Persatuan didalam dunia Islam memang tidak akan pernah terjadi jika kita masih belum paham apa urgensi dan makna ukhuwah Islamiyah dengan benar. Mungkin banyak diantara kita yang sering mendengar istilah itu, namun tidak benar-benar mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-harinya. Sehingga, masih saja kita temui fenomena-fenomena problematika umat Islam yang belum terpecahkan. Padahal, ukhuwah Islamiyah adalah solusi dari berbagai problem tersebut.
Rabu, November 13, 2013
Selasa, November 12, 2013
“Adakah Karakter Pancasila?” (2)
Konsep Tauhid
Seharusnya, bangsa Indonesia mau belajar dari kegagalan Orde Baru dalam upaya penempatan Pancasila sebagai pedoman amal. Upaya pemerintah Orde Baru untuk menempatkan Pancasila menjadi landasan moral dilakukan melalui sosialisasi dan indoktrinasi Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Tahun 1978, Partai Persatuan Pembangunan menolak pengesahan Tap MPR tentang P4. Tokoh Masyumi Sjafroedin Prawiranegara juga berkirim surat kepada Presiden Soeharto tanggal 7 Juli 1983, yang menyatakan, bahwa tidak ada yang namanya moralitas Pancasila, karena urusan moral sudah ada dalam agama masing-masing. Sjafroedin menekankan, bahwa Pancasila adalah asas negara dan landasan konstitusi.
“Adakah Karakter Pancasila?” (1)
PADA tanggal 24 Oktober 2013 lalu, saya bersyukur mendapatkan kesempatan berbicara dalam satu seminar tentang peradaban Islam di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Seminar itu diadakan sebagai satu rangkaian kegiatan peringatan Dies Natalis ke-55 UMS. Bertindak sebagai keynote speaker adalah Prof. Malik Fadjar, mantan rektor UMS yang dikenal sebagai salah satu tokoh pendidikan di Indonesia. Pembicara lain adalah Dr. Gina Puspita, pakar aeoronotika, dosen Fakultas Teknik UMS, yang juga pendiri “Klub Istri Taat Suami”, serta Prof Dr. Heru Kurnianto Tjahjono, pakar manajemen dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Mengambil ‘Ibrah dari Kebejatan Ahli Kitab
Ahli Kitab (Yahudi dan Kristen) adalah dua prototipe umat para Nabi yang gagal mempertahankan keistimewaan yang dimiliki. Semestinya, dengan anugerah kitab dan kenabian yang mereka dapatkan, mereka menjadi umat yang paling depan dalam beriman kepada Allah swt. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya, mereka menjadi umat yang paling kufur kepada Allah swt. Umat Nabi Muhammad saw yang diberi anugerah sama sudah semestinya mengambil ‘ibrah (pelajaran) dari kebejatan Yahudi dan Kristen tersebut.
Ahli Kitab, dijelaskan oleh QS. Ali ‘Imran [3] : 186 adalah umat yang pernah diberi kitab sebelum al-Qur`an. Kitab yang dimaksud, disebutkan dalam ayat ke-65; Taurat dan Injil. Umat yang diberi dua kitab tersebut adalah Yahudi dan Kristen/Nashrani. Kedua umat ini divonis kafir oleh Allah swt dan akan masuk neraka dengan kekal di dalamnya disebabkan menolak kenabian Nabi Muhammad saw (QS. Al-Bayyinah [98]).
Al-Qur`an menyebutkan beberapa faktor yang menjadi penyebab kekufuran Yahudi dan Kristen tersebut, yaitu: menelantarkan kitab Allah swt, syirik, ghuluw (kultus individu), membuat bid’ah, dan gila dunia takut mati.
Kamis, Oktober 31, 2013
Adil Itu Islam
“Mengapa hanya laki-laki yang boleh menjadi imam shalat?”
“Mengapa wanita hanya mendapat setengah dari bagian laki-laki dalam
hak warisan? Ini semua tidak adil!”
Begitu kira-kira keluhan dan protes kelompok liberal terhadap
islam. Padahal kata adil adalah istilah khas yang terdapat dalam Al Qur’an dan
Hadits. Salah satu contohnya adalah sebagai berikut;
Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (QS An-Nahl, 16;90)
Dalam sebuah
tafsir di jelaskan secara ringkas makna adil dalam ayat ini, yaitu;
Rabu, September 11, 2013
Riba, Berkah Sedekah dan Laptop Merah
Barangsiapa meniatkan sebuah kebaikan, lalu diamalkan, Allah mencatat pahala baginya 10 sampai 700 kali lipat banyaknya.
MEI 2012, Saya mengungkapkan pada istri kalau saya membutuhkan sebuah lap top untuk kerja. Bagi saya, seorang koresponden sebuah media, laptop bukan untuk gaya hidup, namun sebuah kebutuhan tidak terpisahkan.
Sebuah brosur penawaran cicilan computer portable ini sudah ada di tangan. Namun, ada beberapa kendala.
Labels:
Inspirasi
Minggu, September 08, 2013
Hati-Hati Terhadap Pujian
Tak ada yang salah dari orang yang banyak bicara. Selama yang dibicarakan berisi nasihat, pengajaran; bicara justru jadi ibadah. Tapi ketika bicara tak lagi punya isi : canda, obrolan kosong, dan lain-lain; bicara bisa memunculkan fitnah. Dan salah satu fitnha itu, terungkapnya rahasia. Bisa rahasia pribadi, keluarga, bahkan organisasi.
Rasulullah pernah memberi nasihat agar seorang mukmin senantiasa bicara yang baik-baik atau diam. Inilah sebuag pelajaran bahwa lidah bisa memunculkan kesalahan fatal. Ketika orang tak lagi mampu mengendalikan syahwat bicaranya, berbagai kesalahan termasuk terungkapnya rahasia bisa muncul begitu saja, ringan tanpa beban.
Ketika orang tak lagi sungkan bicara remeh temeh, gosip; maka aib bisa terbaca pendengar dengan mudah. Bisa aib diri sendiri, istri, orang tua, tetangga dan lain-lain.
Rasulullah pernah memberi nasihat agar seorang mukmin senantiasa bicara yang baik-baik atau diam. Inilah sebuag pelajaran bahwa lidah bisa memunculkan kesalahan fatal. Ketika orang tak lagi mampu mengendalikan syahwat bicaranya, berbagai kesalahan termasuk terungkapnya rahasia bisa muncul begitu saja, ringan tanpa beban.
Ketika orang tak lagi sungkan bicara remeh temeh, gosip; maka aib bisa terbaca pendengar dengan mudah. Bisa aib diri sendiri, istri, orang tua, tetangga dan lain-lain.
Langganan:
Postingan (Atom)

