan baik-baik saja.”
Seperti yang kita tahu ada hadits yang
mengatakan bahwa dunia ini adalah penjara bagi orang mukmin dan surga
bagi orang kafir. Biarkan saja orang lain menertawakanmu sekarang itu
lebih baik daripada cemoohan syaitan padamu di hari Pembalasan kelak,
karena telah berhasil memperdayaimu. Semoga kisahku ini bermanfaat dan
semua yang benar datangnya dari Allah.
Labels:
Cerita Islam Di Dunia,
Inspirasi
Jumat, Agustus 31, 2012
bukti nyata dari N.A.S.A. kebenaran ALQURAN (bulan pernah terbelah)
Mukjizat Qur'an Sepanjang masa melalui BULAN TERBELAH. Banyak orang
ingkar menyebar berita bahwa berita NASA menemukan bulan memang terbelah
dua ialah bohong. Terlepas dari orang kafir yang ingkar pada pengakuan
NASA, Masihkah kita beriman pada Kitab Allah & Para Nabi. Dalam
Qur'an jelas tertulis jika "BULAN TELAH TERBELAH", bukan "Akan
Terbelah", tapi sekali lagi tertulis "BULAN TELAH TERBELAH". Hadits
Shohih Muslim, Bukhari, Ahmad, Tirmidzi dan lainnya pun membenarkan
Mukjizat Qur'an yang masih dapat dilihat ini.
السلام عليكم . بِسْــــــــــــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم الحمد
لله رب العا لمين. الصلاة و السلام على رسو لالله.اما بعد
Diterjemahkan
oleh: Abu Muhammad ibn Shadiq (Sabtu, 22 Sya'ban 1424H/18-10-2003M)
Bukankah Dalam Qur'an tertulis: ...Dan telah TERBELAH BULAN. (Qs. 54
Qamar:1) Apakah betul apa yg difirmankan ALLAH dalam Qur'an jika bulan
SAAT ini memang terbelah? Perhatikan, mukjizat ini bukan hanya sekedar
cerita yang cuma dapat didengar saja, tapi mukjizat Qur'an ini masih
dapat dilihat dengan, , ,JELAS SEKALI.
Terlampir adalah foto bulan dari koleksi NASA. Semoga hal itu akan
semakin menyempurnakan keyakinan kita terhadap kekuasan ALLAH dan
kerasulan nabi Muhammad SAW. Klik pada gambar agar gambar lebih besar
saat copy paste untuk disebarkan ... ^_^ Dalam Bukhari dan Muslim, juga
dalam kitab2 hadits yang terkenal lainnya, diriwayatkan bahwa sebelum
Rasulullah Muhammad SAW hijrah, berkumpullah tokoh2 kafir
Quraiy,seperti Abu Jahal, Walid bin Mughirah dan Al 'Ash bin Qail.
Mereka meminta kepada nabi Muhammad SAW untuk membelah bulan. Kata
mereka, "Seandainya kamu benar2 seorang nabi, maka belahlah bulan
menjadi dua." Rasulullah SAW berkata kepada mereka, "Apakah kalian akan
masuk Islam jika aku sanggup melakukannya?" Mereka menjawab, "Ya." Lalu
Rasulullah Muhammad SAW berdoa kepada ALLAH agar bulan terbelah menjadi
dua. Rasulullah MuhammadSAW memberi isyarat dengan jarinya, maka
bulanpun terbelah menjadi dua. Selanjutnya sambil menyebut nama setiap
orang kafir yang hadir, Rasulullah Muhammad SAW berkata, "Hai Fulan,
bersaksilah kamu. Hai Fulan, bersaksilah kamu." Demikian jauh jarak
belahan bulan itu sehingga gunung Hira nampak berada diantara keduanya.
Akan tetapi orang2 kafir yang hadir berkata, "Ini sihir!" padahal semua
orang yang hadir menyaksikan pembelahan bulan tersebut dengan seksama.
Atas peristiwa ini ALLAH menurunkan ayat Al Qur'an: " Telah dekat saat
itu dan bulan telah terbelah. Dan jika orang2 (kafir) menyaksikan suatu
tanda (mukjizat), mereka mengingkarinya dan mengatakan bahwa itu adalah
sihir." (QS Al Qomar 54:1-2) Apakah kalian akan membenarkan ayat
Al-Qur'an ini yang menyebabkan masuk Islamnya pimpinan Hizb Islami
Inggris? Di bawah ini adalah Tentang
ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Beberapa waktu lalu, saya
mempresentasikan hal itu di University Cardif, Inggris bagian Barat.
Para peserta yang hadir ber-macam2, ada yang muslim dan ada juga yang
bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat
ilmiah dari Al-Qur'an. Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun
berdiri dan bertanya, " Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang
berbunyi "Telah dekat hari qiamatdan bulan pun telah terbelah"
mengandung mukjizat secara ilmiah? Maka saya menjawabnya: Tidak, sebab
kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat
tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa
menjangkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka hal itu adalah
mukjizat yang terjadi pada masa Rasul terakhir Muhammad shallallahu
'alaihi wassalam, sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya,
sebagaimana nabi2 sebelumnya. Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu
disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal
itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits2 Rasulullah, maka
tentulah kami para muslimindi zaman ini tidak akan mengimani hal itu.
Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur'an dan
hadits2 Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta'alaa
benar2 maha berkuasa atas segala sesuatu.
Maka
Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah SAW
membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke
Madinah Munawarah. Orang2 musyrik berkata, "Wahai Muhammad, kalau
engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan
yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (dengan nada mengejek dan
meng-olok2)?" Rasulullah SAW bertanya, "Apa yang kalian inginkan?"
Mereka menjawab, "Coba belah bulan..." Rasulullah SAW pun berdiri dan
terdiam, berdoa kepada Allah agar menolongnya. Lalu Allah memberitahu
Muhammad SAW agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Rasulullah pun
mengarahkan telunjuknya ke bulan dan terbelahlah bulan itu dengan
se-benar2-nya. Serta-merta orang2 musyrik pun berujar,"Muhammad, engkau
benar2 telah menyihir kami!" Akan tetapi para ahli mengatakanbahwa
sihir, memang benar bisa saja "menyihir" orang yang ada disampingnya
akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada di tempat itu. Lalu
mereka pun menunggu orang2 yang akan pulang dari perjalanan. Orang2
Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang
baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang
pertamakali dari perjalanan menuju Mekkah, orang2 musyrik pun bertanya,
"Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?" Mereka menjawab,
"Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah
menjadi dua dan saling menjauh masing2-nya kemudian bersatu kembali..."
Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagitetap kafir
ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya:"Sungguh, telah
dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda2
kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, "Ini
adalah sihir yang terus-menerus", dan mereka mendustakannya, bahkan
mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah
tetap... (sampai akhir surat Al-Qamar).
Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan
setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut,
berdiri seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya
berkata, "Aku Daud Musa Pitkhok,ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai
Tuan, bolehkah aku menambahkan?" Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar
menjawab:"Dipersilahkan dengan senang hati." Daud Musa Pitkhok berkata,
"Aku pernah meneliti agama2 (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang
mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna2 Al-Qur'an yang
mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah
itu pulang ke rumah. Dan ketika aku mem-buka2 terjemahan Al-Qur'an itu
di rumah, maka surat yang pertamaaku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun
membacanya: "Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah..."
Aku bergumam: Apakah kalimat inimasuk akal? Apakah mungkin bulan bisa
terbelah kemudian bersatu kembali? Andai benar, kekuatan macam apa yang
bisa melakukan hal itu? Maka, aku pun berhenti membaca ayat2 selanjutnya
dan aku menyibukkandiri dengan urusan kehidupan se-hari2. Akan tetapi
Allah maha tahu tentang tingkat keikhlasam hamba-Nya dalam pencarian
kebenaran. Suatu hari aku duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada
sebuah diskusi antara seorang presenter Inggris dan 3 orang pakar ruang
angkasa AS. Ketiga pakar antariksa tersebut bercerita tentang dana yang
begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa, padahal
saat yang sama dunia sedang mengalami masalah kelaparan, kemiskinan,
sakit dan perselisihan. Presenter berkata, "Andaikan dana itu digunakan
untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih banyak gunanya." Ketiga pakar itu
pun membela diri dengan proyek antariksanya dan berkata, "Proyek
antariksa ini akan membawa dampak yang sangat positif pada banyak segmen
kehidupan manusia, baik pada segi kedokteran, industri ataupun
pertanian. Jadi pendanaan tersebut bukanlah halyang sia2, akan tetapi
hal itu dalam rangka pengembangan kehidupan manusia." Dalam diskusi
tersebut dibahas tentang turunnya astronot hingga menjejakkan kakinya di
bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan
dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Mendengar hal itu, presenter
terperangah kaget dan berkata, "Kebodohan macam apalagi ini, dana yang
begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan? "
Mereka pun menjawab, "Tidak! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu
pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada
di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat
tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta
dollar untuk kesenangan manusia,maka kami tidak akan memberikan dana itu
kepada siapapun." Mendengar hal itu, presenter itu pun bertanya,
"Hakikat apa yang kalian telah capai hingga demikianmahal taruhannya?"
