Perbedaan pendapat dalam persoalan ijtihadiyah terkadang menyebabkan hubungan sesama umat Islam tidak harmonis. Padahal walau berbeda pendapat, para ulama pendiri 4 madzhab tidak mencela satu sama lain, justru mereka tidak segan-segan berguru kepada lainnya.
Abu Hanifah adalah ulama mujtahid pendiri madzhab tertua di kalangan 4 madzhab. Walau demikian, beliau tidak gengsi menelaah kitab Imam Malik pendiri madzhab Maliki, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Abi Hatim dalam muqadimah Ma’rifah Al Jarh wa At Ta’dil. Padahal beliau sendiri adalah pewaris ilmu para murid Ibnu Mas’ud dan Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhuma. (lihat, Al Maqalat Al Kautsari, hal. 99)
Imam As Suyuthi dalam Manakib Imam Malik (hal. 119), telah menukil bahwa dalam Musnad Abu Hanifah juga terdapat periwayatan beliau dari Imam Malik.