Mereka menjawab, "Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu
hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali! Presenter pun
bertanya,"Bagaimana kalian bisa yakin akanhal itu?" Mereka menjawab,
"Kami mendapati secara pasti dari batu2-an yang terpisah
(katrena)terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan.
Kami meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka
mengatakan, "Hal ini tidak mungkin terjadi kecuali jika memang bulan
pernah terbelah lalu bersatu kembali!" Mendengar paparan itu, ketua
Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, Maka aku pun turun dari kursi dan
berkata, 'Mukjizat (kehebatan) benar2 telah terjadi pada diri Muhammad
shallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar2 telah
meng-olok2 AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, hingga 100
juta dollar, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin! Agama Islam
ini tidak mungkin salah... Lalu aku pun kembali membuka Mushhaf
Al-Qur'an dan aku baca surat Al-Qamar.... Dan saat itu adalah awal aku
menerima dan masuk Islam."
Penemuan
ini baru didapatkan setelah adanya tekhnologi yang mutakhir di abad 20 .
Inilah salah satu bukti bahwa Qur'an ialah mukjizat terbesar &
SEPANJANG MASA, karena ayat-ayatnya baru dapat dibuktikan oleh ilmu
&tekhnologi terakhir. Bahkan masih banyak lagi ayat-ayatyang belum
dapat dibuktikanoleh ilmu & tekhnologi. Buktikuat bahwa Qur'an bukan
buatan Rasulullah Muhammad SAW tapi berasal dari ALLAH,Tuhan Langit
& Bumi yang Maha Mengetahui ciptaan-NYA. Jika Al-Qur'anul Kariim
bukan berasal dari Allah, tentu ayat ini kemungkinan besar berbeda
bunyinya & salah besar, tapi Alhamdulillah... Qur'an TERBUKTI BENAR.
Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Quran? Kalau kiranya Al-Quran
itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang
banyak di dalamnya. Qs.4 Nisaa':82 Mukjizat Qur'an mencakup dari yang
sangat sederhana,sampai yang penuh dengan kerumitan dari segala bidang
matematika, astronomi, biologi, geografi, sastra, oceanografi dan
segalanya. Karena Qur'an diturunkan kepada semua manusia sepanjang
zaman. Bahasanya mencakup dari yang sangat sederhana, sampai pada
tingkat tertinggi dari ilmu bahasa & kesusasteraan yang baik. Dengan
demikian pesan yang dibawa bisa dicapai oleh setiap orang tanpa melihat
tingkat pendidikannya . Sama halnya dengan mukjizat Qur'an, fenonema
yang sungguh teramat sangat luar biasa ini dapat dibagi menjadi 2,
yaitu: BUKTI SEDERHANA dan BUKTI RUMIT Bagi orang awam saja, keindahan
bahasa & hikmah serta nasihat jiwa didalamnya sudah mampu
membuktikan kemuliaan Qur'an bagi orang yang mau jujur menggunakan hati
kecilnya . Diceritakan dalam sebuah kisah jika Abu Jahal pun menangis
mendengar Rasulullah Muhammad SAW membaca Qur'an, namun sayang, Abu
Jahal tidak mau mengakui Mukjizat Qur'an yang diturunkan pada Rasulullah
Muhammad SAW. Semoga ini menjadi renungan bagisemua terutama bagi mereka yang murtad hanya karena dunia. wasalaaam.
ToLONG di SEBARKAN postingan INI via fb. Or .Twitt. Semoga
amal kita menyebarkan catatan ini menjadi SHODAQOH ILMU YANG BERMANFAAT
hingga pahala tetap mengalir meski jasad kita hancur ditanam di liang
kubur saat tidak ada lagi amal yang dapat dilakukan.
Tuhan banyak tebarkan bukti-bukti di alam semesta, bumi & dalam diri sendiri. Kita diberi akal untuk mengenali tanda-tanda itu. 100 Kepercayaan buta seyakin-yakinnya TIDAK berarti ada 100 Tuhan. Tetap saja Tuhan hanya 1, jika Tuhan hanya 1, maka berarti agama yang asli dari Tuhan pun cuma 1. Bukti terkuat bukan kata orang, kata TV, kata Radio,,, tapi bukti terkuat ialah KATA TUHAN, FIRMAN TUHAN atau KITAB SUCI .
QS.3 Ali Imran:85. Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka SEKALI-KALI TIDAKLAH KAN DITERIMA DARINYA, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi . QS.3 Ali Imran:19. Sesungguhnya agama disisi Allah HANYALAH Islam. QS.3 Ali Imran:102. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. QS.2 Baqarah:132 ..."Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam".
QS.3 Ali Imran:85. Barang siapa mencari agama selain Islam, maka SEKALI-KALI TIDAKLAH KAN DITERIMA DARINYA, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi . QS.3 Ali Imran:19. Sesungguhnya agama disisi Allah HANYALAH Islam. QS.3 Ali Imran:102. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. QS.2 Baqarah:132 ..."Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam".
.
Sumber.
Labels:
Cerita Islam Di Dunia,
Inspirasi,
Sejarah Islam
Rabu, Agustus 29, 2012
Beban Sejarah Syiah Sampang
Hari mulai beranjak siang, sekelompok santri, dengan menumpang mobil,
bermaksud ke Bangil, Jawa Timur. Belum sampai setengah perjalanan,
tiba-tiba mobil itu dihadang oleh sekelompok orang tak dikenal. Sempat
terjadi cekcok, mobil yang ditumpangi santri akhirnya memutuskan kembali
ke rumah di Dusun Nangkernang, Desa Karangayam, Kecamatan Omben, dan
Desa Bluuran, Kecamatan Karang Penang. (Detik.com, 26/08/2012) dan
(Berita Jatim.com 26/08/2012).
Kejadian di atas memulai seluruh rangkaian kekerasan pada komunitas Syiah di Sampang, pada Minggu, 26 Agustus 2012. Hingga artikel ini ditulis, suasana di Sampang dikabarkan masih mencekam. Wartawan kesulitan untuk mendekati lokasi kejadian, karena beredar kabar bahwa sepanjang jalan telah ditanami bom. Korban tewas diperkirakan 2 orang, dengan korban terakhir bernama Thahir, 5 orang luka berat, dan satu orang luka ringan, yaitu Kapolsek Omben. Sedangkan rumah yang dibakar mencapai 9 buah. (BeritaJatim.com, 26/08/2012).
Peristiwa kerusuhan Sampang tak ayal membuat kalangan NU bak kebakaran jenggot. Mengingat bahwa wilayah Jawa Timur dan Madura merupakan basis massa ormas NU, yang selama terkesan tak beringas dan toleran. Terlebih ini untuk kedua kalinya, setelah pada medio 2011, kerusuhan dengan isu yang sama pernah meletus di Sampang.
Tak kurang dari Ketua GP Ansor, Nusron Wahid, dan Ketua PBNU, Said Aqil Siradj, seperti dikutip dari Detik.com mengutuk keras tindakan kekerasan mengatasnamakan agama tersebut. Baik, Nusron dan KH. Said Aqil menilai, konflik Sunni-Syiah ini barang lama, dan menuding adanya pihak ketiga yang sengaja mengadu domba. Bahkan KH Said Aqil menyatakan, konflik ini sejatinya bukan antara Sunni-Syiah, melainkan konflik keluarga atau personal.
Nusron benar bahwa konflik Sunni-Syiah ini bukanlah barang baru di dunia Islam. Konflik ini telah ada jauh sebelum kerusuhan Sampang. Bermula dari konflik politik perihal kepemimpinan pasca Nabi Saww, antara kelompok Ali dengan Muawiyyah, yang keduanya merupakan Sahabat Nabi Saww, kemudian merembet hingga persoalan akidah. Bahkan rembetan itu mencapai wilayah politik global.
Sebagai contoh, ialah apa yang terjadi di Iran dan Irak saat ini. Dua madzhab besar, Sunni dan Syiah saling berhadapan di satu sisi. Sementara di sisi lainnya, negara-negara di Arab dan Iran saling berhadapan. Masing-masing menonjolkan kesentimenan Sunni-Syiah. Tangan asing-pun dicurigai bermain dalam menciptakan konflik Sunni-Syiah agar terus berkesinambungan. Pihak asing meras perlu untuk menjaga agar konflik itu tetap ada. Sebab hanya dengan demkianlah, pihak asing bisa dengan sesukanya menginjak-nginjak wilayah Arab dan sekitarnya, yang terkenal kaya dengan sumber bumi, “emas hitam”.
Dunia Islam bukannya tak sadar akan adanya konspirasi tingkat dewa di balik konflik sektarian itu. Indonesia, misalnya, banyak tokoh-tokoh agama yang telah mencoba mendamaikan ketegangan yang berada di tengah-tengah Sunni-Syiah. Quraisy Syihab, pakar tafsir Indonesia, tercatat pernah mengarang buku, “Sunni-Syiah Bergandengan Tangan.” Kemudian, Alm. Abdurrahman Wahid seringkali mengatakan bahwa NU sejatinya adalah Syiah secara kultural. Semuanya itu demi meredakan konflik antara Sunni-Syiah, yang ditenggarai adanya kepentingan asing di dalamnya.
Namun apa daya, segelintir umat Islam rupanya tak menyadari petingnya arti “ukhuwaah” dalam Islam. Lebih jauhnya, tak sadar akan adanya pihak ketiga yang sengaja “melemparkan” api di tengah-tengah minyak yang tersebar antara Sunni-Syiah. Mereka yang tak sadar ini, terus dihembusi dengan isu-isu sektarian, dengan harapan tidak terwujudnya “Ummah Wahidah”, umat yang satu.
Dengan kacamata global dan beban sejarah Syiah di masa silam inilah kita harus memandang konflik Sunni-Syiah di Sampang. Sebab, sejatinya “kobaran” koflik Sampang bak letupan kecil di tengah-tengah skenario besar.
Lalu adakah kacamata lain?. Ada!. Ketidaktegasan aparat yang berwenang dalam melindungi warga negaranya juga turut berperan. Demikian juga fatwa MUI yang menyatakan Syiah sebagai kelompok sesat, namun tak memberikan solusi juga turut ambil bagian dalam terciptanya konflik Sunni-Syiah.
Mengutip Dr. Zuli Qadir, MUI, sebagai institusi keagamaan, seharusnya menjadi pengayom atas semua kelompok komunitas yang ada, ketimbang memberikan fatwa sesat yang akan berdampak pada terjadinya kekerasan publik. Sehingga antar sesama warga negara terjadi saling curiga, saling memusuhi, dan saling balas dendam. Bukan hanya dendam kultural, tetapi sekaligus dendam politik. (Esai-Esai Agama Di Ruang Publik, Dr Zuli Qadir).
Akhirnya, jika aparat yang berwenang tetap tidak tegas dalam menangani kasus kekerasan Sampang kali ini, dan MUI, sebagai lembaga yang mengeluarkan fatwa sesat terhadap Syiah hanya duduk manis di atas kursi kekuasaan, maka tampaknya beban sejarah masa silam harus terus menerus ditanggung oleh kelompok Syiah. Tidak hanya di Sampang, melainkan di seluruh Indonesia.
Sumber.
Kejadian di atas memulai seluruh rangkaian kekerasan pada komunitas Syiah di Sampang, pada Minggu, 26 Agustus 2012. Hingga artikel ini ditulis, suasana di Sampang dikabarkan masih mencekam. Wartawan kesulitan untuk mendekati lokasi kejadian, karena beredar kabar bahwa sepanjang jalan telah ditanami bom. Korban tewas diperkirakan 2 orang, dengan korban terakhir bernama Thahir, 5 orang luka berat, dan satu orang luka ringan, yaitu Kapolsek Omben. Sedangkan rumah yang dibakar mencapai 9 buah. (BeritaJatim.com, 26/08/2012).
Peristiwa kerusuhan Sampang tak ayal membuat kalangan NU bak kebakaran jenggot. Mengingat bahwa wilayah Jawa Timur dan Madura merupakan basis massa ormas NU, yang selama terkesan tak beringas dan toleran. Terlebih ini untuk kedua kalinya, setelah pada medio 2011, kerusuhan dengan isu yang sama pernah meletus di Sampang.
Tak kurang dari Ketua GP Ansor, Nusron Wahid, dan Ketua PBNU, Said Aqil Siradj, seperti dikutip dari Detik.com mengutuk keras tindakan kekerasan mengatasnamakan agama tersebut. Baik, Nusron dan KH. Said Aqil menilai, konflik Sunni-Syiah ini barang lama, dan menuding adanya pihak ketiga yang sengaja mengadu domba. Bahkan KH Said Aqil menyatakan, konflik ini sejatinya bukan antara Sunni-Syiah, melainkan konflik keluarga atau personal.
Nusron benar bahwa konflik Sunni-Syiah ini bukanlah barang baru di dunia Islam. Konflik ini telah ada jauh sebelum kerusuhan Sampang. Bermula dari konflik politik perihal kepemimpinan pasca Nabi Saww, antara kelompok Ali dengan Muawiyyah, yang keduanya merupakan Sahabat Nabi Saww, kemudian merembet hingga persoalan akidah. Bahkan rembetan itu mencapai wilayah politik global.
Sebagai contoh, ialah apa yang terjadi di Iran dan Irak saat ini. Dua madzhab besar, Sunni dan Syiah saling berhadapan di satu sisi. Sementara di sisi lainnya, negara-negara di Arab dan Iran saling berhadapan. Masing-masing menonjolkan kesentimenan Sunni-Syiah. Tangan asing-pun dicurigai bermain dalam menciptakan konflik Sunni-Syiah agar terus berkesinambungan. Pihak asing meras perlu untuk menjaga agar konflik itu tetap ada. Sebab hanya dengan demkianlah, pihak asing bisa dengan sesukanya menginjak-nginjak wilayah Arab dan sekitarnya, yang terkenal kaya dengan sumber bumi, “emas hitam”.
Dunia Islam bukannya tak sadar akan adanya konspirasi tingkat dewa di balik konflik sektarian itu. Indonesia, misalnya, banyak tokoh-tokoh agama yang telah mencoba mendamaikan ketegangan yang berada di tengah-tengah Sunni-Syiah. Quraisy Syihab, pakar tafsir Indonesia, tercatat pernah mengarang buku, “Sunni-Syiah Bergandengan Tangan.” Kemudian, Alm. Abdurrahman Wahid seringkali mengatakan bahwa NU sejatinya adalah Syiah secara kultural. Semuanya itu demi meredakan konflik antara Sunni-Syiah, yang ditenggarai adanya kepentingan asing di dalamnya.
Namun apa daya, segelintir umat Islam rupanya tak menyadari petingnya arti “ukhuwaah” dalam Islam. Lebih jauhnya, tak sadar akan adanya pihak ketiga yang sengaja “melemparkan” api di tengah-tengah minyak yang tersebar antara Sunni-Syiah. Mereka yang tak sadar ini, terus dihembusi dengan isu-isu sektarian, dengan harapan tidak terwujudnya “Ummah Wahidah”, umat yang satu.
Dengan kacamata global dan beban sejarah Syiah di masa silam inilah kita harus memandang konflik Sunni-Syiah di Sampang. Sebab, sejatinya “kobaran” koflik Sampang bak letupan kecil di tengah-tengah skenario besar.
Lalu adakah kacamata lain?. Ada!. Ketidaktegasan aparat yang berwenang dalam melindungi warga negaranya juga turut berperan. Demikian juga fatwa MUI yang menyatakan Syiah sebagai kelompok sesat, namun tak memberikan solusi juga turut ambil bagian dalam terciptanya konflik Sunni-Syiah.
Mengutip Dr. Zuli Qadir, MUI, sebagai institusi keagamaan, seharusnya menjadi pengayom atas semua kelompok komunitas yang ada, ketimbang memberikan fatwa sesat yang akan berdampak pada terjadinya kekerasan publik. Sehingga antar sesama warga negara terjadi saling curiga, saling memusuhi, dan saling balas dendam. Bukan hanya dendam kultural, tetapi sekaligus dendam politik. (Esai-Esai Agama Di Ruang Publik, Dr Zuli Qadir).
Akhirnya, jika aparat yang berwenang tetap tidak tegas dalam menangani kasus kekerasan Sampang kali ini, dan MUI, sebagai lembaga yang mengeluarkan fatwa sesat terhadap Syiah hanya duduk manis di atas kursi kekuasaan, maka tampaknya beban sejarah masa silam harus terus menerus ditanggung oleh kelompok Syiah. Tidak hanya di Sampang, melainkan di seluruh Indonesia.
Sumber.
Senin, Agustus 27, 2012
Pendekar Islam dari China
Untuk tempat sholat..!? Ya, Komandan Armada yang dikenal dengan nama
Cheng Ho atau Zheng He ini memang beragama Islam, dimana dikisahkan
ayahnya pernah naik haji dan ia sendiri disunat sejak kecil. Namun
perjalanan armada Cheng Ho bukanlah untuk menyebar-nyebarkan agama Islam
di tempat yang disinggahinya, walau ia muslim. Lebih layak kalau
perjalanan armadanya adalah untuk riset, menagih upeti dari Majapahit
dan mengamankan Sriwijaya dari serangan bajak laut yang juga orang-orang
Cina. Kota Palembang sekarang yang banyak dihuni orang-orang berwajah
Cina tapi beragama Islam mungkin bisa dijadikan kunci untuk menelisik
lebih jauh tentang peran Cina muslim dalam islamisasi di Indonesia. Juga
tentang keberadaan preman-preman Palembang yang kondang mungkin bisa
dihubungkan dengan adanya perkampungan yang dihuni para bajak laut di
masa lalu. Bagaimana dengan mpek-mpek? di daerah Cina selatan dikabarkan
ada makanan sejenis itu yang mungkin merupakan cikal bakal mpek mpek
Palembang.
Legenda Sinbad Sang Pelaut yang begitu populer di Timur Tengah juga terinspirasi oleh kisah legendaris Cheng Ho. Di Indonesia, terutama Jawa, juga terdapat jejak historis yang tak terbantahkan sebagai pengaruh misi muhibah Cheng Ho. Selain itu, juga cukup banyak berbagai karya sastra yang bertutur tentang Cheng Ho/Sam Poo Kong seperti yang ditulis Remy Silado (saya sendiri belum membaca, disarikan dari resensi seorang teman).
Fakta
harmoni Tionghoa-Jawa ini kemudian dirusak oleh Belanda dengan
menerapkan politik segregasi berupa passenstelsel, keharusan bagi setiap
orang Tionghoa untuk mempunyai surat jalan khusus apabila hendak
bepergian ke luar distrik tempat mereka tinggal, dan wijkenstelsel,
pelarangan bagi Tionghoa untuk tinggal di tengah kota dan mengharuskan
mereka membangun satu ghetto yang kemudian dikenal dengan Pecinan
sebagai tempat tinggal. Sejak itu Tionghoa menjadi terisolasi dari
publik ramai, dan menjadi eksklusif. Fakta ini diperparah dengan adanya
penulisan sejarah Jawa yang Nerlando-centris sehingga semakin
mengucilkan peran dan eksistensi masyarakat Tionghoa terlebih Tionghoa
muslim di Indonesia. Hal inilah yang sepatutnya kita luruskan bersama.
Sumber.
Siapakah Cheng Ho sebenarnya?
Kisah
pelayaran Cheng Ho tidak hanya menorehkan jejak sejarah yang
mengagumkan di setiap negara yang dilaluinya (laporan khusus Time di
bawah tajuk The Asian Voyage: In the Wake of the Admiral, ed. August
20-27, 2001) tetapi juga telah mengilhami ratusan karya ilmiah baik
fiksi maupun non-fiksi serta penemuan berbagai teknologi
kelautan-perkapalan di Eropa khususnya pasca penjelajahan sang maestro.
Legenda Sinbad Sang Pelaut yang begitu populer di Timur Tengah juga terinspirasi oleh kisah legendaris Cheng Ho. Di Indonesia, terutama Jawa, juga terdapat jejak historis yang tak terbantahkan sebagai pengaruh misi muhibah Cheng Ho. Selain itu, juga cukup banyak berbagai karya sastra yang bertutur tentang Cheng Ho/Sam Poo Kong seperti yang ditulis Remy Silado (saya sendiri belum membaca, disarikan dari resensi seorang teman).
Cerita
lisan Dampu Awang yang begitu kuat di masyarakat pesisir utara Jawa
juga disinyalir merupakan pengaruh dari legenda itu. Jadi siapakah Cheng
Ho sehingga pengaruhnya begitu besar?
Cheng
Ho sebetulnya adalah nama yang diberikan oleh Cheng Tzu atau Chu Teh
yang lebih populer dengan sebutan Yung Lo, kaisar ke-3 Dinasti Ming yang
berkuasa dari tahun 1403 sampai 1424. Nama asalnya adalah Ma Ho, lahir
1370 M dari keluarga miskin etnis Hui di Yunan. Hui adalah komunitas
muslim Tionghoa campuran Mongol -Turki. Karena jasanya dalam turut
mengkudeta Kien Wen, akhirnya Ma Ho diberi jabatan penting oleh Kaisar
Yung Lo sebagai pemegang komando atas ribuan abdi dalem di Dinas Rumah
Tangga Istana yang melayani kaisar sebagai polisi rahasia (Seagrave,
1999).
Ini
merupakan jabatan sangat berpengaruh, sebagai bukti kepercayaan sang
kaisar pada Cheng Ho, ia diberi mandat untuk memimpin ekspedisi laut
sebagai Commander in Chief lewat sebuah dekrit kerajaan (Imperial
Decree). Sementara wakil dan sekretaris masing-masing dipegang oleh
Laksamana Muda Heo Shien (Husain) dan Ma Huan serta Fei Shin (Faisal)
sebagai juru bahasa Arab, selain Ma Huan yang memang mahir berbahasa
Arab juga Hassan, seorang imam di bekas ibukota Sin An (Changan). Dalam
menjalankan politik diplomasi laut ini, Kaisar Yung Lo mengeluarkan
armada berjumlah 62 kapal besar dengan 225 junk (kapal berukuran lebih
kecil) dan 27.550 orang perwira dan prajurit termasuk di dalamnya ahli
astronomi, politikus, pembuat peta, ahli bahasa, ahli geografi, para
tabib, juru tulis dan intelektual agama. Kisah itu kemudian ditulis
antara lain di Ming Shi (Sejarah Dinasti Ming).
Sejak
1405, awal mula Cheng Ho mengadakan pelayaran sampai wafatnya, 1433 ia
telah mengadakan pelayaran selama 7 kali dan mengunjungi lebih dari 37
negara: dari berbagai pelabuhan di Nusantara dan Samudra Hindia sampai
ke Sri Langka, Quilon (Selandia Baru), Kocin, Kalikut, Ormuz, Jeddah,
Magadisco dan Malindi. Dari Campa hingga India, dan dari sepanjang Teluk
Persia dan Laut Merah hingga pesisir Kenya.
Dilihat
dari kuantitas dan waktu, ekspedisi Cheng Ho jauh melampaui para
pengembara mana pun di Eropa: Chistopher Columbus, Vasco da Gama,
Ferdinand Magellan, Francis Dranke dan lain-lain. Karena prestasinya
yang luar biasa menjadikan Cheng Ho semakin dimitoskan dan diberi
julukan kaisar sebagai Ma San Bao ("Ma" si Tiga Permata). Julukan
sebagai ungkapan rasa sayang dalam adat Tionghoa. Setelah Cheng Ho
meninggal dunia karena sakit pada tahun 1435, di usia 65 tahun, ia
dimakamkan di Niushou (Bukit Kepala Banteng), Nanjing, Cina Daratan.
Dalam
komunitas Tionghoa dewasa ini, terlepas dia seorang muslim atau tidak,
tokoh Cheng Ho menjadi semacam tokoh mitologi yang diagungkan. Ia tidak
hanya dipuja dan dikagumi sebagai seorang Bahariwan Agung tetapi juga
disembah sebagai dewa di berbagai kelenteng dengan sebutan Sam Poo Kong
terutama oleh penganut agama leluhur Tionghoa. Di kemudian hari,sang
maestro ini dikenal dengan berbagai sebutan: Sam Poo Tay Djin, Sam Poo
Tay Kam, Sam Poo Toa Lang dan lain-lain.
Ini
adalah sebuah anakronisme historis. Sebab Cheng Ho yang manusia biasa
dan muslim itu kemudian diberhalakan sebagai dewa yang disembah di
kelenteng. Lebih menyedihkan lagi, sejarah Cheng Ho selalu ditulis
secara hagiografis yaitu berlebih-lebihan yang cenderung melampaui
manusia lumrah bukan menggunakan pendekatan sejarah kritis. Akibatnya,
sosok Cheng Ho tampil sebagai manusia yang nyaris sempurna yang hanya
pantas ada di alam mitos. Padahal Cheng Ho adalah seorang Muslim
Tionghoa lumrah sebagaimana lainnya yang tentu memiliki berbagai
keterbatasan. Jasa terbesar dia barangkali adalah telah menjalin
persahabatan antara Tiongkok dengan negara atau kerajaan lain di dunia
ini yang diperkukuh dengan pertukaran kebudayaan yang masih tampak
hingga dewasa ini, termasuk di Jawa.
Sino-Javanese Muslim Cultures
Memang
telah terjadi apa yang disebut "Sino-Javanese Muslim Cultures" yang
membentang dari Banten, Jakarta, Cirebon, Semarang, Demak, Jepara, Lasem
sampai Gresik dan Surabaya sebagai akibat dari perjumpaan Cheng Ho dan
Tionghoa Islam lain dengan Jawa. Bentuk Sino-Javanese Muslim Cultures
itu tidak hanya tampak dalam berbagai bangunan peribadatan Islam
misalnya masjid, yang menunjukkan adanya unsur Jawa, Islam, Tionghoa
tetapi juga berbagai seni/sastra, batik, ukir dan unsur kebudayaan lain.
Sayang, fenomena Sino-Javanese Muslim Cultures itu tidak terpelihara
dengan baik bahkan oleh masyarakat Tionghoa muslim sendiri.
Banyak
dari mereka yang tidak mengerti mengenai asal-usul/genealogi mereka.
Para sejarawan Tanah Air juga sangat langka yang merawat atau memelihara
kesejarahan akulturasi Tionghoa, Islam, Jawa ini. Mereka umumnya
terkena penyakit intellectual laziesness atau kemalasan intelektual
untuk melakukan penggalian sejarah yang memang minim dokumentasi
tertulis ini.
Perpustakaan
Nasional juga tidak menyimpan dokumen-dokumen berharga kaitannya dengan
kesejarahan Jawa terutama Jawa prakolonial sebuah kurun di mana
perjumpaan Tionghoa, Islam, Jawa mengalami intensitas tinggi. Oleh
karena itu sangatlah wajar apabila setiap kali diadakan pembicaraan
mengenai asal-usul Islam di Jawa, para sejarawan selalu mengulang-ulang
teori klasik, sekaligus klise, yakni bahwa Islam yang tersebar di Jawa
ini melalui para pedagang dari India Belakang (Gujarat) dan Timur Tengah
terutama Persia. Padahal jika kita mau jujur, bangsa Tionghoa-lah
sebetulnya yang memiliki peran cukup signifikan dalam proses Islamisasi
di Jawa khususnya.
Argumentasi
ini tidak hanya didasarkan pada laporan sejarah yang dilakukan Ma Huan
(seorang muslim Tionghoa yang juga sekretaris Cheng Ho) yang pada abad
ke-15 mengunjungi pesisir Jawa tetapi juga oleh beberapa pengembara
asing lain seperti de Baros (Portugis), Ibnu Battuta (Maghrib), dan
Loedwicks (Belanda). Teks-teks babad lokal juga menceritakan adanya
orang-orang Tionghoa muslim yang mempunyai pengaruh kuat dalam proses
penyebaran Islam di Jawa.
Fakta
yang tak terbantahkan tentu saja adalah apa yang saya sebut
Sino-Javanese Muslim Cultures tadi. Ukiran padas di masjid kuno
Mantingan, Jepara , menara masjid di pecinan Banten (Jawa Barat),
konstruksi pintu makam Sunan Giri di Gresik (Jawa Timur), arsitektur
Keraton dan Taman Sunyaragi di Cirebon (Jawa Barat), konstruksi Masjid
Demak (Jawa Tengah) terutama soko tatal penyangga masjid beserta lambang
kura-kuranya, konstruksi Masjid Sekayu di Semarang dan sebagainya
semuanya menunjukkan adanya keterpengaruhan budaya Tionghoa yang sangat
kuat.
Peninggalan
sejarah yang tak terelakkan dari masyarakat Tionghoa muslim adalah dua
masjid kuno yang berdiri megah di Jakarta, yakni Masjid Kali Angke yang
dihubungkan dengan Gouw Tjay dan Masjid Kebun Jeruk yang didirikan oleh
Tamien Dosol Seeng dan Nyonya Cai. Bukti-bukti kesejarahan ini belum
termasuk kelenteng kontroversial yang diduga kuat oleh beberapa
sejarawan sebagai bekas masjid yang dibangun masyarakat Tionghoa muslim
pada abad ke-15/16. Kelenteng-kelenteng dimaksud adalah Kelenteng Ancol
(Jakarta), Kelenteng Talang (Cirebon), Klenteng Gedung Batu (Simongan,
Semarang), Kelenteng Sampokong (Tuban) dan Kelenteng Mbah Ratu
(Surabaya). Inilah sekelumit dari fakta Sino-Javanese Muslim Cultures di
atas.
Fakta
Sino-Javanese Muslim Cultures di atas sekaligus menunjukkan bahwa
komunitas Tionghoa di negeri ini pernah hidup berdampingan secara damai
dengan etnis lain, Jawa, Betawi. Mereka tidak hanya saling tukar-menukar
kebudayaan tetapi lebih dari itu juga mengadakan perkawinan silang
dengan perempuan setempat karena kita tahu para pengembara Tionghoa pada
waktu itu semuanya laki-laki. Kata nyonya yang begitu melekat dalam
masyarakat kita pada awalnya berasal dari akar kata Hokian "nio" atau
"niowa" yang berarti perempuan lokal yang dinikahi laki-laki Tionghoa.
Dari
sinilah maka tidak mengherankan apabila banyak masyarakat Indonesia
yang sebetulnya masih memiliki darah Tionghoa. Hal ini misalnya
ditunjukkan dengan adanya tembong biru pada pantat atau bagian bawah
lain dari bayi yang baru lahir. Tembong biru itu mengisyaratkan bahwa si
bayi mempunyai darah Mongoloid atau darah Tionghoa (Mongoolse Vlek).
Sumber.
Labels:
Cerita Islam Di Dunia,
Sejarah Islam
Rabu, Agustus 22, 2012
Misteri Tentara Allah Berwujud Malaikat di Gaza
Kejadian
- Kejadian Aneh Dan Misterius Seputar Perang Gaza. Gaza, itulah nama
hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi. Berada di
Palestina Selatan, “potongan” itu “terjepit” di antara tanah yang
dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta
dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya.
Sudah
lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan
menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel tidak mampu.
Kejadian - Kejadian Aneh Dan Misterius Seputar Perang Gaza.
Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini.
Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan
makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga
kini. Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas
penjajahan Zionis semakin menguat.
Akhirnya Israel melakukan serangan “habis-habisan” ke wilayah ini. Mereka”mengguyurkan” ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga pasukan cadangannya.
Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di dunia ini harus mundur dari Gaza.
Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia. Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta ribuan ton “bom canggih” buatan Amerika Serikat.
Akan tetapi di sana ada “kekuatan lain” yang membuat para mujahidin mampu membuat “kaum penjajah” itu hengkang dari Gaza dengan muka tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata-senjata “kuno”.
Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada para pejuangnya yang taat dan ikhlas. Kisah tentang munculnya “pasukan lain” yang ikut bertempur bersama para mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa peristiwa “aneh” lainnya selama pertempuran, telah beredar di kalangan masyarakat Gaza, ditulis para jurnahs, bahkan disiarkan para khatib Palestina di khutbah-khutbah Jumat mereka.
Wartawan kami, Thoriq, merangkum kisah-kisah “ajaib” tersebut dari berbagai sumber untuk para pembaca yang budiman. Selamat mengikuti. ***
Pasukan 'Berseragam Putih' di Gaza
Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu.
Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.
Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuang al-Qassam.
Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan, mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam. Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki malang itu pingsan.
Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam. Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!”
Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah? Sopir malang itu menjawab, “Saya bukan kelompok mana-mana. Saya cuma sopir ambulan.”
Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya, “Pasukan yang berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?” Si sopir pun kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu,” jawaban satu-satunya yang ia miliki.
Akhirnya Israel melakukan serangan “habis-habisan” ke wilayah ini. Mereka”mengguyurkan” ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga pasukan cadangannya.
Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di dunia ini harus mundur dari Gaza.
Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia. Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta ribuan ton “bom canggih” buatan Amerika Serikat.
Akan tetapi di sana ada “kekuatan lain” yang membuat para mujahidin mampu membuat “kaum penjajah” itu hengkang dari Gaza dengan muka tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata-senjata “kuno”.
Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada para pejuangnya yang taat dan ikhlas. Kisah tentang munculnya “pasukan lain” yang ikut bertempur bersama para mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa peristiwa “aneh” lainnya selama pertempuran, telah beredar di kalangan masyarakat Gaza, ditulis para jurnahs, bahkan disiarkan para khatib Palestina di khutbah-khutbah Jumat mereka.
Wartawan kami, Thoriq, merangkum kisah-kisah “ajaib” tersebut dari berbagai sumber untuk para pembaca yang budiman. Selamat mengikuti. ***
Pasukan 'Berseragam Putih' di Gaza
Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu.
Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.
Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuang al-Qassam.
Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan, mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam. Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki malang itu pingsan.
Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam. Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!”
Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah? Sopir malang itu menjawab, “Saya bukan kelompok mana-mana. Saya cuma sopir ambulan.”
Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya, “Pasukan yang berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?” Si sopir pun kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu,” jawaban satu-satunya yang ia miliki.
Suara Tak Bersumber
Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).
Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut.
“Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau,” kata pejuang tadi.
Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak.
Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara “Utsbut, tsabatkallah” yang maknanya kurang lebih, “tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali.
“Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.
Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesualu yang “ajaib” terjadi. Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter. “Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib.
Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya. Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan, “Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.”
Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang dari seorang penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel.
Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis. “Kenapa kalian menangis?” tanyanya.
“Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang,” jawabnya
Saksi Serdadu Israel
Cerita tentang “serdadu berseragam putih” tak hanya diungkap oleh mujahidin Palestina atau warga Gaza. Beberapa personel pasukan Israel sendiri menyatakan hal serupa.
Situs al-Qassam memberitakan bahwa TV Chan*nel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta.
“Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta,” kata anggota pasukan ini.
Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan dengan “hantu”. Mereka tidak diketahui dari mana asalnya, kapan munculnya, dan ke mana menghilangnya.
Masih dari Channel 10, seorang Lentara Israel lainnya mengatakan, “Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan jenggot panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati.”
Cerita ini menggelitik banyak pemirsa. Mereka bertanya kepada Channel 10, siapa sebenarnya pasukan berseragam putih itu? ***
Sudah Meledak, Ranjau Masih Utuh
Di saat para mujahidin terjepit, hewan-hewan dan alam tiba-tiba ikut membantu, bahkan menjelma menjadi sesuatu yang menakutkan.
Sebuah kejadian “aneh” terjadi di Gaza Selatan, tepatnya di daerah AI Maghraqah. Saat itu para mujahidin sedang memasang ranjau. Di saat mengulur kabel, tiba-tiba sebuah pesawat mata-mata Israel memergoki mereka. Bom pun langsung jatuh ke lokasi itu.
Untunglah para mujahidin selamat. Namun, kabel pengubung ranjau dan pemicu yang tadi hendak disambung menjadi terputus. Tidak ada kesempatan lagi untuk menyambungnya, karena pesawat masih berputar-putar di atas.
Tak lama kemudian, beberapa tank Israel mendekati lokasi di mana ranjau-ranjau tersebut ditanam. Tak sekadar lewat, tank-tank itu malah berhenti tepat di atas peledak yang sudah tak berfungsi itu.
Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa berbuat apa-apa. Kabel ranjau jelas tak mungkin disambung, sementara tank-tank Israel telah berkumpul persis di atas ranjau.
Mereka merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat pemandangan itu. Sebagian yang lain berdoa, “allahumma kama lam tumakkinna minhum, allahumma la tumakkin lahum,” yang maknanya, “Ya Allah, sebagaimana engkau tidak memberikan kesempatan kami menghadapi mereka, jadikanlah mereka juga lidak memiliki kesempatan serupa.”
Tiba-tiba, ketika fajar tiba, terjadilah keajaiban. Terdengar ledakan dahsyat persis di lokasi penanaman ranjau yang tadinya tak berfungsi.
Setelah Tentara Israel pergi dengan membawa kerugian akibat ledakan lersebut, para mujahidin segera melihal lokasi ledakan. Sungguh aneh, ternyata seluruh ranjau yang telah mereka tanam itu masih utuh. Dari mana datangnva ledakan? Wallahu a’lam.
Masih dari wilayah Al Maghraqah. Saat pasukan Israel menembakkan artileri ke salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api menjalar ke rumah sebelahnya, para mujahidin dihinggapi rasa khawatir jika api itu semakin tak terkendali.
Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa,”Wahai Dzat yang merubah api menjadi dingin dan tidak membahayakan untuk Ibrahim, padamkanlah api itu dengan kekuatan-Mu.”
Maka, tidak lebih dari tiga menit, api pun padam. Para niujahidin menangis terharu karena mereka merasa Allah Subhanuhu wa Ta’ala (SWT) telah memberi pertolongan dengan terkabulnya doa mereka dengan segera.
Merpati dan Anjing
Seorang mujahid Palestina menuturkan kisah “aneh” lainnya kepada situs Filithin AlAan. Saat bertugas di wilayah Jabal Ar Rais, sang mujahid melihat seekor merpati terbang dengan suara melengking, yang melintas sebelum rudal-rudal Israel berjatuhan di wilayah itu.
Para mujahidin yang juga melihat merpati itu langsung menangkap adanya isyarat yang ingin disampaikan sang merpati.
Begitu merpali itu melintas, para mujahidin langsung berlindung di tempat persembunyian mereka. Ternyata dugaan mereka benar. Selang beberapa saat kemudian bom-bom Israel datang menghujan. Para mujahidin itu pun selamat.
Adalagi cerita “keajaiban” mengenai seekor anjing, sebagaimana diberitakan situs Filithin Al Aan. Suatu hari, tatkala sekumpulan mujahidin Al Qassam melakukan ribath di front pada tengah malam, tiba-tiba muncul seekor anjing militer Israel jenis doberman. Anjing itu kelihatannya memang dilatih khusus untuk membantu pasukan Israel menemukan tempat penyimpanan senjata dan persembunyian para mujahidin.
Anjing besar ini mendekat dengan menampakkan sikap tidak bersahabat. Salah seorang mujahidin kemudian mendekati anjing itu dan berkata kepadanya, “Kami adalah para mujahidin di jalan Allah dan kami diperintahkan untuk tetap berada di tempat ini. Karena itu, menjauhlah dari kami, dan jangan menimbulkan masalah untuk kami.”
Setelah itu, si anjing duduk dengan dua tangannya dijulurkan ke depan dan diam. Akhirnya, seorang mujahidin yang lain mendekatinya dan memberinya beberapa korma. Dengan tenang anjing itu memakan korma itu, lalu beranjak pergi.
Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).
Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut.
“Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau,” kata pejuang tadi.
Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak.
Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara “Utsbut, tsabatkallah” yang maknanya kurang lebih, “tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali.
“Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.
Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesualu yang “ajaib” terjadi. Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter. “Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib.
Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya. Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan, “Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.”
Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang dari seorang penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel.
Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis. “Kenapa kalian menangis?” tanyanya.
“Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang,” jawabnya
Saksi Serdadu Israel
Cerita tentang “serdadu berseragam putih” tak hanya diungkap oleh mujahidin Palestina atau warga Gaza. Beberapa personel pasukan Israel sendiri menyatakan hal serupa.
Situs al-Qassam memberitakan bahwa TV Chan*nel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta.
“Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta,” kata anggota pasukan ini.
Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan dengan “hantu”. Mereka tidak diketahui dari mana asalnya, kapan munculnya, dan ke mana menghilangnya.
Masih dari Channel 10, seorang Lentara Israel lainnya mengatakan, “Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan jenggot panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati.”
Cerita ini menggelitik banyak pemirsa. Mereka bertanya kepada Channel 10, siapa sebenarnya pasukan berseragam putih itu? ***
Sudah Meledak, Ranjau Masih Utuh
Di saat para mujahidin terjepit, hewan-hewan dan alam tiba-tiba ikut membantu, bahkan menjelma menjadi sesuatu yang menakutkan.
Sebuah kejadian “aneh” terjadi di Gaza Selatan, tepatnya di daerah AI Maghraqah. Saat itu para mujahidin sedang memasang ranjau. Di saat mengulur kabel, tiba-tiba sebuah pesawat mata-mata Israel memergoki mereka. Bom pun langsung jatuh ke lokasi itu.
Untunglah para mujahidin selamat. Namun, kabel pengubung ranjau dan pemicu yang tadi hendak disambung menjadi terputus. Tidak ada kesempatan lagi untuk menyambungnya, karena pesawat masih berputar-putar di atas.
Tak lama kemudian, beberapa tank Israel mendekati lokasi di mana ranjau-ranjau tersebut ditanam. Tak sekadar lewat, tank-tank itu malah berhenti tepat di atas peledak yang sudah tak berfungsi itu.
Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa berbuat apa-apa. Kabel ranjau jelas tak mungkin disambung, sementara tank-tank Israel telah berkumpul persis di atas ranjau.
Mereka merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat pemandangan itu. Sebagian yang lain berdoa, “allahumma kama lam tumakkinna minhum, allahumma la tumakkin lahum,” yang maknanya, “Ya Allah, sebagaimana engkau tidak memberikan kesempatan kami menghadapi mereka, jadikanlah mereka juga lidak memiliki kesempatan serupa.”
Tiba-tiba, ketika fajar tiba, terjadilah keajaiban. Terdengar ledakan dahsyat persis di lokasi penanaman ranjau yang tadinya tak berfungsi.
Setelah Tentara Israel pergi dengan membawa kerugian akibat ledakan lersebut, para mujahidin segera melihal lokasi ledakan. Sungguh aneh, ternyata seluruh ranjau yang telah mereka tanam itu masih utuh. Dari mana datangnva ledakan? Wallahu a’lam.
Masih dari wilayah Al Maghraqah. Saat pasukan Israel menembakkan artileri ke salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api menjalar ke rumah sebelahnya, para mujahidin dihinggapi rasa khawatir jika api itu semakin tak terkendali.
Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa,”Wahai Dzat yang merubah api menjadi dingin dan tidak membahayakan untuk Ibrahim, padamkanlah api itu dengan kekuatan-Mu.”
Maka, tidak lebih dari tiga menit, api pun padam. Para niujahidin menangis terharu karena mereka merasa Allah Subhanuhu wa Ta’ala (SWT) telah memberi pertolongan dengan terkabulnya doa mereka dengan segera.
Merpati dan Anjing
Seorang mujahid Palestina menuturkan kisah “aneh” lainnya kepada situs Filithin AlAan. Saat bertugas di wilayah Jabal Ar Rais, sang mujahid melihat seekor merpati terbang dengan suara melengking, yang melintas sebelum rudal-rudal Israel berjatuhan di wilayah itu.
Para mujahidin yang juga melihat merpati itu langsung menangkap adanya isyarat yang ingin disampaikan sang merpati.
Begitu merpali itu melintas, para mujahidin langsung berlindung di tempat persembunyian mereka. Ternyata dugaan mereka benar. Selang beberapa saat kemudian bom-bom Israel datang menghujan. Para mujahidin itu pun selamat.
Adalagi cerita “keajaiban” mengenai seekor anjing, sebagaimana diberitakan situs Filithin Al Aan. Suatu hari, tatkala sekumpulan mujahidin Al Qassam melakukan ribath di front pada tengah malam, tiba-tiba muncul seekor anjing militer Israel jenis doberman. Anjing itu kelihatannya memang dilatih khusus untuk membantu pasukan Israel menemukan tempat penyimpanan senjata dan persembunyian para mujahidin.
Anjing besar ini mendekat dengan menampakkan sikap tidak bersahabat. Salah seorang mujahidin kemudian mendekati anjing itu dan berkata kepadanya, “Kami adalah para mujahidin di jalan Allah dan kami diperintahkan untuk tetap berada di tempat ini. Karena itu, menjauhlah dari kami, dan jangan menimbulkan masalah untuk kami.”
Setelah itu, si anjing duduk dengan dua tangannya dijulurkan ke depan dan diam. Akhirnya, seorang mujahidin yang lain mendekatinya dan memberinya beberapa korma. Dengan tenang anjing itu memakan korma itu, lalu beranjak pergi.
Kabut pun Ikut Membantu
Ada pula kisah menarik yang disampaikan oleh komandan lapangan Al Qassam di kamp pengungsian Nashirat, langsung setelah usai shalat dhuhur di masjid Al Qassam.
Saat itu sekelompok mujahidin yang melakukan ribath di Tal Ajul terkepung oleh tank-tank Israel dan pasukan khusus mereka. Dari atas, pesawat mata-mata terus mengawasi.
Di saat posisi para mujahidin terjepit, kabut tebal tiba-tiba turun di malam itu. Kabut itu lelah menutupi pandangan mata tentara Israel dan membantu pasukan mujahidin keluar dari kepungan.
Kasus serupa diceritakan oleh Abu Ubaidah. salah satu pemimpin lapangan Al Qassam, sebagaimana ditulis situs almesryoon.com. la bercerita bagaimana kabut tebal tiba-tiba turun dan membatu para mujahidin untuk melakukan serangan.
Awalnya, pasukan mujahiddin tengah menunggu waktu yang tepat untuk mendekati tank-tank tentara Israel guna meledakkannya. “Tak lupa kami berdoa kepada Allah agar dimudahkan untuk melakukan serangan ini,” kata Abu Ubaidah.
Tiba-tiba turunlah kabut tebal di tempat tersebut. Pasukan mujahidin segera bergerak menyelinap di antara tank-tank, menanam ranjau-ranjau di dekatnya, dan segera meninggalkan lokasi tanpa diketahui pesawat mata-mata yang memenuhi langit Gaza, atau oleh pasukan infantri Israel yang berada di sekitar kendaraan militer itu. Lima tentara Israel tewas di tempat dan puluhan lainnya luka-luka setelah ranjau-ranjau itu meledak.
Selamat dengan al-Qur’an
Cerita ini bermula ketika salah seorang pejuang yang menderita luka memasuki rumah sakit As Syifa’. Seorang dokter yang memeriksanya kaget ketika mengelahui ada sepotong proyektil peluru bersarang di saku pejuang tersebut.
Yang membuat ia sangat kaget adalah timah panas itu gagal menembus jantung sang pejuang karena terhalang oleh sebuah buku doa dan mushaf al-Qur’an yang selalu berada di saku sang pejuang.
Buku kumpulun doa itu berlobang, namun hanya sampul muka mushaf itu saja yang rusak, sedangkan proyektil sendiri bentuknya sudah “berantakan”.
Kisah ini disaksikan sendiri oleh Dr Hisam Az Zaghah, dan diceritakannya saat Festival Ikatan Dokter Yordan sebagaimana ditulis situs partai Al Ikhwan Al Muslimun.
Dr Hisam juga memperlihatkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, mushaf Al Qur’an, serta buku kumpulan doa-doa berjudul Hishnul Muslim yang menahan peluru tersebut.
Abu Ahid, imam Masjid AnNur di Hay As Syeikh Ridzwan, juga punya kisah menarik. Sebelumnya, Israel telah menembakkan 3 rudalnya ke masjid itu hingga tidak tersisa kecuali hanya puing-puing bangunan. “Akan tetapi mushaf-mushaf Al Quran tetap berada di tampatnya dan tidak tersentuh apa-apa,” ucapnya seraya tak henti bertasbih.
“Kami temui beberapa mushaf yang terbuka tepat di ayat-ayat yang mengabarkan tentang kemenangan dan kesabaran, seperti firman Allah, ‘Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali,”(Al-Baqarah [2]: 155-156),” jelas Abu Ahid sebagaimana dikutip Islam Online.***
Ada pula kisah menarik yang disampaikan oleh komandan lapangan Al Qassam di kamp pengungsian Nashirat, langsung setelah usai shalat dhuhur di masjid Al Qassam.
Saat itu sekelompok mujahidin yang melakukan ribath di Tal Ajul terkepung oleh tank-tank Israel dan pasukan khusus mereka. Dari atas, pesawat mata-mata terus mengawasi.
Di saat posisi para mujahidin terjepit, kabut tebal tiba-tiba turun di malam itu. Kabut itu lelah menutupi pandangan mata tentara Israel dan membantu pasukan mujahidin keluar dari kepungan.
Kasus serupa diceritakan oleh Abu Ubaidah. salah satu pemimpin lapangan Al Qassam, sebagaimana ditulis situs almesryoon.com. la bercerita bagaimana kabut tebal tiba-tiba turun dan membatu para mujahidin untuk melakukan serangan.
Awalnya, pasukan mujahiddin tengah menunggu waktu yang tepat untuk mendekati tank-tank tentara Israel guna meledakkannya. “Tak lupa kami berdoa kepada Allah agar dimudahkan untuk melakukan serangan ini,” kata Abu Ubaidah.
Tiba-tiba turunlah kabut tebal di tempat tersebut. Pasukan mujahidin segera bergerak menyelinap di antara tank-tank, menanam ranjau-ranjau di dekatnya, dan segera meninggalkan lokasi tanpa diketahui pesawat mata-mata yang memenuhi langit Gaza, atau oleh pasukan infantri Israel yang berada di sekitar kendaraan militer itu. Lima tentara Israel tewas di tempat dan puluhan lainnya luka-luka setelah ranjau-ranjau itu meledak.
Selamat dengan al-Qur’an
Cerita ini bermula ketika salah seorang pejuang yang menderita luka memasuki rumah sakit As Syifa’. Seorang dokter yang memeriksanya kaget ketika mengelahui ada sepotong proyektil peluru bersarang di saku pejuang tersebut.
Yang membuat ia sangat kaget adalah timah panas itu gagal menembus jantung sang pejuang karena terhalang oleh sebuah buku doa dan mushaf al-Qur’an yang selalu berada di saku sang pejuang.
Buku kumpulun doa itu berlobang, namun hanya sampul muka mushaf itu saja yang rusak, sedangkan proyektil sendiri bentuknya sudah “berantakan”.
Kisah ini disaksikan sendiri oleh Dr Hisam Az Zaghah, dan diceritakannya saat Festival Ikatan Dokter Yordan sebagaimana ditulis situs partai Al Ikhwan Al Muslimun.
Dr Hisam juga memperlihatkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, mushaf Al Qur’an, serta buku kumpulan doa-doa berjudul Hishnul Muslim yang menahan peluru tersebut.
Abu Ahid, imam Masjid AnNur di Hay As Syeikh Ridzwan, juga punya kisah menarik. Sebelumnya, Israel telah menembakkan 3 rudalnya ke masjid itu hingga tidak tersisa kecuali hanya puing-puing bangunan. “Akan tetapi mushaf-mushaf Al Quran tetap berada di tampatnya dan tidak tersentuh apa-apa,” ucapnya seraya tak henti bertasbih.
“Kami temui beberapa mushaf yang terbuka tepat di ayat-ayat yang mengabarkan tentang kemenangan dan kesabaran, seperti firman Allah, ‘Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali,”(Al-Baqarah [2]: 155-156),” jelas Abu Ahid sebagaimana dikutip Islam Online.***
Harum Jasad Para Syuhada
Abdullah As Shani adalah anggota kesatuan sniper (penembak jitu) al-Qassam yang menjadi sasaran rudal pesawat F-16 Israel ketika sedang berada di pos keamanan di Nashirat, Gaza.
Jasad komandan lapangan al-Qassam dan pengawal khusus para tokoh Hamas ini “hilang” setelah terkena rudal. Selama dua hari jasad tersebut dicari, ternyata sudah hancur tak tersisa kecuali serpihan kepala dan dagunya. Serpihan-serpihan tubuh itu kemudian dikumpulkan dan dibawa pulang ke rumah oleh keluarganya untuk dimakamkan.
Sebelum dikebumikan, sebagaimana dirilis situs syiria-aleppo. com, serpihan jasad tersebut sempat disemayamkan di sebuah ruangan di rumah keluarganya. Beberapa lama kemudian, mendadak muncul bau harum misk dari ruangan penyimpanan serpihan tubuh tadi.
Keluarga Abdullah As Shani’ terkejut lalu memberitahukan kepada orang-orang yang mengenal sang pejuang yang memiliki kuniyah (julukan) Abu Hamzah ini.
Lalu, puluhan orang ramai-ramai mendatangi rumah tersebut untuk mencium bau harum yang berasal dari serpihan-serpihan tubuh yang diletakkan dalam sebuah kantong plastik.
Bahkan, menurut pihak keluarga, 20 hari setelah wafatnya pria yang tak suka menampakkan amalan-amalannya ini, bau harum itu kembali semerbak memenuhi rungan yang sama.
Cerita yang sama terjadi juga pada jenazah Musa Hasan Abu Nar, mujahid Al Qassam yang juga syahid karena serangan udara Israel di Nashiriyah. Dr Abdurrahman Al Jamal, penulis yang bermukim di Gaza, ikut mencium bau harum dari sepotong kain yang terkena darah Musa Hasan Abu Nar. Walau kain itu telah dicuci berkali-kali, bau itu tetap semerbak.
Ketua Partai Amal Mesir, Majdi Ahmad Husain, menyaksikan sendiri harumnya jenazah para syuhada. Sebagaunana dilansir situs Al Quds Al Arabi, saat masih berada di Gaza, ia menyampaikan, “Saya telah mengunjungi sebagian besar kota dan desa-desa. Saya ingin melihat bangunan-bangunan yang hancur karena serangan Israel. Percayalah, bahwa saya mencium bau harumnya para syuhada.”
Abdullah As Shani adalah anggota kesatuan sniper (penembak jitu) al-Qassam yang menjadi sasaran rudal pesawat F-16 Israel ketika sedang berada di pos keamanan di Nashirat, Gaza.
Jasad komandan lapangan al-Qassam dan pengawal khusus para tokoh Hamas ini “hilang” setelah terkena rudal. Selama dua hari jasad tersebut dicari, ternyata sudah hancur tak tersisa kecuali serpihan kepala dan dagunya. Serpihan-serpihan tubuh itu kemudian dikumpulkan dan dibawa pulang ke rumah oleh keluarganya untuk dimakamkan.
Sebelum dikebumikan, sebagaimana dirilis situs syiria-aleppo. com, serpihan jasad tersebut sempat disemayamkan di sebuah ruangan di rumah keluarganya. Beberapa lama kemudian, mendadak muncul bau harum misk dari ruangan penyimpanan serpihan tubuh tadi.
Keluarga Abdullah As Shani’ terkejut lalu memberitahukan kepada orang-orang yang mengenal sang pejuang yang memiliki kuniyah (julukan) Abu Hamzah ini.
Lalu, puluhan orang ramai-ramai mendatangi rumah tersebut untuk mencium bau harum yang berasal dari serpihan-serpihan tubuh yang diletakkan dalam sebuah kantong plastik.
Bahkan, menurut pihak keluarga, 20 hari setelah wafatnya pria yang tak suka menampakkan amalan-amalannya ini, bau harum itu kembali semerbak memenuhi rungan yang sama.
Cerita yang sama terjadi juga pada jenazah Musa Hasan Abu Nar, mujahid Al Qassam yang juga syahid karena serangan udara Israel di Nashiriyah. Dr Abdurrahman Al Jamal, penulis yang bermukim di Gaza, ikut mencium bau harum dari sepotong kain yang terkena darah Musa Hasan Abu Nar. Walau kain itu telah dicuci berkali-kali, bau itu tetap semerbak.
Ketua Partai Amal Mesir, Majdi Ahmad Husain, menyaksikan sendiri harumnya jenazah para syuhada. Sebagaunana dilansir situs Al Quds Al Arabi, saat masih berada di Gaza, ia menyampaikan, “Saya telah mengunjungi sebagian besar kota dan desa-desa. Saya ingin melihat bangunan-bangunan yang hancur karena serangan Israel. Percayalah, bahwa saya mencium bau harumnya para syuhada.”
Dua Pekan Wafat, Darah Tetap Mengalir
Yasir Ali Ukasyah sengaja pergi ke Gaza dalam rangka bergabung dengan sayap milisi pejuang Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam. Ia meninggalkan Mesir setelah gerbang Rafah, yang menghubungkan Mesir-Gaza, terbuka beberapa bulan lalu.
Sebelumnya, pemuda yang gemar menghafal al-Qur’an ini sempat mengikuti wisuda huffadz (para penghafal) al-Qur’an di Gaza dan bergabung dengan para mujahidin untuk memperoleh pelatihan militer. Sebelum masuk Gaza, di pertemuan akhir dengan salah satu sahabatnya di Rafah, ia meminta didoakan agar memperoleh kesyahidan.
Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih, di bumi jihad Gaza, ia telah memperoleh apa yang ia cita-citakan. Yasir syahid dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Israel di kamp pengungsian Jabaliya.
Karena kondisi medan, jasadnya baru bisa dievakuasi setelah dua pekan wafatnya di medan pertempuran tersebut.
Walau sudah dua pekan meninggal, para pejuang yang ikut serta melakukan evakuasi menyaksikan bahwa darah segar pemuda berumur 21 tahun itu masih mengalir dan fisiknya tidak rusak. Kondisinya mirip seperti orang yang sedang tertidur.
Sebelum syahid, para pejuang pernah menawarkan kepadanya untuk menikah dengan salah satu gadis Palestina, namun ia menolak. “Saya meninggalkan keluarga dan tanah air dikarenakan hal yang lebih besar dari itu,” jawabnya.
Kabar tentang kondisi jenazah pemuda yang memiliki kuniyah Abu Hamzah beredar di kalangan penduduk Gaza. Para khatib juga menjadikannya sebagai bahan khutbah Jumat mereka atas tanda-tanda keajaiban perang Gaza. Cerita ini juga dimuat oleh Arab Times (7/2/ 2009)
Yasir Ali Ukasyah sengaja pergi ke Gaza dalam rangka bergabung dengan sayap milisi pejuang Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam. Ia meninggalkan Mesir setelah gerbang Rafah, yang menghubungkan Mesir-Gaza, terbuka beberapa bulan lalu.
Sebelumnya, pemuda yang gemar menghafal al-Qur’an ini sempat mengikuti wisuda huffadz (para penghafal) al-Qur’an di Gaza dan bergabung dengan para mujahidin untuk memperoleh pelatihan militer. Sebelum masuk Gaza, di pertemuan akhir dengan salah satu sahabatnya di Rafah, ia meminta didoakan agar memperoleh kesyahidan.
Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih, di bumi jihad Gaza, ia telah memperoleh apa yang ia cita-citakan. Yasir syahid dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Israel di kamp pengungsian Jabaliya.
Karena kondisi medan, jasadnya baru bisa dievakuasi setelah dua pekan wafatnya di medan pertempuran tersebut.
Walau sudah dua pekan meninggal, para pejuang yang ikut serta melakukan evakuasi menyaksikan bahwa darah segar pemuda berumur 21 tahun itu masih mengalir dan fisiknya tidak rusak. Kondisinya mirip seperti orang yang sedang tertidur.
Sebelum syahid, para pejuang pernah menawarkan kepadanya untuk menikah dengan salah satu gadis Palestina, namun ia menolak. “Saya meninggalkan keluarga dan tanah air dikarenakan hal yang lebih besar dari itu,” jawabnya.
Kabar tentang kondisi jenazah pemuda yang memiliki kuniyah Abu Hamzah beredar di kalangan penduduk Gaza. Para khatib juga menjadikannya sebagai bahan khutbah Jumat mereka atas tanda-tanda keajaiban perang Gaza. Cerita ini juga dimuat oleh Arab Times (7/2/ 2009)
Terbunuh 1.000, Lahir 3.000
Hilang seribu, tumbuh tiga ribu. Sepertinya, ungkapan ini cocok disematkan kepada penduduk Gaza. Kesedihan rakyat Gaza atas hilangnya nyawa 1.412 putra putrinya, terobati dengan lahirnya 3.700 bayi selama 22 hari gempuran Israel terhadap kota kecil ini.
Hamam Nisman, Direktur Dinas Hubungan Sosial dalam Kementerian Kesehatan pemerintahan Gaza menyatakan bahwa dalam 22 hari 3.700 bayi lahir di Gaza. “Mereka lahir antara tanggal 27 Desember 2008 hingga 17 Januari 2009, ketika Is*rael melakukan serangan yang menyebabkan meninggalnya 1.412 rakyat Gaza, yang mayoritas wanita dan anak-anak,” katanya.
Bulan Januari tercatat sebagai angka kelahiran tertinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. “Setiap tahun 50 ribu kasus kelahiran tercatat di Gaza. Dan, dalam satu bulan tercatat 3.000 hingga 4.000 kelahiran. Akan tetapi di masa serangan Israel 22 hari, kami mencatat 3.700 kelahiran dan pada sisa bulan Januari tercatat 1.300 kelahiran. Berarti dalam bulan Januari terjadi peningkatan kelahiran hingga 1.000 kasus,” katanya kepada islamonline.net.
Rasio antara kematian dan kelahiran di Gaza memang tidak sama. Angka kelahiran, jelasnya lagi, mencapai 50 ribu tiap tahun, sedang kematian mencapai 5 ribu.
Hilang seribu, tumbuh tiga ribu. Sepertinya, ungkapan ini cocok disematkan kepada penduduk Gaza. Kesedihan rakyat Gaza atas hilangnya nyawa 1.412 putra putrinya, terobati dengan lahirnya 3.700 bayi selama 22 hari gempuran Israel terhadap kota kecil ini.
Hamam Nisman, Direktur Dinas Hubungan Sosial dalam Kementerian Kesehatan pemerintahan Gaza menyatakan bahwa dalam 22 hari 3.700 bayi lahir di Gaza. “Mereka lahir antara tanggal 27 Desember 2008 hingga 17 Januari 2009, ketika Is*rael melakukan serangan yang menyebabkan meninggalnya 1.412 rakyat Gaza, yang mayoritas wanita dan anak-anak,” katanya.
Bulan Januari tercatat sebagai angka kelahiran tertinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. “Setiap tahun 50 ribu kasus kelahiran tercatat di Gaza. Dan, dalam satu bulan tercatat 3.000 hingga 4.000 kelahiran. Akan tetapi di masa serangan Israel 22 hari, kami mencatat 3.700 kelahiran dan pada sisa bulan Januari tercatat 1.300 kelahiran. Berarti dalam bulan Januari terjadi peningkatan kelahiran hingga 1.000 kasus,” katanya kepada islamonline.net.
Rasio antara kematian dan kelahiran di Gaza memang tidak sama. Angka kelahiran, jelasnya lagi, mencapai 50 ribu tiap tahun, sedang kematian mencapai 5 ribu.
“Israel sengaja membunuh para wanita dan anak-anak untuk menghapus masa
depan Gaza. Sebanyak 440 anak-anak dan 110 wanita telah dibunuh dan
2.000 anak serta 1.000 wanita mengalami luka-luka,” ungkapnya.
Labels:
Cerita Islam Di Dunia
Langganan:
Postingan (Atom)




